Mohon tunggu...
Shafa Varera
Shafa Varera Mohon Tunggu... Freelancer - Be better everytime

bercerita untuk berbagi dan bermanfaat. mom's of two child and a wife, blogger and listener

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Piknikku Kemah di Sembalun

1 Juni 2021   14:28 Diperbarui: 1 Juni 2021   14:34 636
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lebaran kedua larangan mudik karena pandemi membuat beberapa pendatang atau perantau menjadi kesepian saat lebaran. Namun, teman dan sahabat menjadi pelipur lara. Kami memilih stay cation yang berbeda dari biasanya. Kami memilih berkemah di Lembah Rinjani yaitu di daerah Sembalun. 

Daerah ini terkenal dengan sentra pertanian bawang putih, meski banyak sayur dan buah yang di taman di lembah yang subur ini. Banyak hasil pertanian dihasilkan di daerah ini dan kini menjadi agrowisata untuk menarik wisatawan dengan kearifan lokal daerah ini. Sembalun sudah bertransformasi sangat pesat sejak beberapa tahun terakhir ini sejak dinobatkan sebagai sentara bawang putih. Banyak bantuan digelontorkan yang memicu sektor wisata selain pendakian untuk menggeliat pula.

Geopark Rinjani yang sudah menjadi andalan daerah ini kini didukung dengan dibangunnya berbagai penginapan, agrowisata seperti petik apel dan petik strawberry,dibangunnga homestay di rumah warga yang bisa sekaligus mengetahui kehidupan asli masyarakat suku sasak dan menjamurnya kedai kopi khas Sembalun yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung. Kini, Glamping dan Camping Ground mulai banyak ditawarkan untuk menikmati Sembalun dengan cara yang berbeda. Bagi mereka yang ingin berkemah, tapi tidak ingin repot, banyak tempat yang menyediakan perkemahan dengan berbagai tipe dan fasilitas dengan harga yang bervariasi pula. 

Tarif yang dibandrol disesuaikan dengan lokasi, view yang ditawarkan dan juga fasilitas yang diberikan. Jenis Glamping yaitu tenda yang tinggi sehingga bisa dimasukkan kasur berukuran 160cm x 200cm ini bisa berkisar Rp 450.000,-/tenda yang bisa untuk dua orang dewasa. Ada meja di dalam ruangan dan kursi juga di luar ruangan. Harga itu termasuk sarapan pagi yang disediakan oleh penyelenggara. Meski tergolong mahal,tapi view yang ditawarkan cukup menarik.

Selain perkemahan nyaman, ada juga Camping Ground yang lebih mirip seperti bumi perkemahan. Bedanya, kami tidak perlu repot membawa tenda dan bantal dari rumah. Sudah disediakan tenda, busa, bantal dan selimut dengan tarif bervariasi sesuai ukuran tenda. Untuk tenda single, tenda untuk empat orang dan juga tenda double yang bisa untuk 8 orang. Ada juga kabin yang berbentuk kamar semi permanen dari papan yang berukuran seperti tenda, yang bisa diisi 4 orang. Bentuknya yang seperti rumah sehingga atapnya lebih tinggi dan disediakan colokan listrik dan bisa dikunci sehingga lebih nyaman untuk charge alat elektronik yang dimiliki. 

Kami memilih hari lebaran ketiga untuk berangkat ke Sembalun. Memang sejak sebelum Hari Raya, tempat wisata ditutup dan dibatasi kunjungan ke beberapa tempat wisata yang dibuka. Kami pun memilih untuk berangkat pagi dengan rute yang lebih jauh melewati Lombok Utara karena banyak yang memilih naik ke Sembalun melewati jalur Lombok Timur. Sedangkan yang melewati jalur Lombok Utara lebih sedikit karena jalurnya yang lebih jauh dan berliku, tapi tidak terlalu menanjak.

Kami pun memutuskan untuk jalan setelah Sholat Subuh dengan membawa bekal sarapan pagi untuk disantap di jalan. Menyusuri pantai Senggiimenuju ke Penyebrangan ke tiga Gili yang terkenal, kami pun melanjutkan perjalanan pagi hari ke arah Senaru, kaki Rinjani. Perjalanan pagi hari terasa lebih menyenangkan karena belum ramai dan udaranya yang sejuk. 

Saya selalu suka pagi hari. Kami istirahat sarapan pagi di pinggir pantai di daerah gang yang terdapat banyak berugak di pinggir jalan dan pinggir pantai. Tidak hanya kami, ternyata banyak yang menikmati sarapan di tepi pantai itu. Saat siang, banyak yang berjualan ikan bakar dan kelapa muda di daerah itu. Namun, karena masih pagi dan mungkin masih suasana lebaran, daerah itu sepi penjual. Ada beberapa terlihat merapikan dagangan, mungkin mulai buka dagangan, tapi itu pun masih belum lengkap.

Nasi goreng, tahu bakso, sosis, nugget, siomay, semua tersaji untuk sarapan pagi. Roti basah dan air mineral menjadi penutup sarapan pagi yang harus berlanjut ke Camping Ground 100 meter di kaki Bukit Pergasingan. Salah seorang dari kami pernah menginap bersama saudara kompleks disana sehingga sudah melakukan reservasi. Saat melewati beberapa penginapan yang berderet, sepertinya Sembalun cukup ramai beberapa hari ini. Padahal, banyak info kalau tempat wisata ditutup dan dibatasi kunjungannya. Nyatanya tak seperti informasi yang beredar.

Kami pun sampai di CampingGround yang kami tuju dan pengunjungnya cukup banyak. Sembari menunggu tenda yang kami reservasi dibersihkan dan ditinggalkan oleh penyewa sebelumnya, kami pun menikmati bekal yang ada diemani dinginnya hawa pegunungan berpadu dengan hangat cahaya matahari. Kami persis di bawah BUkit Pergasingan dan banyak yang mendaki bukit itu untuk berkemah di atasnya atau sekedar melijhat indahnya pemandangan dari puncak. Gunung Rinjani juga bisa terlihat dari area perkemahan kami.

Pemilik membuat kantin dengan nuansa alam semi outdoor dengan harga yang sangat terjangkau. Di belakang kantin disediakan toilet pria, wanita dan satu untuk shower. toilet dan tempat makannya bersih dan nyaman, khas daerah pegunungan. Memberikan pengalaman baru bagi anak-anak yang sedang ekspolore dunianya. Kami bisa memesan minuman hangat, mie kuah instant, nasi pecel, nasi lalapan dan nasi rawon khas Jawa karena pemiliknya merupakan orang asli Jawa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun