Mohon tunggu...
Seto Wicaksono
Seto Wicaksono Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Perekrut amatir yang suka sekali ngedumel lewat tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Catatan Seorang Perekrut - Let's Do This #7

9 Mei 2019   06:15 Diperbarui: 9 Mei 2019   06:34 0 2 2 Mohon Tunggu...
Catatan Seorang Perekrut - Let's Do This #7
Dokumentasi pribadi.

Akhirnya, dengan seizin Allah, gue kembali bekerja sebelum gue bertambah usia, artinya dengan diterimanya gue di suatu perusahaan, itu bisa menjadi salah satu kado terindah, terbaik selama hidup gue. Kado indah sebelumnya, gue diberi amanat satu orang sahabat kecil melalui perantara Nazliah, Tobio. 

Intermezzo sedikit, Nazliah positif hamil setelah kurang lebih tiga bulan kami menikah. Setelah menikah dan mendekati tanggal ulang tahun gue, dia nanya,

"kamu mau kado apa dari aku?",

gue jawab, "aku ga mau apa-apa, semoga aja di hari ulang tahun aku, kamu udah positif hamil, ya".

Nazliah sempet agak sewot dengan menimpali, "kok gitu? Positif hamil atau engganya kan tergantung pemberian Allah, terus kalau aku belum hamil, kamu kecewa, gitu?".

Waduh, kayaknya gue salah dalam menyampaikan. Haha. Gue jelasin lagi, itu harapan gue, kok, kalau belum kesampaian, ya usaha terus. Di awal Juli 2017, Nazliah mulai mual dan ngerasa aneh sama badannya, gue ga ngerti aneh di sini gambarannya gimana. Kami beli alat pendeteksi kehamilan, dan syukur, ternyata harapan, kepengennya gue terkabul sebelum gue ulang tahun, ketika itu.

Flashback lagi sedikit, di tahun 2013, klub sepak bola idola gue, Liverpool FC, datang ke Indonesia dalam sebuah tour. Mereka bertanding dengan Garuda Selection ketika itu, ada yang masih ingat mereka bertanding di tanggal berapa? Yak, betul, 20 Juli. Tepat di tanggal ulang tahun gue. Pastinya, gue nonton mereka di SUGBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno) di 2013 lalu. Itu intermezzo yg cukup banyak, ya.

Gue efektif bekerja kembali di 14 Juli 2017, tepatnya hari Jumat. Akhirnya, gue merasakan pagi hari ada di stasiun dan naik kereta untuk bekerja, berdempetan dengan penumpang lain sambil nahan ngantuk. Belum lagi dipaksa menghirup aroma bau mulut orang lain yang biasanya udah gosok gigi, tapi belum ada makanan yang masuk ke mulut. Nah, biasanya bau, tuh! Bau ketek sih belum ada, harusnya. Masih pagi, aman, dong. Liat orang yang kebagian duduk lalu tidur dengan mulut menganga sambil menghadap ke atas? Udah biasa. Rasanya selalu gue pengen bantu tutup mulutnya, tapi takut digigit. Atau pengen banget gue masukin biji jeruk, siapa tau seturunnya dia dari kereta, dimulutnya langsung tersedia kebon jeruk. Soalnya turun di Jakarta Barat. Receh banget, guys.

Dulu sewaktu kuliah gue naik kereta juga, sih, tapi kan itu bukan kerja. Hehe. Kembali ke cerita, naik kereta 6.20, kurang lebih nyampe di jam 08.30. Gue tanda tangan kontrak terlebih dahulu sebelum mengikuti training sekitar jam 09.00. 

Ga perlu banyak mikir dan nanya ketika baca klausal, intinya cocok, langsung gue teken kontraknya. Training dilakukan satu hari full, pengenalan soal perusahaan, pre-test juga post-test pastinya ada. Beres training sekitar jam 17.30. Menyenangkan, antara deg-degan sama excited, ga sabar pengen memulai sesuatu yang baru juga sudah diidam-idamkan cukup lama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2