Seto Wicaksono
Seto Wicaksono Human Resources

Perekrut amatir yang suka sekali ngedumel lewat tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Catatan Seorang Perekrut - Perkenalan #1

24 April 2019   17:00 Diperbarui: 24 April 2019   17:36 82 1 0
Catatan Seorang Perekrut - Perkenalan #1
Ilustrasi. (Dokumentasi pribadi)

Bagian pertama, perkenalan.

Sebetulnya agak bingung mau mulai basa-basi dari mana, biar keliatan seperti perkenalan, gue akan berkenalan dari mulai nama dulu, ya. Hehe. Gue Seto Wicaksono, kelahiran 20 Juli. Dari tahun kelahiran, sebetulnya gue ini termasuk ke dalam generasi millenial, ya, walaupun ga milenial-milenial banget. Gue ga merasa se-milenial seperti yang diperbincangkan banyak orang. Gue sudah menikah dengan wanita yang cantik dan pintar, dia senior gue di kampus, kami berasal dari jurusan yang sama, Nazliah Gusmuharti. Sudah diamanati satu orang anak, Tobio Gusto Abqary.

Pengalaman kerja pertama gue setelah lulus kuliah itu di perbankan selama 34 bulan. Gue kerja di perbankan karena sebagai lulusan baru ketika itu, gue ga mau milih-milih, yang penting punya pengalaman dan kesiapan mental sebelum gue bekerja di posisi dan bidang pekerjaan yang gue mau -gue sukai, lebih tepatnya-. Betul aja, di perbankan mental gue cukup terasah, dari banyaknya pekerjaan, berhadapan dengan nasabah, berdebat dengan nasabah, sampai dibilang "bajingan" sama nasabah pun pernah. Hehe. Resiko bekerja di ruang lingkup pelayanan pelanggan.

Setelah kerja di perbankan, gue sempat menganggur dua minggu, setelahnya gue diberi rezeki -kesempatan- bekerja di posisi yang gue mau, sebagai staff HRD/Rekruter. Di tulisan ini yang gue harapkan bisa ditulis secara berkelanjutan, akan gue ceritakan pengalaman selama menjadi Rekruter, awal mulanya, suka-duka, sampai cerita mengenai kandidat yang gue interview. Gue belum lama jadi seorang Rekruter memang, masih learning by doing, tapi ga ada salahnya kan berbagi cerita apa yang gue alami di posisi ini. Hehe.

Pada dasarnya, gue suka menulis -bikin suatu postingan-. Walaupun tulisan gue belum bagus, belum teratur, tapi gue akan terus menulis. Awalnya gue bingung apa yang mau ditulis, hampir selalu bingung. Sekarang, paling engga gue tau apa yang akan gue tulis, fokus dan arahannya ke mana. Gue berharap bisa lebih rajin dan konsisten menulis dari sini. Awal mula, cerita ini akan terbit tiap senin dan kamis, lambat laun, rencananya akan terbit tiap senin.

Mohon maaf sebelumnya jika tulisan masih dirasa belum atau bahkan tidak rapi. :)

Oh, iya, belum lama ini gue menyukai kalimat "whatever it take, keep going, keep believing".

Terima kasih dan Bismillah.