Mohon tunggu...
Sendi Suwantoro
Sendi Suwantoro Mohon Tunggu... Mahasiswa - Ketua SEMA FTIK IAIN Ponorogo 2023/2024

Jangan pernah meremehkan orang walaupun bersalah jangan memandang diri sendiri ketika punya kelebihan

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

NFT Nyasar di Desa Kandang Sapi: Kisah Warung Bu Tini dan Sapi Terbang

14 Januari 2024   19:28 Diperbarui: 14 Januari 2024   19:31 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://pixabay.com/

Dunia digital dan dunia nyata bertabrakan di sebuah desa bernama Kandang Sapi. Bukan alien atau meteor yang jatuh, tapi sebuah Non-Fungible Token (NFT) nyasar ke warung Bu Tini, penjual soto ayam legendaris di desa itu.

NFT itu bukan sembarang NFT. Bentuknya seekor sapi terbang berwarna pelangi, namanya Si Pelangi. Entah bagaimana, kode Si Pelangi terlempar ke dunia nyata dan mendarat di mangkuk soto pesanan Pak Dono, pelanggan setia Bu Tini.

Pak Dono menelan Si Pelangi tanpa sengaja. Dan, ajaib, sapi terbang itu hidup di dalam perutnya! Pak Dono mulas dan ngeden, tak henti-hentinya kentut mengeluarkan suara "moo" yang nyaring. Desa Kandang Sapi gempar, mengira Pak Dono kerasukan sapi terbang.

Bu Tini, yang terkenal bijaksana dan sedikit nyentrik, berinisiatif menolong Pak Dono. Dia membuat ramuan jamu khusus, campuran kunyit, temulawak, dan kode QR yang diunduh dari internet. Setelah meminum ramuan itu, Pak Dono kentut lagi, kali ini keluarlah Si Pelangi dalam bentuk hologram 3D!

Desa Kandang Sapi heboh. Si Pelangi yang gemerlap dan bisa ngomong bahasa Inggris jadi tontonan takjub. Pak Dono, yang tadinya tukang becak biasa, mendadak jadi selebriti. Warung Bu Tini kebanjiran pengunjung, tak lagi hanya soto ayam, tapi juga "air kentut Pak Dono" yang katanya berkhasiat.

Kabar Si Pelangi sampai ke telinga pemiliknya, seorang kolektor NFT kaya raya di kota. Dia marah besar, NFT mahalnya dicerna orang desa! Dengan helikopter dan pengacara, dia datang ke Kandang Sapi, menuntut Si Pelangi dikembalikan.

Bu Tini tak gentar. Dia bilang, Si Pelangi berhak tinggal di desa karena sudah jadi bagian dari Pak Dono. Apalagi, Si Pelangi senang di Kandang Sapi. Dia bisa terbang bebas di atas sawah, main kejar-kejaran dengan anak-anak, dan ngobrol sama sapi-sapi asli dengan bahasa "moo".

Kolektor NFT itu bingung. Dia tak pernah membayangkan NFT bisa punya perasaan dan kehendak sendiri. Akhirnya, terjadilah kesepakatan. Si Pelangi tetap tinggal di Kandang Sapi, tapi pemiliknya bisa mengunjunginya kapan saja.

Si Pelangi jadi ikon Desa Kandang Sapi. Warung Bu Tini makin terkenal, soto ayamnya dipadukan dengan "kentang goreng Si Pelangi" yang viral. Desa itu pun jadi tujuan wisata, bukan karena sawahnya yang hijau, tapi karena sapi terbangnya yang ngomong bahasa Inggris.

Kisah Si Pelangi mengajarkan bahwa dunia digital dan dunia nyata tak lagi terpisah. Teknologi bisa jadi alat untuk bersenang-senang, bahkan berteman, seperti Si Pelangi dan warga Kandang Sapi.  Dan, yang terpenting, jangan pernah meremehkan kekuatan warung Bu Tini dan jamu ajaibnya!

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun