Selamet HARIADI
Selamet HARIADI wiraswasta

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Mengingat Kembali Buku Agenda Ibadah Ramadan di Masa Kecil

3 Juni 2018   15:38 Diperbarui: 3 Juni 2018   15:55 787 6 5
Mengingat Kembali Buku Agenda Ibadah Ramadan di Masa Kecil
Mengingat kembali Buku Agenda Ibadah Ramadan di Masa Kecil

Mengingat kembali Buku Agenda Ibadah Ramadan di Masa Kecil

Ramadan di masa kecil selalu memberikan kesan yang mendalam bagi sebagian orang. Terlebih masa kecil diisi dengan kegiatan-kegiatan Ramadan yang menyenangkan maupun terkesan kita dulu terpaksa. Namun kita tetap senang menjalaninya bersama sahabat-sahabat kecil kita.

Mengisi Buku Agenda Ramadhan (dok.shopback)
Mengisi Buku Agenda Ramadhan (dok.shopback)
Mengisi Buku Agenda Ramadhan

Buku agenda ibadah di bulan Ramadan hampir selalu melekat di masa kecil dulu. Setiap sekolah biasanya memberikan buku agenda ibadah Ramadan ini. siswa dan siswi diharuskan mengisi agenda ibadah selama bulan Ramadan.

Dimulai dari awal hingga akhir bulan puasa. Kegiatan yang biasanya ada di agenda ibadah Ramadan ini adalah absensi puasa, sholat, ngaji, mendengarkan ceramah hingga kegiatan Ramadan lainnya. Seru juga saat mengisinya di waktu kecil.

Setiap anak secara sadar memiliki kewajiban mengisi bukun tersebut. Terlebih dengan sahabat-sahabatnya yang juga mengisi. Ini menjadi motivasi tersendiri dalam meng-absensi ibadahnya. Sebuah pelajaran baik pendidikan sekolah kita.

Mengantri Tanda Tangan (dok.kemenag)
Mengantri Tanda Tangan (dok.kemenag)
Mengantri tanda tangan

Hal yang ditunggu kami di masa kecil dulu adalah mengantri tanda tangan selepas sholat tarawih. Kami menunggu di belakang imam sholat tarawih dengan menunpuk buku agenda ibadah Ramadan kami. Tak jarang juga berebut tanda tangan pertama dari sang imam.

Imam yang memahami anak-anak ini, tentu selepas membaca doa dan niat puasa bersama segera menemui anak-anak ini. peristiwa berebut dan saling mendahului agar dapat tanda tangan ini kadang juga bikin kangen. Terlebihmelihat kegiatan serupa dilakukan anak-anak zaman now.

Ilustrasi (dok.analisadaily)
Ilustrasi (dok.analisadaily)
Pentingnya Kejujuran dan Koreksi Guru

Kejujuran adalah hal mutlak dimiliki dalam mengisi buku agenda ini. Hal ini pula yang menjadikan guru mengkoreksi lebih mendalam buku ini. Terlebih sesama sahabat tentu mengetahui ada sahabatnya tak hadir saat sholat tarawih namun tetap mengisi absensi sholat tarawih.

Saat dewasa, saya mulai berfikir apakah guru juga mengkoreksi buku agenda ibadah Ramadan tersebut ya? Terlebih melihat pendidikan dengan konsep asal menilai atau ngawur biji (ngaji). Padahal saat mengisi buku tersebut dengan tertib, baik dan berharap mendapat nilai yang bagus pula.

Buku agenda ibada Ramadan ini bisa jadi pengungkit untuk beribadah lebih baik, dengan mengkoreksi ibadah sendiri dengan absensi di buku tersebut. Sepertinya baik pula diterapkan bagi kita yang sudah mengaku dewasa ini ya...? Hehe...

[selamet hariadi]

Bacaan BERMANFAAT lainnya: