Mohon tunggu...
Jasen
Jasen Mohon Tunggu... Penulis - Lah iya juga

Yaudah

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bullying, Budaya Netizen atau Ketidaksengajaan?

15 Oktober 2019   19:15 Diperbarui: 16 Oktober 2019   09:44 327
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

B. Berpikiran realistis

Kebanyakan orang yang terlalu berpikir idealis dan terlalu mengharap hidup dengan materi maka ia tidak akan pernah merasa cukup dalam hidupnya sekalipun hartanya bergelimang, maka dengan berpikir realistis seseorang akan bisa membagi porsi untuk pikirannya antara yang mudah didapat dan sukar didapat 

C. Literasi

Literasi menjadi poin penting dalam mengasah tata bahasa dan edukasi kita, jika seseorang sudah mengenal literasi yang baik maka ia akan cenderung berpikir sebelum berbicara

Lalu bagaimana dengan Dampak serta penanganan dasar terhadap korban bullying? Tentu dampak paling mendasarnya adalah Munculnya sifat Penyendiri serta tertutup. Dampak yang cukup kompleks bisa muncul jika sang pembully sudah mulai menggunakan fisik, Serta Hal ini lah yang terkadang menjadi dasar alasan seseorang untuk depresi dsn bunuh diri.

Nah ternyata penanganan bagi korban bullying cukup mudah dan tidak perlu terapi yang sangat intens, faktor yang dibutuhkan korban bullying hanya 2 pada dasarnya yaitu : • Faktor lingkungan

• Faktor individu 

Maka dengan pemenuhan 2 syarat/faktor diatas cara termudah untuk mengatasi Trauma akibat pembullyan bisa dengan beberapa cara yang mendasar di bawah ini:

A. Merubah Kondisi Lingkungan 

Ketakutan terbesar korban bullying adalah Ketika ia akan memulai Hidup di lingkungan yang baru, biasanya mereka akan cenderung tertutup dan doktrin yang ada dalam pikiran mereka adalah 'Jika saya melakukan sesuatu maka saya akan dibully' Pola pikir ini lah yang harus di ubah dan dibangun kembali pola pikir yang positif serta optimis, maka Lingkungan ia berada harus bisa Membuat kondisi Lingkungan nya kondusif serta Membuat bahwa sang korban Merasa di terima di lingkungannya

B. edukasi yang intensiv tentang cara Penanganan Emosi serta Kejiwaan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun