Saumiman Saud
Saumiman Saud Pendeta

Coretan di kala senja di perantauan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Berita Gugat Cerai Ahok seperti Gelegar Halilintar

12 Januari 2018   01:11 Diperbarui: 13 Januari 2018   03:20 1412 1 0
Berita Gugat Cerai Ahok seperti Gelegar Halilintar
Foto : (KOMPAS.com/ Kurnia Sari Azizah)

Para pendukung Ahok dibuat kaget dan bingung serta bertanya-tanya, karena tiba-tiba seperti gelegarnya halilintar saja ada berita bahwa Ahok mengugat cerai isterinya Veronica. Hampir semua kalangan tidak percaya akan berita ini. Rata-ratanya menyebut sebagai berita Hoax, mungkin karena sudah terlalu banyak berita Hoax yang kita terima belakangan ini.

Para pembenci Ahok sendiri juga tidak percaya akan hal ini karena mereka menganggap pastilah ini semua karena politik pilkada dan pilpres, lalu berita ini untuk mengalihkan issue.  Lalu muncul issue lain yaitu penafsiran yang menjurus ke fitnah, ada yang bilang pastilah ada hubungan dengan harta kekayaan, karena masalah Sumber Waras, Ahok dituduh mau menyelamatkan kekayaannya sehingga menggugat cerai isterinya, sehingga hartnya bisa diselamatkan.  

Ada lagi issue keluarga Ahok merasa tertekan dan terancam sehingga Ahok mau tidak mau ceraikan isterinbya,  supaya menjaga keselamatan mereka. Ada pula yang lebih ekstrim mengatakan karena isteri Ahok Veronica tidak mau Ahok masuk ke politik lagi, sementara Ahok mau kembali di dunia politik maka harus bercerai, dan satu lagi yang tidak kalah ekstrimnya, Ahok dikatakan mau ganti Agama supaya masuk dalam kancah pilkada.

 Berita Ahok meggugat cerai isterinya semakin misterius apalagi tatkala ada banyak group di media sosial yang berusaha menjadi diktektif atau wartawan amatir menyelidiki kebenaran kabar ini. Website, koran, dan televisi juga telah memuat berita ini, namun tetap saja tidak dipercayai oleh masyarakat.

Bantahan berita via WA ntah benar atau Hoax juga banyak yang muncul, ditambah lagi ada issue bahwa ada orang ke tiga yang mengganggu rumah tangga mereka, termasuk dimunculkan foto seorang pria ganteng yang konon dia adalah seorang pengusaha. Nah uniknya para pendukung Ahok tetap saja tidak percaya, bahkan beberapa teman mengeluh sempat terjadi kesalahpahaman di dalam group-group diskusi media sosial, karena yang mempostingkan berita Ahok disebut mempostingkan berita Hoax.

Atau seperti biasa, di dalam group diskusi seperti ada ketua geng yang sok ngatur, sehingga gara-gara berita Ahok sempat ada benturan-benturan. Demikianlah berita-berita Ahok yang menarik ini senantiasa mewarnai dan membuat netizen itu sibuk di awal tahun 2018.

 Mereka yang mengaku pengacara Ahok awalnya juga membantah sebuah surat Ahok Menggugat cerai yang beredar, dan dilanjutkan dengan pengakuan bahwa sebenarnya benar adanya Ahok memasukkan surat gugatan cerai yang tentunya membuat para pendukung Ahok yang pengin mendapat kebenaran berita ini semakin bingung dan penasaran. Para pendukung Ahok yang begitu kagum dengan kepiawaian kerja Ahok sebagai Gubernur DKI priode lalu tidak pernah sirna walau Ahok berada di rumah tahanan. Namun kali ini ada berita miring dari Ahok tentu sangat sulit diterima oleh mereka.

 Tidak ada petunjuk dan tanda-tanda Ahok dan keluarganya hendak memberikan klarifikasi kebenaran berita ini secara resmi. Lagi pula rasanya tidak perlu mengklarifikasi berita semacam ini. Namun khusus untuk Ahok ini beda, dia itu sebagai sosok public figure yang sudah dikagumi banyak orang, jadi gerak gerik termasuk kehidupan Ahok tentu pengin diketahui orang banyak. Dari media laman facebook anak Ahok yang tertua kemudian muncul sedikit indikasi jika ada sesuatu yang terjadi dalam keluarga mereka walaupun tidak dimunculkan dengan terus terang. Salah satu time line anaknya berbunyi : Having someone to Love is FAMILY. Having somewhere to go is HOME. Having both is a BLESSING. Tulisan anaknya ini mendapat respon dan share dari ribuan orang, yang banyak berisi nasihat dan pesan agar anaknya ini membujuk papa mamanya supaya rukun kembali.

Kemudian juga ada selebaran file yang berisi surat Ahok tertanggal 6 Januari 2018 beredar pula yang isinya di duga curhatan hati Ahok yang kira-kira bunyinya demikian. Ahok mengatakan bahwa   dalam pernikahan ada satu kata jangan pernah diucapkan yakni "cerai"! Ketika Yesus ditanya tentang perceraian, begitu tegas jawabanNya: "Tidak boleh ada perceraian kecuali berzinah". Apa yang terjadi jika perempuan yang terus menantang bercerai dan prianya tidak terima? Atau diterima kemudian perempuannya batalkan karena melihat prianya.

Ini menjadi buah simalakama, tidak mau cerai tetapi mengancam cerai setiap kali ada bukti hubungan dengan pria lain. Inilah posisi yang sulit untuk pria bertahan tidak cerai, artinya "tutup mata" dengan pertemanan khusus dengan pria lain. Cerai dianggap egois (anak-anak bisa dipengaruhi seolah pria tidak sayang keluarga karena menceraikan ibunya?).

Satu lagi yang tidak pernah boleh lakukan, menantang Tuhan untuk buktikan masih ada hubungan dengan pria/perempuan lain. Tuhan pastikan akan dibukakan setelah sampai ke titik yang tidak mungkin kembali barulah sadar? Atau melindungi kepentingan sendiri dan prianya? Bukankah mudah untuk perempuan melepaskan pria "teman baiknya" jika suami sudah tahu dan maafkan. Setiap miss call saja, jika tidak mau lapor dan ketahuan namanya masih terus hubungan. Surat itu ditutup dengan ayat Alkitab Roma 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 

Nah jika dugaan ini dianggap benar maka dari indikasi surat di atas nampaknya bahwa rupanya benar seperti ada indikasi pihak ke tiga, namun hal ini tetap merupakan penafsiran saja, yang kebenarannya hanya Ahok dan Veronica dan orang-orang tertentu yang tahu. Dari tulisan tangan Ahok ini jelas sekali bahwa Ahok tahu akan kebenaran firman Tuhan, dan penulis yakin sekali ia sudah mempertimbangkan dengan matang dengan alasan dan fakta yang logis. Namun begitu sayangnya para pendukungnya sampai ada yang  membuat petisi meminta Ahok mencabut gugatan cerainya, sepertinya hal seperti ini baru pertama terjadi di dunia.

Coba perhatikan dengan seksama, yang luar biasa dari kasus berita rumah tangga Ahok dan Veronica ini yang kedua-duanya terus terang cukup dikagumi oleh para pendukung Ahok membuat mereka sedih, bahkan ada pendukung yang menangis, mereka tidak bisa dan tidak pernah membayangkan mengapa hal ini bisa terjadi dalam keluarga Ahok.

Mereka pada lupa bahwa Ahok dan Veronica itu adalah sebenarnya adalah manusia biasa, mereka bisa salah, mereka bisa marah, mereka bisa jatuh. Benar usia pernikahan mereka sudah 20 tahun, namun tetaplah mereka manusia biasa yang bisa terjerumus dalam godaan dan pencobaan. Satu hal yang menarik adalah hingga hari ini, para pendukung Ahok tidak mempersalahkan Ahok maupun Veronica atau bahkan membullynya.

Sebagai penutup, walau secara manusia kita tidak bisa mencegah dan mencampuri urusan pribadi Ahok dan Veronica untuk masalah perceraian ini, karena ini hak mereka dan kepentingan mereka juga, makanya jikalau sudah tiba pada batas ini, kita sebagai orang luar tidak dapat berbuat apa-apa lagi, semua ini hanya tergantung pada Ahok dan isterinya Veronica.

Jika hari ini untuk masalah gugatan cerai Ahok menjadi trending topik yang menggegerkan para pendukung Ahok bahkan pembencinya di dunia, itu karena dia adalah seorang tokoh, idola, profi; yang sangat dikagumi dan disegani.  Penulis yakin bahwa para pendukung Ahok itu sangat berharap agar berita itu tidak benar dan keluarga Ahok itu rukun kembali dan utuh, apalagi mengingat ke tiga orang anaknya yang masih remaja.

Namun jika berita itu benar, memang perlu proses, dan sesuai iman kepercayaan Agama, maka kita hanya menyerahkan secara total persoalan ini kepada Tuhan, dan selanjutnya dibarengi dengan pertobatan, pengampunan, penerimaan, dan cinta kasih dari dua belah pihak; demikian juga pihak-pihak yang mengganggu harus disingkirkan.  Kelembutan hati mereka berdua sangat diperlukan dan penerimaan diri apa adanya.

Teriring doa, semoga kita mendengar berita gembira tentang keluarga Ahok dalam waktu dekat ini. "Demikian mereka bukan lagi dua melainkan satu. Karena itu, apa yang telah  dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19 : 6)  Kiranya kasus keluarga Ahok ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi setiap keluarga, mungkin belum telat untuk kembali saling lebih mengasihi dan setia. (SS)