Mohon tunggu...
Saumiman Saud
Saumiman Saud Mohon Tunggu... Pemerhati

Coretan di kala senja di perantauan

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Hidup yang Bermanfaat vs Dimanfaat

1 Agustus 2015   08:08 Diperbarui: 12 Agustus 2015   06:01 0 1 1 Mohon Tunggu...

 

 

"Jadikanlah kehidupan yang bermanfaat, bukan yang dimanfaatkan orang."

Bila kita boleh dan diperkenankan hidup di dunia ini, maka hal ini merupakan anugerah Tuhan. Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan kita ini diberi akal dan pikiran, maka kita harus selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Manusia merupakan ciptaan-Nya yang paling tinggi dibandingkan ciptaan lainnya, itu sebabnya maka manusia yang diberi hak oleh Tuhan menguasai ciptaan lainnya, bukan ciptaan Tuhan lainnya yang menguasai kita. Oleh sebab itu binatang dan tumbuh-tumbuhan dibedakan karena mereka tidak diberikan akal dan pikiran seperti manusia. Manusialah ciptaan Tuhan yang sempurna.

Sebagai ciptaan yang sempurna ini maka tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan itu merupakan penentuan dari Tuhan, namun kehidupan kita “menjadi manfaat” atau “tidak bermanfaat” adalah pilihan. Apabila seseorang menaruh kehidupannya untuk dimanfaatkan orang lain maka itulah yang disebut dengan kepasraan diri.

Bila kita ingin kehidupan ini menjadi manfaat bagi orang lain maka hidup, sikap dan karakter kita harus lebih positif dengan demikian orang-orang sekitar boleh merasa adanya manfaat karena kehadiran anda. Kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain tidak selalu harus berupa memberi materi atau uang, namun kita dapat juga memberi berupa nasihat, inspirasi dan motivasi. Sebaliknya kehidupan yang tidak bermanfaat bagi orang lain boleh juga disinonimkan dengan kehidupan yang merugikan orang lain. Kadang di dalam pergaulan ada teman-teman yang suka menghindari kita, atau berusaha menjauh dari kita. Tentu kasus seperti ini ada sebab musababnya.

Ada teman yang hanya berpikir tentang keuntungan atas dirinya saja, sehingga muncul istilah "jikalau tidak ada kepentingan maka ia tidak mencari saya" . "Jikalau ia lagi pesta saya dilupakan" Jikalau ia lagi suka-cita saya pun ditinggalkan" , lalu pada saat kesulitan datang, maka orang tersebut hadir di depan mata kita. Model teman yang demikian adalah model teman yang egois, mau enak sendiri saja.

Teman yang sejati adalah teman yang pada waktu kita susah dan sulit serta mengalami berbagai permasalahan ia senantiasa mendampingi kita. Jikalau pada waktu kita sukses, kaya memiliki banyak teman itu hal yang sudah biasa, karena semua orang dapat melakukan hal itu, tetapi pada waktu kita dalam kesulitan dan masih ada teman-teman yang bersedia menemani maka hal ini yang luar biasa.

Berteman dengan orang yang sedang mengalami kesulitan bukan hal yang gampang, tetapi di sini kita perlu yang namanya kasih, sabar , korban perasaan, rugi dan benar-benar ingin hidup bermanfaat bagi teman tersebut. Orang yang benar-benar ingin hidupnya bermanfaat bagi orang lain memiliki ciri khas sensitif dan ringan tangan suka menolong, tidak memperhitungkan laba-rugi. Ia gampang menolong dan begitu sensiti memperhatikan kesulitan orang. Beda dengan teman yang egois tentunya, “lebih banyak ngomong dari pada tolong”. Itu sebabnya orang tersebut diberi istilah NATO , No Actian Talk Only. Celakanya orang-orang yang cepat tanggap sensitif menolong dan care ini sering dimanfaatkan orang. Makanya tidak heran orang-orang ini sering gampang tertipu di dalam sosial media. Belakangan kita sering mendengar orang dimanfaatkan oleh segerombolan team atau geng yang special memangsa korbannya melalui Facebook, Blackberry Massanger, atau WhatsApp. Contohnya “ Mama minta pulsa” “Dapat hadiah dari ratusan juta” dan sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x