Mohon tunggu...
Sari Wardani
Sari Wardani Mohon Tunggu... Konsultan - Indonesia

Seni itu bukan sekedar cantik, indah, ataupun unik. Karena seni itu tidak terdefinisi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Apa Makna Merdeka?

15 Maret 2018   20:54 Diperbarui: 15 Maret 2018   21:02 112 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Didalam suatu negara yang sudah merdeka, pasti terdapat sejarah yang tidak terhitung nilainya. Sejarah akan siapa saja yang ikut serta membangun, sejarah akan siapa yang berkontribusi dalam memberikan keruntuhan, atau hanya sekedar pihak yang ikut serta dalam hasutan oleh yang mempunyai tujuan untuk meruntuhkan. Sejarah sampai kapanpun akan tercatat dan tersimpan rapi dalam setiap album yang akan dihiasi. Setelah suatu negara dikatakan merdeka, maka setiap bangsa yang hidup didalamnya juga akan berjuang untuk merdeka. 

Merdeka dari segala macam perbudakan dan perlakuan semena-mena. Bangsa yang merdeka akan selalu mempunyai dunia yang luas, bukan dunia yang terkotak-kotak oleh pihak yang berkepentingan. Bukan juga bangsa yang hanya sebuah formalitas dalam catatan. Bangsa itu manusia yang diciptakan tuhan, yang disepakati dalam sebuah aturan bahwa bangsa mempunyai hak yang pantut dihargai dan patut diberikan. Suatu negara bisa menuntut bangsanya untuk melakukan hal terbaik bagi negara, tetapi bukan berarti merampas dan mengambil yang seharusnya tidak diambil.

Hidup bangsa itu tidak cukup dengan cerita bagaimana seratus batu bata yang dibangun dan setelah itu disampingnya ada seribu batu bata yang dihancurkan, karena sudah dipastikan bahwa seratua batu bata itu akan ikut hancur atau hanya tinggal beberapa saja yg masih utuh. Semua yang pernah hancur itu akan kembali berdiri kokoh tetapi melalu proses yang lebih lama. Proses dimana menemukan setiap keping yang tercecer dibanyak tempat, dan pada tempat2 itulah setiap keping luka akan tinggal. Tempat yang sebelumnya orang tak pernah tahu bahwa ada bagian luka orang disekitarnya. 

Merdeka itu bukan sekedar bisa mengungkapkan pendapat, tetapi merdeka itu bagaimana kebebasan akan memiliki hak individu bangsa. Suatu bangsa memang semestinya diatur oleh negara, dan itu bukanlah suatu kesempatan bagi negara untuk menjadikan bangsa itu seperti boneka yang setiap saat bisa diperlakukan semaunya, diletakkan dan di injak sesukannya, dijadikan pelampiasan akan semua beban tanpa berpikir bangsa adalah seorang manusia yang mempunyai hati dan perasaan. Saat suatu negara membuka seratus jendela agar bangsanya bisa melihat dunia, dan saat itu juga menutup rapat pintu gerbang utama dunia maka saat itulah semua definisi kata merdeka semakin diperjelas. 

Bangsa yang dididik dengan keras dan otoriter juga tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan sikap bangsa yang sama seperti bagaimana selama hidupnya ia dibentuk. Namun, ada apalagi didalam suatu negara yang seperti ini? Yang pasti didalam negara yang seperti ini juga terdapat bangsa yang memang dikehendaki untuk merdeka, menjadikan sebuah simbol keagungangan untuk negara dan bangsa itu. 

Bangsa yang diagungkan karena suatu pandangan yang berbeda. Bangsa yang selalu diberi pintu dan sarana untuk selalu melihat dunia, bangsa yang selalu diberi kesempatan untuk mengenal bangsa lain. Bangsa yang diletakkan diatas bangsa yang lain. Tanpa disadari bahwa untuk mengokohkan satu bangsa, dibutuhkan satu keruntuhan bangsa. Untuk membuat satu bangsa bisa melihat dunia, maka butuh satu bangsa yang diambil dan dirampas dunianya.

Negara dan bangsa dalam hal ini adalah sebuah kiasan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan