Mohon tunggu...
Hb. Sapto Nugroho
Hb. Sapto Nugroho Mohon Tunggu... Administrasi - Hidup ini adalah Pikink ( Selalu senang dan bersyukur ), sementara tinggal di Tokyo

senang berbagi cerita

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Taksi Kendaraan Penyelamat?

27 Januari 2012   05:36 Diperbarui: 25 Juni 2015   20:24 585
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salah satu taksi yang menerima pembayaran dengan kartu kredit(foto : sapto nugroho )

Waktu itu jam 2 malam, tapi si jabang bayi sudah mau lahir. Tidak ada jalan lain kecuali memanggil taksi untuk mengantar istri sampai rumah sakit. Kejadian semacam itu sering terjadi, taksi menjadi suatu penolong di saat angkutan umum yang lain tidak ada. Dari sisi ini, sebetulnya sopir taksi ada suatu rasa "kebanggaan" yaitu bisa membantu atau menolong penumpang. Tidak hanya saat melahirkan, tapi di saat kritis karena penyakit atau kecelakaan, maka taksi sering menyelamatkan nyawa orang. Satu pengalaman lagi, saat lupa bawa dompet atau duit habis untuk naik bis maka naik taksi bisa merupakan jalan terbaik karena bisa bayar belakang artinya bayar saat sampai di rumah dan saat di perjalanan jangan lupa telpon orang yang di rumah untuk menyiapkan jumlah uang tertentu. [caption id="attachment_166592" align="aligncenter" width="650" caption="Salah satu taksi yang menerima pembayaran dengan kartu kredit (foto : sapto nugroho )"][/caption] Taksi di Tokyo ( Jepang ) Di Jepang banyak perusahaan taksi dengan berbagai warna mobilnya.  Baik warna hitam atau hijau atau warna lain semua harganya sama. Jadi naik taksi dengan tipe mobil bagus juga sama.  Harga sewaktu naik pertama adalah 710 yen.  Harga ini untuk 2 km pertama. Kemudian setelah 2 km, berangsur angsur harga akan naik sesuai dengan yang tertunjuk di argometer. Pertambahan harga setiap 274m sebesar 80 yen, atau gampangnya setiap 1 km tambah sekitar 300 yen.  Akan tetapi jika keadaan jalan macet, maka argometer tidak hanya menghitung jarak yang ditempuh tetapi menghitung waktu. Dalam keadaan diam harga akan naik 80 yen setiap 2 menit.  Jadi jangan heran kalau mobil diam tapi harga naik. Suatu service lagi,  beberapa taksi sudah bisa menerima pembayaran dengan kartu kredit ( kartu kredit ). Jenis taksi ini biasanya di atap mobil ada tulisan : "Credit Card". Di jaman internet atau jaman teknik komunikasi nir kabel sekarang ini maka pembayaran dengan kartu  sangat mungkin. Bersamaan dengan teknologi ini, maka hampir semua taksi dilengkapi dengan "Navigation TV", atau alat penunjuk jalan.  Dengan sistim navigasi yang ada ini maka penumpang juga akan tenang, serta sopir juga jadi tahu kemana harus lewat.  Sistem navigasi selalu mengambil route atau jalan terdekat.  Jadi tidak ada sama sekali maksud untuk "memutar-mutar" penumpang sehingga menjadi mahal ongkos taksinya. Kalaupun tidak ada alat sistem navigasi, janganlah kawatir biasanya sopir taksi sudah hafal daerah sekitar dan selalu bawa map atau peta. Tidak pernah menolak dan tarif malam hari Sopir taksi di Jepang tidak pernah menolak penumpang. Tujuan yang dekatpun dia mau antar, artinya ongkos tidak lebih dari 710 yen pun dia mau.  Perlu diingat untuk malam hari, yaitu di atas jam 11 malam maka dikenakan tarif larut malam yaitu naik 30% dari harga siang hari. Perhitungan ini sudah otomatis dimasukan dalam alat ukur argometer. Sopir taksi sangat menghargai penumpang dan sopan. Semua sopor taksi menggunakan sarung tangan berwarna putih serta mengenakan topi. Selain itu baju yang dipakaipun baju sragam.  Tidak hanya pria, kadang kita temui juga sopir taksi wanita. Tips sebaiknya naik taksi Taksi memang kendaraan "penyelamat" jika daerah yang kita tuju tidak ada kendaraan umum seperti bis atau kereta.  Kalau pergi sendirian maka cari pilihan naik bis atau kereta. Akan tetapi jika anda pergi bertiga atau berempat kadang akan lebih hemat uang atau waktu jika naik taksi. Misalnya ke suatu tujuan tertentu dengan naik bis tiap orang membayar 200 yen.  Harus nunggu jadwal bis dan tidak bisa berhenti di tempat tujuan. Di saat ini jika pergi bertiga/empat naik taksi lebih bagus.  Selain bisa lebih murah juga lebih cepat sampai ke tempat tujuan. Akhirnya memang pilihan kita mau naik apa musti dilihat : mau kemana dan berapa orang.  Dari berapa orang itu dilihat ada anak2 atau orang tua tidak. Kalau naik taksi dan naik bis/kereta tidak jauh berbeda maka taksi bisa merupakan pilihan yang tepat. Catatan khusus taksi di Jepang Kalau anda mau naik taksi di Jepang harus hati2, bukan berarti banyak penjahat atau copet. Akan tetapi hati2 terhadap pintu masuk taksi. Kalau ada penumpang mau naik taksi, pintu belakang taksi akan terbuka secara otomatis, jadi jangan berdiri terlalu dekat dengan pintu belakang bisa2 nanti kena pintu yang terbuka. Setelah naik taksipun, jangan repot2 menutup pintu belakang karean sopir seandainya sudah tahu arah kemana pergi akan menutup pintu belakang itu.  Kalau anda pergi berempat dan ada yang baik didepan, maka pintu harus dibuka dan ditutup sendiri. Yang duduk di depan harus menggunakan seat-belt ( sabuk pengaman ). [caption id="attachment_166594" align="aligncenter" width="650" caption="Pintu belakang akan terbuka sendiri (foto : sapto nugroho )"]

Pintu belakang akan terbuka sendiri (foto : sapto nugroho )
Pintu belakang akan terbuka sendiri (foto : sapto nugroho )
[/caption] Di Jepang tidak ada istilah "sistem borongan" atau tanpa argometer. Kalau semua sopir taksi sadar bener bahwa pekerjaan mereka adalah "penyelamat" atau menolong orang yang mungkin saja tergesa2 karena sesuatu hal, maka sebetulnya tidak akan pernah menolak. Memang jiwa pelayanan sangat harus dipunyai. Salam

Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun