Mohon tunggu...
Inovasi

Isu-isu Mutakhir Jurnalisme Online di Indonesia

1 April 2017   07:39 Diperbarui: 1 April 2017   16:00 1902
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Media. Sumber ilustrasi: PIXABAY/Free-photos

Perkembangan media massa di era Globalisasi saat ini sangatlah berkembang pesat. Bermula dari media cetak hingga ke media online. Dunia online semakin meningkat dengan adanya situs-situs berita, baik berita dari wartawan profesional maupun berita dari warga. Dari sini terlihat internet sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita, dengan adanya internet kita dapat bertukar informasi dengan fakta – fakta yang sudah ada dengan cepat dan mudah.

Dengan adanya hal tersebut lahirlah jurnalisme warga atau sering dikenal dengan citizen journalism. Citizen Journalism ini menyajikan berita dengan sudut pandang baru yaitu sudut pandang masyarakat atau orang awam. Disini masyarakat bukan lagi menjadi objek pemberitaan, melainkan sekaligus menjadi subjek dari proses jurnalisme itu sendiri.

Masalah dalam Jurnalisme Online

Namun Citizen Journalism terkadang dianggap jurnalisme yang kurang serius atau kurang dipercaya. Jurnalisme yang dikembangkan oleh masyarakat itu sendiri mempunyai pertanyaan soal validitas, data – data atau fakta – fakta yang belum terverifikasi dan bisa saja tidak dianggap valid karena hal tersebut. Masalah tersebut menjadi masalah dalam media online karena, dalam media ini mengutamakan sekali kecepatan menyampaikan informasi.

Kecepatan dalam media online ini dapat membawa masalah tersendiri. Kecepatan dalam produksei berita, berpotensi membuahkan pelanggaran kode etik jurnalisme. Apalagi Citizen Journalism kurangnya memahami soal kode etik jurnalisme. Terkadang demi mengejar kecepatan, data yang diberitakan terjadi kesalahan, menyajikan atau memberitakan sebuah berita yang kurang etis dan kurang relevan bagi sesama masyarakat.

Padahal kunci dari jurnalisme online ini adalah sama dengan berita – berita tradisional, yaitu akurasi, penulisan yang baik dan dorongan untung berinovasi ( Johnson, M dalam Quill, 2001: 10 – 13). Akurasi itu yang menjadi masalah dalam Citizen Journalism. Terkadang dengan atas nama keceppatan, seringkali berita – berita yang disiarkan atau dipublikasikan tayang tanpa adanya akurasi. Seperti berita mengenai Imana Amalia yang merupakan seorang WNI dan anggota UNRWA yang dilaporkan telah meninggal dunia akibat pergolakan politik di Mesir. Tetapi berita ituu tersebar tanpa ada verifikasi bahwa informasi itu benar atau tidak sedangkan, Citizen Journalismhanya mengutip informasi yang dirilis laman group Facebook Science of Universe.

Atas nama kecepatan, media seolah tak memperdulikan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. Dalam Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) pasal 3 tertulis, “Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah” (Buku Panduan UU Republik Indonesia tentang Kode Etik Jurnalistik).

Dengan adanya fenomena yang terjadi di era Globalisasi ini, prinsip – prinsip jurnalisme online di Indonesia mulai luntur, yang seharusnya ditaati tetapi semuanya dihiraukan seiring dengan perkembangan Citizen Journalism yang bebeas siapapun dari golongan apapun dapat berpartisipasi. Sehingga, adanya para Citizen Journalism tidak memegang prinsip – prinsip layaknya wartawan profesional, yang hanya memikirikan kecepatan berita itu dipublikasikan dan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu agar membuat beritanya yang menjadi paling teraktual. Inilah terkadang membuat para pembaca kurang percaya terhadap keakurasian sebuah pemberitaan media online.

Padahal seharusnya seorang wartawan itu tidak lepas dari sembilan elemen:

1.Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran.

2.Loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada warga masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun