Mohon tunggu...
Semprianus Mantolas
Semprianus Mantolas Mohon Tunggu... Jurnalis - Pecandu Kopi

Baru belajar melihat dunia, dan berusaha menyampaikannya melalui simbol (huruf)

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Corona Bukan Pandemi, Corona Adalah Cara Alam Memperbaiki Kerusakan Akibat Manusia

30 Maret 2020   03:11 Diperbarui: 30 Maret 2020   04:20 978
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi/ foto: kompas.com

Sementara Indonesia sendiri, dari laporan CNN, telah ada 1.285 orang yang positif, 114 orang meninggal dunia dan 64 pasien dinyatakan sembuh.

Bumi Overquota?

Salah satu organisasi yang menaungi seluruh negara di dunia yakni PBB memperkirakan, kurang lebih ada sekitar 7,6 miliar penduduk Bumi saat ini. Angka ini diperkirakan akan terus meninggkat hingga 9,8 miliar di tahun 2050. Bahkan  akhir abad ini, proyeksi dari PBB, jumlah penduduk di bumi akan mencapai 11,2 miliar.

Perlu diketahui, total wilayah yang saat ini kita (manusia) huni di bumi luasnya kurang lebih adalah 3%. Sementara 35% hingga 40% daratan bumi adalah wilayah pertanian yang berfungsi sebagai sumber pangan. Sementara sisanya adalah wilayah yang tertutupi oleh es dan lautan.

Lahan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk dunia saat ini, menurut penelitian yang dilakukan di Stanford University, yakni antara 2,7 juta hektare dan 4,9 juta hektare. Sedangkan total wilayah yang cocok untuk tanaman pangan sebesar 445 juta hektare. (Lihat laporan BBC)

Tatkala jumlah penduduk terus bertambah, maka yang dikhawatirkan adalah ketersediaan lahan pangan. Tata kelola lahan pertanian ini kaitannya dengan apa yang kita makan, bagaimana kita menanam tanaman pangan, dan bagaimana kita akan memproses sumber pangan tadi jadi makanan.

Para peneliti memperkirakan, dengan adanya kenaikan permintaan akan pangan, biofuel, industri kehutanan, dan sebaran urbanisasi, cadangan lahan yang ada tersebut akan terkena dampaknya. Lahan yang tersisa akan habis terpakai pada 2050.

Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia

Pada Maret 2019 lalu, warga Filipina dibuat heboh dengan penemuan bangkai paus raksasa di tepian pantai. Kehebohan ini semakin menjadi, setelah diketahui dalam perut paus tersebut terdapat kurang lebih 88 pon atau 39,9 kg sampah plastik.

Beberapa sampah plastik tersebut diantaranya adalah 16 kantong beras, 4 tas model pisang serta plastik-plastik belanjaan.

Bahkan dalam laporan Ocean Conservancy and the McKinsey Center for Business and Environment pada tahun 2015, setidaknya ada lima negara di Asia yang menyumbang sampah plastik terbanyak yakni mencapai 60%. Kelima negara ini adalah Cina, Indonesia, Filipina, Vietnam dan Thailand.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun