Mohon tunggu...
Sule Maarif
Sule Maarif Mohon Tunggu... Check out Sule Maarif (@Sam35Arif): https://twitter.com/Sam35Arif?s=09

https://twitter.com/Sam35Arif?s=09

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Menerawang Terjadinya Koalisi Kedua Kubu

23 April 2019   19:46 Diperbarui: 23 April 2019   19:53 0 2 0 Mohon Tunggu...
Menerawang Terjadinya Koalisi Kedua Kubu
Tribunnews.com

Pilpres benar-benar memecah belah. Dan hingga seminggu pasca hari pencoblosan situasi masih panas mendidih. Dua kubu masih berlawanan layaknya kutub utara dan selatan. Saling serang dan adu argumentasi silih berganti. Sumpah serapah di media sosial menjadi hal yang biasa.

Masyarakat boleh terbagi dua, tapi negara harus tetap satu, Indonesia. Rekonsiliasi harus secepatnya diwujudkan.

Koalisi gila, seperti dalam judul cuma istilah spontanitas. Tidak pantas untuk menjadi sebuah nama. Tapi, gila disini konotasinya adalah luar biasa. Sebuah koalisi yang mempertemukan dua kubu yang berseberangan, yang tampak seolah-olah tidak mungkin, tetapi mungkin terjadi. Rekonsiliasi bisa terjadi demi Persatuan Indonesia. Dibutuhkan kebesaran jiwa dan sikap kenegarawanan.

Pilpres memang belum sepenuhnya usai. Real Count KPU masih berlangsung. Berdasar hitung cepat petahana berhasil menang suara terbanyak di kisaran angka 55 persen. Tetapi, Prabowo belum menyerah bahkan mengklaim memenangkan pemilihan dengan angka 62 persen. Tercatat sudah empat kali Prabowo melakukan deklarasi. Dengan dukungan pentolan 212 Prabowo begitu percaya diri.

Tetapi klaim Prabowo masih sepihak dan prematur. Bahkan para elit partai koalisinya pun tidak ada yang berani, tak satu pun kalimat klaim kemenangan dari jubir BPN kecuali narasi pemilu curang saja.

Sejak tahun 2004, hasil hitung cepat lembaga survei kredibel tidak pernah meleset. Penetapan Joko Widodo kembali menjabat presiden tinggal menunggu waktu saja.

Jika mau hitung-hitungan berdasar Hitung Cepat, selisih 10% itu sangat jauh. Hitungan kasarnya jika DPT 190 juta dan yang mencoblos 80% artinya ada 152 juta pemilih. Berarti sepuluh persennya adalah 15,2 juta. Gugatan dengan perbedaan 8 juta suara di 2014 saja tidak bisa dibuktikan di MK apalagi ini lebih besar dari itu.

Oke, santai saja, biarkan setiap tahapan pemilu terlewati dengan normal. KPU melakukan pengumuman, kemudian Prabowo gugat ke MK, KPU menang dan Jokowi dilantik MPR dan akhirnya Prabowo datang ke acara pelantikan.

Dan Alhamdulillah Pemilu berlangsung lancar dan aman. Namun hal tersebut syaratnya harus diwujudkan terlebih dahulu rekonsiliasi.

Upaya pertama sudah dilakukan, Jokowi mengutus Luhut Binsar Panjaitan untuk bertemu Prabowo. Dan kuncinya ada pada Prabowo.

Diyakini Hashim Djojohadikusumo sudah menerima. BPN dan partai koalisinya pun sudah pasrah. Cuma satu yang menjadi ganjalan, yaitu kelompok 212.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2