Mohon tunggu...
Salman Sembiring
Salman Sembiring Mohon Tunggu...

Your future lawyer, advocate, and legal adviser.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Selamat Hari Kemerdekaan atau Happy Independence Day?

18 Agustus 2015   10:12 Diperbarui: 18 Agustus 2015   10:12 1115 0 0 Mohon Tunggu...

 

“Tujuh  belas agustus tahun empat lima, Itulah hari kemerdekaan kita~”

Di hari kemerdekaan negara Indonesia ke-70 tahun, saya menemukan fenomena menarik dari beberapa teman yang berada di lingkungan saya. Dalam status media sosialnya, mereka memasang gambar, atau kata-kata yang berbunyi “Happy Independence Day Indonesia!”.

Dalam pandangan saya, mereka mencoba untuk mengekspresikan kegembiraan dari hari kemerdekaan dengan cara tersebut, yang mungkin dirasa bersifat modern. Dengan bahasa inggris, semua terdengar lebih keren. Ada pula yang mungkin memasangnya untuk menunjukkan bahwa kita yang berada di era globalisasi, maka memasang kata-kata kemerdekaan itu dengan bahasa inggris.

Tapi taukah kalian, bahwa dengan mengucapkan “Happy Independence Day” dibandingkan dengan “Selamat Hari Kemerdekaan” atau “Dirgahayu Indonesiaku”, adalah sebuah bentuk nasionalisme yang kurang tepat?

Coba kita ingat, pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari seluruh daerah nusantara berkumpul dan menyuarakan sumpah mereka, yang dikenal dengan sebutan “Soempah Pemoeda” isinya adalah:

Pertama, KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua, KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA,  MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga, KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.

Pada kalimat ketiga dari sumpah tersebut, disebutkan jelas bahwa bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia. Bukan bahasa belanda, bahasa inggris, bahasa melayu, bahasa jawa, atau bahasa lainnya.

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang diperjuangkan oleh leluhur kita dalam rangka meraih kemerdekaan. Bahasa Indonesia dengan sangat ajaib dapat mempersatukan kita dalam suatu ikatan bangsa, coba bayangkan, ketika orang Aceh bertemu dengan orang Papua, mereka tidak akan bisa berkomunikasi jika tidak menggunakan bahasa Indonesia. Begitu pula orang Batak dengan orang Jawa, dan suku yang berbeda jika mereka saling bertemu. Oleh karena itulah, bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa “Persatuan”. Kalimat proklamasi yang menyatakan secara tegas kita merdeka dari segala bentuk penjajahan, ditulis dan dibacakan dalam bahasa Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x