Mohon tunggu...
Muhammad Salman Alfarizi
Muhammad Salman Alfarizi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Tingkat Akhir di jurusan Pendidikan Geografi S1, Universitas Pendidikan Indonesia.

Halo! Perkenalkan saya adalah mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia. Selain berolahraga, menulis juga merupakan salah satu kegemaran saya. karena memang sebagai mahasiswa selalu disibukkan dengan deretan tugas-tugas yang menunggu untuk dikerjakan. Tak jarang juga, kebanyakan jari mahasiswa itu gede-gede bahkan ada ototnya -Bercanda. Saya mempelajari bidang pendidikan geografi meliputi fenomena yang ada di geosfer, yaitu atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Keutamaan Membaca Buku dan Cara untuk Mulai Menyukai Membaca

23 Juli 2021   22:23 Diperbarui: 23 Juli 2021   23:15 72 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Keutamaan Membaca Buku dan Cara untuk Mulai Menyukai Membaca
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Seberapa pentingkah membaca?

Menurut Hittleman yang memberikan pengertian dari bukunya yang berjudul Reading in a Changing World, membaca adalah proses verbal yang saling terkait dengan berpikir dan dengan semua kemampuan komunikasi lainnya -- mendengarkan, berbicara, dan menulis". Membaca secara khusus adalah proses merekonstruksi dari pola-pola tercetak pada halaman ide dan informasi yang dimaksudkan oleh penulis.

Kebiasaan membaca dapat melatih pikiran kita dalam mencerna informasi secara lebih tajam. Membaca juga bisa membuat kemampuan imajinasi menjadi lebih kompleks. Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik dan UNESCO menyatakan bahwa jumlah masyarakat yang memiliki minat membaca hanya 1:1000, artinya ada 1000 penduduk Indonesia hanya satu orang saja yang berminat baca. Minat terhadap membaca ini perlu ditanam ulang untuk dapat mengejar ketertinggalan pendidikan kita.

Terdapat istilah bahwa buku adalah jendela dunia. Hal itu tentu saja, karena buku memiliki isi yang menakjubkan untuk di eksplorasi. Didalamnya ada berbagai sumber informasi yang dapat membuka wawasan kita terhadap banyak hal. Buku juga menyediakan setiap topik untuk kita pelajari seperti ilmu pengetahuan, geografi, sosial, ekonomi, budaya, politik maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Dalam kitab suci Alquran pun kita diwajibkan untuk membaca agar memperoleh petunjuk dengan berfikir.

Dr. C. Edward Coffey peneliti dari Henry Ford Health System, membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku seseorang akan terhindar dari penyakit "Demensia". Demensia adalah penyakit saraf dengan gejala membuat seseorang menjadi pikun. Aktivitas membaca dapat menumbuhkan dendritit sebagai lapisan penyangga yang melindungi dan mengamati perubahan sel-sel otak. Dendritit adalah salah satu komponen sel saraf otak atau neuron. Membaca buku juga dapat menstimulasi otak untuk menciptakan dunia sosial dalam pikiran. Pada sebuah penelitian di University of Toronto menyebutkan bahwa dengan melakukan aktivitas membaca buku fiksi secara rutin akan menambah nilai empati yang ada di dalam diri seseorang.

Di era kemajuan IPTEK sekarang ini, perilaku masyarakat terhadap membaca cenderung mengalami perubahan. Hampir semua pengguna smartphone lebih asik membaca melalui media sosial (WhatsApp, Twitter, Instagram, Facebook dan sejenisnya). Malcolm Gladwell (2013) dalam bukunya "The Tripping Point" menyampaikan hasil riset yang menyimpulkan bahwa di era Information Technology, membaca melalui buku tetap lebih efektif dibanding membaca melalui e-book atau selain buku konvensional". Ada rasa kepuasan tersendiri ketika kita menyelesaikan jumlah bacaan dengen skala yang banyak. Selain itu juga, setiap bacaan yang ada dalam buku lebih mudah diresapi dan memiliki makna lebih mendalam.

Membaca perlu ditekankan kepada individu sejak kecil. Sejak anak lahir, secara alamiah kemampuan mengingatnya terhadap suatu hal akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam perkembangan kognitifnya. Pada saat mereka memasuki usia sekolah perkembangan ingatan tersebut membentuk sistem memori yang berjalan beriringan dengan tumbuhnya kesadaran. Pengalaman-pengalaman yang berkesan akan diingat oleh anak sehingga membentuk karakter dirinya. Pembiasaan membaca sejak kecil diperlukan agar anak dapat mengembangkan kemampuan kognitifnya.

Sayangnya perkembangan digital menimbulkan tantangan yang menuntun anak secara perlahan meninggalkan kebiasaan membaca. Pengaruh gawai yang sudah seperti magnet lebih menarik perhatian anak-anak dari pada buku. Disinilah peran orang tua untuk lebih komitmen dalam memberikan pendidikan pada anak. Terlebih disituasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, interaksi antara anak dengan orang tua seharusnya bisa lebih dimaksimalkan. Orang tua harus lebih memperhatikan kegiatan yang dilakukan anak agar lebih terkontrol dan memberikan aturan yang ketat terhadap penggunaan smartphone.

Bagaimana agar suka membaca?

             Bagi sebagian orang membaca adalah kegiatan yang cukup berat untuk dilakukan. Rasa ingin untuk membaca sering kali terhalang oleh gangguan sifat malas yang tiba-tiba muncul. Ketika dipaksakan membaca pun, apabila terdapat gangguan sedikit saja seperti suara yang berisik sering kali membuat fokus kita menjadi buyar. Kadangkala ketika kita menatap orang yang gemar membaca akan muncul perasaan iri mengapa kita tidak bisa seperti ini. Orang-orang yang memiliki konsentrasi tinggi dalam membaca selalu konsisten terhadap bacaannya. Bagaimana mereka begitu tergila-gila terhadap buku? Dan sering kali menyelipkan buku mereka ke dalam tasnya untuk kemudian dibacanya kembali. Berikut ini merupakan beberapa cara untuk menyukai kegiatan membaca.

  • Timbulkan minat, bila perlu paksakan!

Memulai membaca sering kali dihadapkan dengan godaan dengan rasa malas yang tinggi. Kamu bisa mulai membaca dengan memaksakan diri kamu untuk mengambil buku apapun untuk kamu baca. Kamu juga bisa membaca sesuai minat yang kamu inginkan saat itu. Rasa penasaran terhadap suatu hal akan memotivasi kamu untuk mencari lebih dalam informasi tersebut. Bila perlu kunjungi toko buku agar bisa lebih mendekatkan diri ke dunia bacaan.

  • Ciptakan Suasana Yang Nyaman

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN