Mohon tunggu...
Sahrul Ramadhan Amry
Sahrul Ramadhan Amry Mohon Tunggu... -

Penikmat kopi Penggiat Politik, sosial dan budaya

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Masyarakat dan Revolusi Industri 4.0

24 Maret 2019   02:56 Diperbarui: 24 Maret 2019   03:05 48
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dunia Kekinian: Aku Membeli, Maka Aku Ada!

DUNIA saat ini menuntut kita untuk selalu meng-update segala informasi yang berhubungan dengan barang-barang konsumsi yang menghiasi jalanan kota, mall, televisi, media sosial, bahkan sekolah. Kita hidup di dunia yang sedang bergerak maju dan progresif dalam membuat citra akan dunia yang fantastis sebagai gaya hidup yang menjadi idaman setiap orang. 

Semua orang di dunia ini tentunya menginginkan hidup layaknya artis Joseph Gordon-Levitt, Katy Parry, Leonardo DiCaprio, Scarlett Johansson, ataupun seperti artis Indonesia layaknya Chico Jericho, Bunga Citra Lestari, Isyana Sarasvati, Chelsea Islan, Reza Rahadian, ataupun Raisa.

Kita sedang mengalami ledakan konsumsi yang tidak akan kita saksikan pada 73 tahun lalu ketika Indonesia sedang mengalami peristiwa Revolusi Nasional. Kita sekarang hidup di era yang menuntut kita untuk selalu membeli dan mengonsumsi barang, dimana industri menjadi panglima dan tuhan tertinggi.

Menurut Jean Paul Baudrillard, konsumsi adalah sebuah perilaku aktif dan kolektif, ia merupakan sebuah paksaan, sebuah moral. Singkatnya, konsumsi merupakan sebuah institusi. Ia adalah keseluruhan nilai, yang fungsinya adalah integrasi kelompok dan kontrol sosial.

Sekarang ini, konsumsi menjadi institusi, seperti yang dikatakan mile Durkheim, sebagai sistem yang mempunyai aturan-aturan sosial yang bersifat kolektif dan memaksa siapapun untuk tunduk terhadap kebiasaan suatu masyarakat. Kebiasaan masyarakat abad 21 adalah mengonsumsi, menikmati produk, masturbasi imajinasi barang, pemujaan terhadap produk, dan berfantasi dengan iklan. 

Konsumsi Sebagai Demokrasi dan Persamaan Hak Bagi Masyarakat

Ketika kita melihat iklan produk handphone yang diperankan oleh Chico Jericho yang mengenggam sebuah ponsel bermerek "Xiaomi" dengan penampilan kelas menengah-= atas dan bergaya layaknya CEO perusahaan besar, kita langsung merasa ingin tahu tentang produk yang diiklankan dan mencari tahu kelebihan maupun kelemahan produk Hp tersebut melalui Google. 

Kita terbius oleh iklan dan berfantasi akan memilikinya. padahal produk itu hanya kita lihat di layar kaca. Namun, kita seperti berada langsung melihatnya.

 Sihir iklan dan didukung kecerdikan pakar marketing dalam merekrut artis papan atas untuk menjadi brandproduknya membuat anak-anak muda, terutama mahasiswa, semakin penasaran untuk sesegera mungkin membelinya.

Kita juga pernah melihat iklan jilbab muslim yang diproduksi oleh Zaskia Mecca dan Dian Ayu yang menjadi begitu populer, dengan gaya hijab modern ala perempuan khas metropolitan dan memanfaatkan ayat-ayat agama untuk menjual produknya yang terbukti sukses besar dalam meraup keuntungan. Pasar utama hijab ini adalah kalangan anak muda dan mahasiswi perkotaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun