Mohon tunggu...
Sahroha Lumbanraja
Sahroha Lumbanraja Mohon Tunggu... Teknisi - Masih percaya dengan Cinta Sejati, Penggemar Marga T..

When You Have nothing good to say, Then Say nothing!!! Email: Sahrohal.raja@ymail.com IG: @Sahroha

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

Mengapa Dubsmash begitu Populer? Manusia Rindu 'Kegilaan'nya?

8 Juli 2015   22:54 Diperbarui: 9 Juli 2015   02:55 14520 17 10 Mohon Tunggu...

[caption caption="Rihanna menjadi Pioneer pengguna Dubsmash yang berimpact besar dengan Popularitas aplikasi ini (Foto: Complex.com)"][/caption]

Ketergantungan manusia dengan internet saat ini memang tidak dapat dielakkan lagi. Dahsyatnya transfer informasi oleh internet, membuat dunia semakin terasa kecil karena mampu mendekatkan komunikasi antar manusia dari belahan dunia manapun. Berbagai tren bermunculan begitu saja melalui internet. Walau kadang tak tahu siapa dan Negara mana yang memulai suatu trend,namun perkembangannya akan begitu signifikan hingga dikenal semua orang. Salah satunya fenomena yang lagi hangat di internet adalah aplikasi lipsing yang difasilitasi oleh dubsmash.com. Dubsmash memang menjadi sangat fenomenal saat ini sejak dirilis November 2014, aplikasi ini telah diunduh oleh 50 Juta lebih pengguna smartphone. Hebatnya lagi, tak hanya orang awam aplikasi ini juga diminati oleh selebriti dunia yang turut menaikkan popularitas Dubsmash. Diantaranya penyanyi Adam Levine, Josh Groban, Rihanna, Jennifer Lopez, Model Karlie Kloss hingga aktor Hugh Jackman dan masih banyak lagi. Aplikasi yang dibuat di Jerman ini mendadak fenomenal di Eropa, Amerika hingga kini hampir semua pengguna smartphone di Indonesia sudah mendengarnya.

Sebelumnya #selfie menjadi begitu popular di dunia maya, istilah yang digunakan untuk pengambilan foto sendiri dengan kamera ini bahkan belakangan sampai diserap menjadi kata baru di kamus Oxford. Lalu apa hubungan Selfie dengan aplikasi Dubsmash ini? Sedikit informasi, Dubsmash  ini merupakan aplikasi yang memungkinkan anda untuk membuat video sendiri dengan memilih audio yang disukai/dubs. Selanjutnya anda hanya perlu melakukan lypsinc mengikuti audio yang dipilih sambil merekamnya dalam bentuk video. Setelah selesai, andapun bebas untuk membagikannya ke berbagai jejaring sosial.  Nah, kata kuncinya adalah ‘sendiri’, merekam diri sendiri. Artinya apa yang dilakukan tak jauh berbeda dengan Selfie hanya saja ini dalam bentuk video. Jadi sebenarnya tidak ada yang baru dengan minat manusia melihat tren terbaru ini. Kebanyakan manusia masih ‘menikmati diri sendiri’ dengan foto maupun video.

[caption caption="Sejumlah artis dunia berdubsmash-ria (Foto: kyaboss.com)"]

[/caption]

Jadi alasan pertama mengapa Dubsmash begitu cepat diterima adalah dikarenakan ini merupakan pengembangan dari selfie yang sudah lebih dulu digemari. Lalu ada sisi lain yang kita dapatkan setiap kali melihat video dari Dubsmash yakni humor! Tak bisa dipungkiri ada ribuan video di Youtube yang mampu membuat kita tersenyum dengan kelucuan orang-orang yang menggunakannya. Walau banyak kutipan kalimat bijak yang disediakan di aplikasi tersebut, ketertarikan orang lebih ke hal-hal lucu yang mampu mengocok perut. Dan sepertinya tujuan orang membuat video di aplikasi ini tak lain untuk menciptakan hiburan sendiri selain mungkin terobsesi dengan penyanyi aslinya. Kini tak hanya audio yang berbahasa Inggris, aplikasi ini sudah diserbu oleh rekaman-rekaman suara berbahasa Indonesia yang super lucu dan menarik. Ini salah satu video yang cukup menggoyang perut.

Semua orang pasti memiliki sisi humor, setidaknya sebagian besar jika tidak boleh menyebut keseluruhan. Apa yang dilakukan para pengguna dubsmash ini merupakan satu bentuk hiburan yang mampu mengusir kejenuhan akan aktivitas. Tak bisa dipungkiri kejenuhan kadang merusak mood  dan membuat suasana sekitar tak bersahabat. Hadirnya aplikasi ini mungkin menjadi ajang pelampiasan kebosanan bagi sebagian orang. Terbukti dengan tidak sedikitnya video yang bermunculan dan dilakukan di sela-sela rutinitas pekerjaan. Dengan merekam video dan berakting ‘gila’ mengikuti suara yang dipilih, maka para penggunanyapun turut puas mengeluarkan ‘kegilaannya’ untuk sejenak bersenang-senang. Singkatnya, dubsmash ini mampu menjadi pelampiasan stress bahkan membongkar sisi humor seseorang.

Pertanyaannya, sampai kapankah dubsmash akan bertahan? Mungkin sampai manusia bosan dengan Narsistiknya!

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN