Mohon tunggu...
Achmad Nur Hidayat
Achmad Nur Hidayat Mohon Tunggu... Mereka panggil saya Achmad a.k.a. Sadewa ~๐‚๐š๐ญ๐š๐ญ๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ง๐ฎ๐ฃ๐ฎ ๐’๐Ÿ~

๐Œ๐š๐ก๐š๐ฌ๐ข๐ฌ๐ฐ๐š ๐ˆ๐ฅ๐ฆ๐ฎ ๐Š๐จ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐”๐ˆ๐ ๐’๐ฎ๐ง๐š๐ง ๐Š๐š๐ฅ๐ข๐ฃ๐š๐ ๐š -๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ•๐ŸŽ๐Ÿ‘๐ŸŽ๐ŸŽ๐Ÿ•๐Ÿ’-

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Pekan Pertama Ramadan, Harga Ayam di Pasar Batang Melonjak Sampai Rp40.000 Per Kilogram

15 April 2021   07:22 Diperbarui: 15 April 2021   09:05 145 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pekan Pertama Ramadan, Harga Ayam di Pasar Batang Melonjak Sampai Rp40.000 Per Kilogram
(Ibu Ndanonah, Penjual Daging Ayam: dokpri)

Harga ayam pedaging di pasar tradisional Kabupaten Batang melonjak pada awal bulan Ramadan.ย 

โ€œHarga ayam memang naik dari supplier-nya, dan otomatis, mau tidak mau harga yang saya patok ke pembeli juga naik, untuk per kilo yang awalnya Rp 34.000 sekarang jadi Rp 40.000โ€, tutur Umiyati (45), salah satu pedagang ayam di pasar Batang, Selasa(13/4/2021). Umiyati mengatakan bahwa kenaikan harga ayam ini mulai melonjak beberapa hari sebelum ramadan, salah satu imbas yang ia rasakan ketika kenaikan harga adalah menurunnya permintaan pembeli, โ€œPembeli yang sebenarnya ingin beli 1 kg ayam, setelah mengetahui harganya naik, tiba-tiba langsung dikurangi, hanya beli ยฝ kilogram sajaโ€, ia menambahkan bahwa menurunnya permintaan pembeli akan hilang ketika harga kembali normal.

Tren kenaikan harga ayam tersebut ternyata sudah menjadi hal biasa bagi pengecer atau penjual di pasar ini, terkhusus menjelang Ramadan dan hari raya Idulfitri, โ€œKenaikan harga ini sudah biasa terjadi, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, nanti kalau pertengahan bulan puasa harga mulai normal, tetapi menjelang Idulfitri, harganya naik lagiโ€, ujar Ndanonah (55), warga Kelurahan Proyonanggan Tengah, yang sudah berjualan ayam potong kurang lebih 40 tahun. Sepertinya, harga daging ayam terkhusus di pasar yang memiliki dua lantai sejak direnovasi ini bersifat fluktuatif atau naik-turun sampai Idulfitri tiba, namun tidak bisa diprediksi besar kenaikan harganya.

Berdasarkan penuturan Umiyati dan Ndanonah, penjual daging ayam potong di pasar lain juga menaikkan harga, namun besarannya tergantung masing-masing penjual. Dampak utama yang dirasakan oleh para penjual seperti mereka sudah tentu menurunnya pendapatan harian, โ€œSeuntung-untungnya penjual kan sudah pasti ketika harga ayam normal, kalau harganya naik seperti sekarang, walaupun sedikit, kita juga bingung mau menaikkan harganya, karena lakunya pun susah, apalagi masih masa-masa Covid-19 seperti iniโ€, ucap Umiyati.

Misna (45), salah satu pembeli asal Denasri Wetan yang berlangganan di lapak Umiyati, mengungkapkan keresahannya ketika harga daging ayam naik, โ€œYa kalau bisa harganya turun ya, soalnya kalau harga malah naik, saya mau jualnya lagi kan susahโ€, ujarnya sebagai penjual olahan daging ayam.

Nampaknya kenaikan harga ayam ras pedaging (broiler) dari supplier ini berdampak langsung ke pengecer di pasar dan juga pembelinya. Kenaikan harga ayam potong atau ayam pedaging ini ternyata juga terjadi di pasar lain. Misalnya saja di pasar Tegal yang masih sama-sama daerah Jawa Tengah. Di pasar Tegal, lonjakan harga ayam mencapai Rp 10.000 menjelang bulan puasa, yang harga awalnya Rp 35.000 saat ini menjadi Rp 45.000 per kilogram(viaย iNews.Jateng.id). Itu artinya, harga ayam di sana hampir dua kali lipat dari kenaikan harga ayam di pasar Batang yaitu Rp 6.000.

Pasar Batang yang berada di jalur pantura, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman ini telah direnovasi dan selesai pada tahun 2017, sebagai penjual daging ayam di pasar Batang kurang lebih sekitar lima tahun, Umiyati merasakan perbedaan jelas dari segi pengunjung pasar atau para pembeli yang berdampak ke pendapatannya, โ€œSetelah direnovasi, kan pasar menjadi dua lantai, nah kebanyakan penjual di lantai dua ini lebih sepi pembeli, yang menjadi kendalanya adalah, penjual daging yang seharusnya semua di lantai dua, ini ada yang di lantai bawah, jadi otomatis banyak pembeli yang tidak naik, terutama yang bukan orang Batang, soalnya di bawah sudah ada, jadi kita di sini lebih mengandalkan para langgananโ€, ungkap Umiyati. Jadi, ibu yang memiliki satu anak ini juga memaparkan beberapa keluhannya semenjak pasar di renovasi, โ€œHari biasa juga sudah sepi, apalagi sekarang, lima hari harga ayam naik saja saya sudah kocar kacirโ€, pungkasnya sambil memperlihatkan keadaan sekitarnya yang sepi.ย 

Dari yang saya lihat, sebenarnya ada pembagian blok di area pasar, sama seperti pasar tradisional pada umumnya, yang bagian bawah di dominasi oleh pakaian, dan di lantai dua di seluruh penjurunya di isi oleh los para pelapak bahan makanan sehari-hari termasuk daging ayam, tahu, tempe, sayur-mayur dan buah-buahan, di area pinggir jalan menuju pasar, saya juga sempat melihat beberapa penjual daging ayam potong juga, mungkin masalahnya di situ, dari sini Umiyati merasa, seharusnya semua pelapak itu satu blok sesuai dagangan yang di jual, jangan beda-beda tempat, jika seperti itu, pendapatan masing-masing penjual tidak terlalu jomplang, lantai dua pun akan lebih banyak pembeli dan semua penjual memiliki hak dan kesempatan yang sama.ย 

Ia menambahkan, ada sejumlah pedagang ayam sepertinya yang juga di lantai dua, memilih untuk mencari tempat lain untuk berdagang, dan sebabnya adalah menurunnya pendapatan seperti yang ia rasakan belakangan ini.

Dari perbincangan saya dengan beberapa penjual dan pembeli ayam pedaging di pasar Batang, sepertinya harga kebutuhan pokok termasuk ayam ini harus selalu dikontrol oleh pihak yang berwenang, paling tidak oleh bidang pengelolaan pasar dan pedagang kaki lima atau syukur-syukur ditinjau langsung oleh Bupati Batang. Apalagi kalau nanti menjelang Idulfitri, menimbang tidak pastinya nilai lonjakan harga. Dari lonjakan harga seharusnya bisa ditelusuri juga apa penyebabnya, apakah komoditasnya hanya sedikit, atau hanya permainan harga?

Bukan hanya pemantauan harga saja, kesejahteraan para pedagang pasar juga harus mendapat perhatian. Penataan ruang dan kebersihan tempat juga demikian. Semoga kedepannya pasar Batang bisa semakin memajukan para pedagang kecil persis seperti tujuan awal dan menjadi contoh yang baik untuk pasar tradisional di daerah lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN