Mohon tunggu...
Sabilla Fauzi
Sabilla Fauzi Mohon Tunggu... 21 years old student.

-

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Nasihat yang Harus Diingat

20 Januari 2020   16:48 Diperbarui: 20 Januari 2020   16:58 11 0 0 Mohon Tunggu...

Sedih adalah hal yang sangat biasa. Kalo lagi seneng, tandanya kita lagi ada di atas, tapi kalo kita lagi sedih, ya kita lagi ada di bawah. Analogi soal kehidupan seperti roda yang berputar ini udah muncul entah berapa abad yang lalu dan itu satu-satunya hal berat yang setidaknya bisa aku terima sampe saat ini.

Menerima di sini berarti ketika aku sedih aku merasa harus yakinin diri aku untuk bertahan, dan semuanya sebentar lagi bakal baik-baik aja. Kalo lagi sedih, jangan ditahan, harus jujur sama diri sendiri. Tenang, gak ada yang abadi begitupula dengan masalah. Simpelnya, ambil lagi analogi hujan. Setelah hujan, matahari akan terbit lagi. Tanpa masalah juga kita mungkin akan lupa gimana rasanya bahagia. Jadi, untuk menikmati pelangi, mari kita nikmati dulu hujannya. Hahaha.

Ceritanya, aku mencoba untuk merangkum nasehat-nasehat dari orang tua (yang artinya bukan hanya orang tuaku di rumah tapi juga orang tua di luar rumah), tentang beberapa hal yang bisa kita coba lakukan supaya kita bisa merasa lebih baik saat ada masalah:

Apresiasi diri sendiri terlebih dahulu. Ini emang gampang-gampang susah. Kadang lebih mudah untuk mengapresiasi orang lain daripada di ri sendiri. Kita lupabuat ngasih tau diri sendiri kalo kita itu hebat, kita gak lemah. Lima tahun lalu, kita juga punya masalah yang akhirnya selesai di tahun selanjutnya.

Terus, empat tahun lalu kita juga dapet masalah baru yang kemudian selesai lagi di tahun selanjutnya, tiga tahun lalu dan dua tahun lalu kita mengalami hal yang sama sampai akhirnya hari ini kita bisa ketawa. Kalau kita dapet masalah lagi, berpikirlah bahwa tahun depan kita bakal bisa ketawa dan bilang "Oh ya, hebat juga gue."

Buatlah pengingat. Pengingat di sini masih nyambung sama poin pertama. Ketika kita tau apa yang kita harus lakukan, coba tulis di ruang yang sering kita tempati. Misalnya, kita sering buka HP, coba pasang wallpaper yang berisi catatan-catatan positif untuk diri sendiri. (contoh wallpaper). Kalo kita orang yang sering rebahan, coba tempelin kertas yang gede di atas langit-langit atau di tembok tempat kita sering duduk sendirian. (contoh) buat aku ini cukup menguntungkan saat kita lagi bener-bener butuh pengingat pas gak ada yang ngingetin.

Jangan bandingin diri sendiri. Bandingin diri sendiri sama orang lain ini datang tanpa diundang. Contohnya, kita ikut lomba dan ketika kita tau seperti apa karya rival kita (terutama yang lebih bagus), kita akan merasa "apa punya gue jelek?" "apa gue bakal berhasil?" "apa gue berhenti aja?".

Sebenernya, dorongan untuk bandingin diri sendiri sama orang lain itu emang paling gampang dilakuin tapi paling susah ditinggalin. "lho, kok jangan bandingin? aku kan harus liat orang lain untuk jadi lebih baik", ya semua itu nggak papa tergantung tujuanya, asal setelah tau apa kekurangan kita, kita harus coba perbaiki dan dilarang terpuruk terlalu lama. Karena kalo Cuma dipikirin tapi ga ada progress itu gak baik. Jatuh sebentar gapapa, tapi habis itu kita harus bangkit dan senyum lagi.  

Jangan nuntut kesempurnaan. Ini yang paling penting. Susah buat jadi sempurna tuh, dan kayanya emang ga akan mungkin semua bisa diselesaikan sekaligus. Sabar, satu-satu. Jangan paksain diri untuk sempurna, nanti jadinya semua serba dipaksain dan capek sendiri. Pelan-pelan, lakukan dari hal yang terkecil dan semuanya akan berjalan perlahan ke hal-hal yang besar.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x