Mohon tunggu...
syarifuddin abdullah
syarifuddin abdullah Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat Seni dan Perjalanan

Ya Allah, anugerahilah kami kesehatan dan niat ikhlas untuk membagi kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Penembakan Jamaah Salat Jumat di New Zealand

16 Maret 2019   00:54 Diperbarui: 16 Maret 2019   16:22 504
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pukul 13.40: ketika jemaah shalat Jumat melakukan ruku' atau knee praying (tak jelas apakah pada rakaat pertama atau rakaat kedua), mulai terdengar tembakan bertubi-tubi dari sebuah senapan otomatis. Di sini 39 orang jamaah masjid dinyatakan tewas. Dari video yang ditayangkan langsung (live streaming) oleh pelaku, tak terlihat lagi jamaah yang sedang shalat, shaf salat kosong, sebagian lari tunggang-langgang, diduga karena jamaah sudah membatalkan shalat jumatnya untuk menyelamatkan diri.

Pukul 14.11: Polisi New Zealand memastikan telah hadir di TKP, tepatnya di dekat Hagley Park. Artinya, polisi tiba di TKP sekitar 30 menit setelah kejadian.

Pukul 14.17: sekolah-sekolah di sekitar lokasi diperintahkan untuk tutup.

Pukul 14.30: terjadi lagi penembakan di Masjid Linwood, yang juga terletak di kota Christchurch. Di sini 7 orang dinyatakan tewas.

Pukul 15.00: Komisioner Polisi NZ, Mike Bush, menegaskan "Situasinya sangat serius dan terus berkembang," dan karena itu, mengimbau semua warga tidak berkeliaran di jalan, agar tetap di dalam rumah.

Pukul 16.00: Polisi memastikan satu orang pelaku sudah ditangkap, yakni sekitar 3 jam setelah aksi penyerangan. Namun Polisi tetap memperingatkan kemungkinan adanya tersangka berbahaya lainnya yang belum tertangkap.

Pukul 17.30 waktu setempat: Polisi New Zealand mengatakan telah menahan tiga lelaki plus seroang wanita.

Catatan:

Pertama, New Zealand adalah negara berpenduduk 4,7 juta jiwa, dan selama ini, dikenal tidak pernah mengalami aksi teror. Berdasarkan sensus terakhir pada 2013, jumlah warga Muslim di NZ sebanyak 46.149 orang, yang meningkat 28 persen dari tahun 2006 yang hanya 36.072 Muslim. Sebagian besar Muslim di NZ adalah Sunni, dan terkonsentrasi di wilayah Auckland.

Kedua, aksi penembakan terjadi pada hari saat pelajar di kota Christchurch mengagendakan melakukan long-march memprotes Climate Change, yang dijadwalkan mulai pukul 13.00 waktu setempat, dari alun-alun Cathedral (Cathedral Square), yang berjarak 2,5 km dari masjid lokasi penembakan.

Ketiga, pelaku telah melakukan perencanaan serangannya secara relatif matang. Dalam manifesto setebal 74 halaman, pelaku mengaku "...telah merencanakan aksi penyerangan 2 tahun sebelumnya, dan khusus penyerangan lokasi ini (masjid Al-Noor) telah direncanakan 3 bulan sebelumnya." Tidak aneh, ketika melakukan penembakan, pelaku berpindah-pindah dari ruangan ke ruangan lain di dalam masjid, yang terkesan pelaku tampak menghapal tata ruang di masjid Al-Noor. Yang unik, pelaku mengaku bahwa New Zealand sebenarnya bukan lokasi awal rencana penyerangannya. Dirinya datang ke NZ justru untuk mematangkan perencanaan dan latihan. Bahwa kemudian pelaku melakukan aksinya di NZ, mungkin karena ada pertimbangan lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun