Mohon tunggu...
Rully Moenandir
Rully Moenandir Mohon Tunggu... Administrasi - TV and Movie Worker

Seorang ayah dari 4 anak yang bekerja di bidang industri televisi dan film, serta suka sekali berbagi ilmu dan pengalaman di ruang-ruang khusus sebagai dosen maupun pembicara publik. Baru buat blog baru juga di rullymoenandir.blogspot.com, setelah tahun 2009 blog lamanya hilang entah kemana.

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Pameran 50th Mercedes-Benz di Indonesia. Serius Cuma Gini? Bitte Atuh Lah...

10 Februari 2020   10:48 Diperbarui: 3 Maret 2020   13:19 399
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri
dokpri
Untuk mengakomodasi pertumbuhan produksi mobil penumpang dan kendaraan niaga, Mercedes-Benz mulai beroperasi di pabrik perakitan lokal baru yang berlokasi di Wanaherang, Bogor Jawa Barat pada tahun 1982. Disini merupakan perakitan lokal PT Mercedes-Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing di Indonesia. Saat ini pabrik telah merakit mobil penumpang berbagai kelas Mercedes-Benz, diantaranya tipe C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS), truk (Axor) dan sasis bus.

====

Hari minggu kemarin, saya dan anak-anak sengaja datang ke Museum Nasional Jakarta demi melihat pameran perayaan 50 tahun kehadiran Mercedes Benz di Indonesia. Terutama nak-anak yang sangat antusias, sudah membayangkan apa yang kemungkinan diperlihatkan dalam pameran tadi. Generasi milenial yang sering menonton channel Youtube, terutama Channel "Supercar Blondie" ini berharap pamaran ini akan menampilkan beberapa unit mobil balap (sebutan mereka untuk mobil supercar), atau minimal unit-unit mobil mewah yang sudah diproduksi di Indonesia untuk mereka colek-colek atau berfoto ria.

antaranews.com
antaranews.com
Kami pertama kali disambut Mercedes "Bagong" dan bus yang biasa digunakan untuk bus angkutan umum di Jakarta dan Bandung di halaman museum.

Produk-produk ini mampu melempar kenangan saya pribadi waktu kecil; karena dulu ketika masih duduk di bangku SD, saya dan kawan-kawan 1 sekolah diantar jemput dengan menggunakan bus "bagong" ini setiap hari, belum lagi truk-truk pengangkut BBM yang lalu lalang saat mendsistribusikan bahan bakar ke berbagai SPBU juga menggunakan seri yang sama pasti jadi pemandangan saya waktu itu. Dan sang bus umum, paling setia menemani saya juga ketika SMA menuju ke sekolah.

Dan alhamdulillah, masih ada kesempatan untuk anak-anak saya berfoto dengan bus/truk seri ini kemarin. Maklum saja, kami sekeluarga memang pecinta dan pengguna produk keluaran Mercedes Benz, apalagi saat masih tinggal di Jerman pabrikan ini menghiasi hampir 70% merek kendaraan yang beredar (terutama penggunaan taksi)...jadi serasa berada di surga jadinya (lebay mode : ON).

Setelah membayar tiket masuk museum, kami langsung menuju sayap kanan, menuju ruang pameran sementara yang ditunjuk oleh petugas di pintu masuk saat kami tanyakan dimana ruang pameran Mercy (panggilan manis masyarakat kita untuk pabrikan Jerman ini).
Dari kejauhan sudah terpampang Baligo besar bertuliskan "PERJALANAN 50 TAHUN MERCEDES-BENZ DI INDONESIA", dengan pintu masuk bermandikan cahaya di dalamnya tepat disamping Baligo tadi.

dokpri
dokpri
Anak-anak yang memang sudah tidak mampu lagi menahan rasa penasaran, berlarian masuk ruang pameran... Terpampang mentereng di tengah, menyambut setiap tamu yang hadir replika Mobil pertama di dunia karya Carl Benz sebuah "Benz Patent-Motorwagen", kendaraan bermotor roda tiga yang pada 29 Januari 1886 diajukan patennya di Berlin. Mobil replika ini juga kemudian akan menjadi hak milik Museum Nasional Jakarta, setelah sehari sebelumnya, Sabtu 8 Februari 2020 sudah diserahterimakan oleh Choi Duk Jun, Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia.

Sejak 29 Januari 1886 itu pula, ditetapkan secara resmi sebagai hari kelahiran sebuah mobil. Selain itu, pada saat yang bersamaan Gottlieb Daimler juga membangun kendaraan bermotor empat roda pertama. Walaupun pada awalnya bekerja masing-masing, para pendiri Daimler AG dan brand Mercedes-Benz telah sukses secara global meletakkan batu fondasi untuk seluruh kendaraan penumpang saat ini, serta di segmen kendaraan niaga dan bus.

dokpri
dokpri
"Benz Patent-Motorwagen" ini sendiri, tenaganya bersumber dari mesin 954 cc satu silinder empat langkah. Desain kendaraan ini sudah memiliki beberapa fitur utama yang ditemukan di sebagian besar mesin pembakaran internal saat ini, termasuk kruk as (crankshaft) dengan penyeimbang, pengapian listrik dan pendingin air. Unit ini dapat menghasilkan tenaga maksimal sebesar 0,55 kW pada 400/menit.

Dimana pada masa itu, mesin tersebut sangatlah ringan dengan berat sekitar 100 kilogram. Fitur khas lainnya adalah bak mesin terbuka, katup intake yang dapat digeser dengan gagang yang eksentrik, katup pembuangan yang dioperasikan oleh cakram cam, pelatuk klep dan pushrod, serta menggunakan sistem pelumasan tetes. Rancangan Benz pada saat itu menggunakan roda yang sangat besar terpasang secara horizontal pada sasis, karena ia khawatir efek giroskopik dari pemasangan secara vertikal akan mengganggu kemudi dan stabilitas kendaraan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun