Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... dibuang sayang

Kutuliskan lagu ini Kupersembahkan padamu Walau pun tiada indah, syair lagu yang kugubah Kuingatkan kepadamu, akan janjimu padaku

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Ada Apa Rini Soemarno dan Garuda Indonesia?

19 Juli 2019   06:00 Diperbarui: 19 Juli 2019   06:10 0 3 1 Mohon Tunggu...
Ada Apa Rini Soemarno dan Garuda Indonesia?
Menteri BUMN Rini Soemarno dipanggil KPPU (merdeka.com)

Pada sidang paripurna yang diadakan di Istana Kepresidenan Bogor pekan lalu, ada dua menteri yang ditegur Presiden Joko Widodo berkaitan dengan defisit neraca perdagangan yang diderita Indonesia.

Pada Januari hingga Mei tahun ini, neraca perdagangan kita masih mencatat defisit 2,141 miliar dolar AS. Kedua menteri yang ditegur Presiden itu adalah Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignatius Jonan. Kedua menteri diperingatkan Presiden agar memperbaiki defisit, penyebabnya adalah dari sektor migas.

Migas jelas berada dibawah pengawasan kedua menteri tersebut.

Sementara itu, Rabu (17/7/2019) Menteri BUMN Rini Soemarno mengadakan kunjungan ke lokasi pembangunan PT INKA. Sejak start dibangun akhir Maret 2019 lalu, nantinya BUMN kereta ini akan menjadi pabrik kereta terbesar se Asia Tenggara.

"Nantinya PT INKA akan menjadi yang terbesar se Asia Tenggara dan akan menjadi kebanggaan warga Banyuwangi dan Indonesia," kata Rini, Rabu (17/7/2019). Pabrik yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur ini nantinya bakal mulai beroperasi Agustus 2020.

Dalam prosesnya, PT INKA bekerjasama dengan Amerika Serikat untuk membangun lokomotif diesel, dan dengan Stadler Rail Group dari Swiss yang membawa teknologi teranyar untuk membangun kereta listrik.

Untuk itu, Rini minta PT INKA berganti nama. "Karena tidak lagi dijual kereta api, tapi yang dijual nanti adalah kereta diesel dan kereta listrik," katanya.

Di Banyuwangi sendiri, bukan hanya satu, tapi dibangun beberapa pabrik. Karena nantinya pesanan kereta akan semakin banyak.

Untuk pesanan, Rini mengatakan sudah ada dari Filipina. Saat ini pihaknya sedang menawarkan pesanan lainnya ke Madagaskar dan Laos. "Untuk itu diharapkan pembangunan akan lebih cepat dari Agustus," ujar Rini.

Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantara menjelaskan saat ini sudah terselesaikan 20 persen jalan. Direncanakan nanti akan menghasilkan 1,5 kereta per hari atau 500 per tahunnya. Pabrik di Banyuwangi ini menempati lahan 83,4 hektar.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, mengatakan nantinya industri kereta ini bakal dilengkapi dengan museum dengan maksud utama untuk lebih menarik kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x