Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... Lainnya - dibuang sayang

Ngopi dulu ☕

Selanjutnya

Tutup

Politik

Derai Tawa di Sela-sela Ketegangan

21 Juni 2019   06:00 Diperbarui: 21 Juni 2019   06:17 230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hairul Anas Suaidi (madura.tribunnews.com)

Di depan hakim Mahkamah Konstitusi dalam rangkaian sidang gugatan PHPU, Kamis (20/6/2019), caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Hairul Anas Suaidi mengatakan, bahwa sebagai partai pengusung Jokowi-Ma'ruf, dia diutus partainya untuk hadir dalam pelatihan TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi-Ma'ruf. 

Pada saat itu, dia mengaku diberikan ceramah yang dibacakan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang berjudul tema "Kecurangan adalah Bagian dari Demokrasi".

Pelatihan itu sendiri digelar di salah satu hotel di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada tanggal 20 dan 21 Januari 2019. "Saya diutus PBB untuk hadir di sana, training itu bertema 'Kecurangan Bagian Demokrasi'", kata Hairul.

Hairul Anas Suaidi lantas diangkat menjadi seorang relawan IT BPN paska Pemilu. Untuk itulah caleg PBB ini menjadi salah satu saksi yang dihadirkan Tim Prabowo-Sandi di sidang MK.

Sidang di MK itu memang berjalan panas semenjak awalnya. Namun di sela-sela situasi itu, terdapat momen yang mengundang tawa dan sedikit melepaskan ketegangan.

Hal tersebut terjadi ketika salah seorang anggota majelis hakim, I Dewa Gede Palguna, mengajukan pertanyaan kepada Hairul Anas Suaidi tentang training TKN 01.

Dewa Gede menanyakan, "Apakah saudara dilatih untuk melakukan kecurangan atau dijelaskan ada kecurangan yang terjadi di demokrasi. Hal itu berbeda?" 

"Kecurangan merupakan kewajaran, yang mulia," jawab Hairul.

Dewa Gede yakin bahwa Hairul tidak diberi pelatihan yang dimaksud. Saat ditanyakan lagi, Hairul menjawab,"Ini semacam pengakuan baginda, kita tidak dilatih untuk itu,".

"Jangan katakan baginda, saya bukan raja," respon Dewa Gede.

"Maaf, saya baru bangun tidur," respon Hairul lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun