Mohon tunggu...
Rudy Wiryadi
Rudy Wiryadi Mohon Tunggu... Akuntan - Apapun yang terjadi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mulai hari dengan bersemangat

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kembalinya Filosofi "Jogo Bonito" di Piala Dunia 2022 Jadi Alasan Brasil Juara?

9 Desember 2022   11:07 Diperbarui: 9 Desember 2022   11:25 1119
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kemampuan individu dan secara kolektif itu jika dirinci merupakan gabungan dari kreativitas, gerakan off-ball, dan passing satu dua sentuhan.

Dan pada faktanya, jogo bonito juga hadir di Piala Dunia 2022 ini.

Di laga perdana Grup G dengan Jogo Bonito Selecao menang 2-0 atas Serbia lewat brace dari Richarlison.

Cukup mendapatkan kesulitan di laga kedua, namun pada akhirnya menang juga lewat gol yang diciptakan oleh Casemiro dan Selecao pun maju ke 16 besar meski di laga pamungkas nya keok 0-1 dari Kamerun.

Di 16 besar melawan Korea Selatan, jogo bonito juga kembali hadir. Dari skor 4-1 untuk kemenangan Selecao itu para pemain bergaya jogo bonito.

Keempat gol Brasil pada waktu itu dicetak oleh Lucas Paqueta, Richarlison, Neymar (p), dan Vinicius Junior. Sedangkan gol penghibur Korea Selatan oleh Park Seung-ho.

Pemain yang pertama-tama memperkenalkan jogo bonito adalah legendaris sepakbola sepanjang masa asal Brasil, Pele.

Gaya permainan Pele dkk di Piala Dunia 1958 dimana Brasil juara sangat memukau penonton di seluruh dunia.

"Gaya yang hebat yang membuat permainan menjadi indah" tulis Pele dalam bukunya "My Life and The Beautiful Game".

Di 16 besar melawan Korea Selatan, Richarlison memberikan operan kepada Marquinhos setelah sebelumnya Richarlison beberapa kali mengontrol si kulit bundar dengan kepalanya.

Setelah menerima operan itu, Marquinhos memberikan kembali bola ke Richarlison hingga pemain Tottenham Hotspur itu mencetak gol (di menit ke 29).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun