Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Gelombang Kedua Revolusi Iran Semakin Nyata

5 Desember 2022   08:42 Diperbarui: 6 Desember 2022   07:40 829
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tidak pelak lagi peristiwa ini merupakan peristiwa terbesar sejak terjadinya revolusi Iran.

Sebagai dampak dari gelombang protes ini, disebutkan bahwa untuk pertama kalinya kantor Polisi Penegak Moral yang bertugas menegakkan aturan berpakaian warga Iran ditempat umum ditutup dan aktivitasnya dikurangi oleh pemerintah.

Polisi Penegak Moral yang kenal sebagai "Gasht-e Ershad" ini dibentuk lebih dari 15 tahun lalu ketika Iran di bawah pemerintahan Mahmoud Ahmadinejad.

Polisi Penegak Moral ini biasanya berpatroli di jalan dan taman-taman untuk mencari warga yang melanggar aturan berpakaian seperti berpakaian longgar dan menutup kepala.

Jika dianggap melanggar maka pelanggar dapat diberikan peringatan keras atau ditahan untuk selanjutnya "dididik" agar dapat berpakaian sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Sejak kematian Amini dan gelombang protes yang melanda Iran, Jumlah polisi penegak moral ini mulai menurun jumlahnya dan jumlah wanita yang keluar rumah tanpa kerudung yang dianggap bertentangan dengan hukum semakin meningkat.

Bagi para demonstran penutupan kantor Polisi Penegak Moral ini lebih dianggap sebagai salah satu langkah pemerintah untuk meredam gelombang protes.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya kematian Amini hanya merupakan pintu masuk gerakan gelombang protes sebagai luapan rasa frustasi utamanya generasi muda Iran.

Impitan ekonomi akibat sanksi Barat sangat berpengaruh pada kualitas hidup, lapangan pekerjaan, dan perekonomian Iran secara umum.

Disamping itu kebebasan berpendapat yang sangat dibatasi merupakan masalah tersendiri bagi generasi muda Iran.

Di lain pihak pemerintah Iran lebih menganggap bahwa gelombang protes ini merupakan aksi yang didalangi Amerika, Israel, Uni Eropa, dan Arab Saudi dalam upaya menggoyang stabilitas pemerintahan revolusi Iran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun