Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Penampakan Gorila Langka "Cross River" yang Menggegerkan Dunia

12 Juli 2020   15:52 Diperbarui: 12 Juli 2020   16:18 427
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berhasil diabadikannya satu keluarga gorila cross river  beserta bayinya  tentunya merupakan berita gembira bagi pelestari satwa langka. Memang sudah lama sekali sub spesies gorilla langka ini disinyalir mengalami masalah dengan reproduksi, penyakit dan perburuan liar sehingga menjadikan gorila ini sebagai satwa langka yang hampir punah.

Gorila dengan nama ilmiah Gorilla gorilla diehli  yang memiliki tinggi badan sekitar 1,2 -- 1,67 m dengan rataan bobot badan dewasa sekitar 110- 220 kg ini hidup di hutan tropis dataran rendah di wilayah Kamerun dan Nigeria memang unik karena  diperkirakan  dapat hidup sekilar 35-50 tahun.

Dari segi status kelangkaan gorilla cross river ini masuk kategori jenis yang paling langka dari semua jenis kera yang ada. Saat ini diperkirakan hanya ada sekitar  200-300 ekor gorilla cross river ini di seluruh dunia.  Mengingat status pupulasinya tergolong hampir punah inilah,  membuat orang jarang sekali melihat langsung jenis gorilla langka ini.

Gorila ini memang jarang berinteraksi dengan manusia karena sifatnya yang sangat pemalu, sehingga keberadaan gorilla ini hanya diperkirakan melalui sarang, kororan dan jejak yang ditinggalkannya.

Photo langka yang berhasil diabadikan di salah satu wilayah di pengunungan Mbe di Nigeria pada bulan Juni lalu  ini menunjukkan bahwa gorilla ini masih ada dan berkembang biak dengan ditunjukkan adanya beberapa bayi gorilla dalam satu kelompok.

Gorilla cross river. Sumber: WWF
Gorilla cross river. Sumber: WWF
Gorila cross river. Photo: rwandagorilla.com
Gorila cross river. Photo: rwandagorilla.com
Sudah lama sekali memang gorilla cross river ini dianggap hampir punah karena adanya  tekanan perburuan liar dan kehilangan habitatnya akibat penebangan hutan dan koversi hutan, namun di era tahun 1980 an keberadaan jenis gorilla langka ini "muncul kembali" ke permukaan dan menjadi perhatian dunia setelah adanya laporan keberadaannya oleh penduduk setempat melalui jejak yang ditinggalkannya. Namun sejak tahun 1990 sampai dengan 2012 memang belum pernah ada laporan terkait keberadaan gorilla ini.

Upaya untuk mendapatkan photo yang spektakuler ini memang tidaklah mudah.  Sejak tahun 2012 lalu sudah sekitar 50 kamera disebar oleh kelompok pelestari satwa langka di wilayah hutan rakyat Mbe di Nigeria, di wilayah cagar alam Afi dan juga di wilayah perlindungan gorilla Kagwene di Kamerun. Di kedua wilayah ini diperkirakan sisa gorilla yang masih hidup ini berada di wilayah seluas 12.000 km persegi.

Habitat gorila river cross di hutan Mbe. Photo: WCS
Habitat gorila river cross di hutan Mbe. Photo: WCS
Beberapa photo memang pernah didapat dari kamera ini, namun photo yang berhasil diambil di bulan Juni 2020 lalu lah yang memberikan harapan  baru bagi pelestari satwa langka karena adanya tanda tanda bahwa gorila ini berkembang biak.

Gorila langka yang  hanya hanya hidup di wilayah hutan yang terpencil dan terisolasi di wilayah Kamerun dan Nigeria memang sudah lama menjadi perhatian  dunia karena disamping statusnya yang hampir punah juga keunikannya jika dibandingkan dengan jenis gorilla lainnya yang ada di muka bumi ini.

Menurunnya populasi gorilla  cross river  memang sangat erat hubungannya dengan konflik sosial dan perang saudara yang berkecamuk di Kamerun dan Nigeria yang tidak berkesudahan dan juga perburuan liar.  Disamping itu  disinyalir gorila jenis ini sangat rentan terhadap penyakit.

Perkawinan antar keluarga dekat yang dikenal dalam ilmu genetika sebagai inbreeding di populasi  gorilla ini diduga sangat umum terjadi sehingga menjadikan populasi ini sangat rentan terhadap fluktuasi iklim dan mengalami penurunan daya hidupnya (fitness).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun