Ronny Noor
Ronny Noor Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

Kelahiran SMS 25 Tahun Lalu Merevolusi Cara Berkomunikasi Dunia

4 Desember 2017   09:10 Diperbarui: 4 Desember 2017   10:47 2523 21 11
Kelahiran SMS 25 Tahun Lalu Merevolusi Cara Berkomunikasi Dunia
Pesan SMS pertama kali di dunia dikirim 25 tahun yang lalu. Photo: https://17026-presscdn-0-98.pagely.netdna-cdn.com

Tidak ada yang menyangka bahwa  ketika Neil Papworth seorang ahli teknik Inggris untuk pertama kalinya di dunia 25 tahun yang lalu tepatnya tanggal 3 Desember 1992 mengirimkan SMS pertama kalinya dari komputer  ke mobile phone milik direktur Vodafone Richard Jarvis akan merevolusi total cara berkomunikasi dunia.

Pesan SMS yang dikirim Neil Papworth sangat sederhana, yaitu hanya berupa ucapan "Merry Christmas" dan pada saat itupun telepon genggam tidak dapat membalas SMS ini  karena teknologinya belum memungkinkan.

Sumber: image.slidesharecdn.com
Sumber: image.slidesharecdn.com

Ketika diwancarai pagi ini oleh salah satu stasiun TV Al Jazeera, Neil Papworth sama sekali tidak menyangka jika temuannnya ini berkembang secara drastis dan merevolusi cara kita berkomunikasi  sekaligus menyatakan bahwa walaupun dia dianggap sebagai penemu SMS, namun tidak membuatnya menjadi kaya raya.

Untuk menggambarkan betapa drastisnya perkembangan penggunaan SMS ini, di negara kelahiran SMS ini yaitu Inggris ,  pada tahun 2007 saja  sudah tercacat sebanyak 66 milyar SMS yang dikirim dalam setahun. Dalam kurun waktu 5 tahun kemudian angka ini melonjak menjadi 151 milyar SMS dan MMS yang dikirim. Diperkirakan pada tahun ini  angka pengiriman SMS ini mencapai  96 milyar.

Di seluruh dunia angka perkembangan penggunaan SMS ini juga mengalami peningkatan yang sangat drastis. Pada tahun 2013 jumlah SMS yang terkirim di seluruh dunia mencapai angka 8,16 trilyun dan meningkat menjadi 8,30 trilyun pada tahun 2015.  Namun pada tahun 2017 menurun menjadi 7,89 trilyun.

Masa keemasan SMS ternyata sudah mulai pudar dengan berkembangnya teknologi komunikasi lainnya. Puncak penggunaan SMS ini memang terjadi pada tahun 2012 dan sejak itu terus  mengalami penurunan sampai saat ini.

Angka penurunan penggunaan SMS dunia ini tercermin dari data tahun 2017 ini yang memperlihatkan angka pengguna pengiriman pesan melalui berbagai teknologi selain SMS yang mencapai 32 trilyun pesan.  Angka ini jauh melampaui penggunaan SMS yang hanya mencapai 7,89 trilyun.

Tidak hanya merevolusi cara komunikasi

Perkembangan penggunaan SMS dan MMS yang demikian drastisnya tidak terlepas dari perkembangan teknologi telpon genggam yang memungkinkan orang dapat berkomunikasi melalui pesan singkat secara dua arah. Era ini dimulai ketika Nokia meluncurkan  produk GSM  (Global System for Mobile Communication) pada tahun 1992 lalu.

Perkembangan teknologi HP jadul ini memiliki andil besar dalam mempopulerkan SMS. Photo:cdni.rt.com
Perkembangan teknologi HP jadul ini memiliki andil besar dalam mempopulerkan SMS. Photo:cdni.rt.com

Meledaknya penggunaan SMS ini tentunya membuat para operator selular  di seluruh dunia termasuk Indonesia mengeruk keuntungan yang sangat besar dan cenderung greedy alias serakah. Mungkin sebagian dari kita masih ingat ketika kita mengirim SMS masih dibebani dengan biaya yang cukup besar, bahkan kelebihan satu kata saja akan dikenakan biaya tambahan.

Demikian juga di era pertama kali MMS diperkenalkan, untuk mengirimkan satu photo kita harus beripikir dua kali karena akan dikenakan biaya sesuai dengan besarnya  ukuran file photo yang dikirim.

Era keemasan SMS dan MMS ternyata berdampak besar dalam kebiasaan orang menggunakan jasa Pos Udara dalam berkomunikasi melalui surat dan juga ucapan selamat untuk hari besar tertentu.

Mungkin diantara kita pernah mengalami, setiap lebaran kira mengirimkan kartu lebaran paling tidak sebanyak 25-50 kartu untuk kerabat kita. Era ini tentunya menumbuhkan bisnis desain  dan juga percetakan kartu lebaran. Demikian juga biaya perangko yang harus kita bayar dalam pengiriman dengan cara ini membuat kantor pos dan jasa pengiriman lainnya menjadi hidup.

Bisnis jasa pengiriman pun terimbas SMS. Photo: mmc.tirto.id
Bisnis jasa pengiriman pun terimbas SMS. Photo: mmc.tirto.id

Era keemasan kartu ucapan dan juga jasa pengiriman surat melalui pos terpuruk diawali  perkembangan cara berkomunikasi melalui SMS dan MMS ini. Kita dapat menyaksikan sekarang menjelang lebaran misalnya tidak ada lagi kerumunan orang berebut mengirim kartu lebaran.  Demikian juga tidak ada lagi kios kios penjual kartu lebaran yang marak di saat saat seperti ini.

Bisnis kartu lebaran kini mati suri terimbas revolusi komunikasi. Photo: img2.bisnis.com
Bisnis kartu lebaran kini mati suri terimbas revolusi komunikasi. Photo: img2.bisnis.com

Kini dengan perkembangan jaman, kantor pos dan jasa pengiriman lainnya menjadi sepi dan tentunya pihak terkait harus memutar otak agar kantor pos dan jasa pengiriman ini dapat bertahan ditengah tengah revolusi komunikasi ini agar dapat bertahan.

Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, era SMS dan MMS inipun sudah mulai redup dan kemungkinan pada suatu saat akan mati suri juga.  Keruntuhan era keemasan SMS dan MMS ini terasa sekali dengan perkembangan teknonogi Smartphone sekaligus perkembangan jasa tidak berbayar yang melanda dunia komunikasi saat ini, seperti misalnya Whatapps, Twitters, LINE dll nya

Kecenderungan orang untuk memilih cara berkomunikasi yang gratis, mudah dan memiliki teknologi tinggi menjadikan orang meninggalkan SMS dan MMS yang masih dikenai biaya dan teknologinya relatif ketinggalan.

Kini orang demikian mudahnya mengirimkan pesan, photo, video dll secara gratis, bahkan cenderung kebablasan karena  tidak dapat membatasi diri untuk  hanya mengirimkan pesan dan photo yang benar benar diperlukan saja.

Dalam merayakan ulang tahun kelahiran SMS ini kita tentu saja dapat merenungkan sekaligus membayangkan cara orang berkomunikasi dalam kurun waktu 25 tahun mendatang. 

Hal yang jelas  akan terjadi  tentunya bagi pihak yang berkecimpung dalam dunia teknologi komunikasi ini, jika telambat mengantisipasi perkembangan teknologi maka sudah dapat dipastikan akan ditinggalkan orang dan tinggal sebagai kenangan saja.

Jika dulu terjadi persaingan antara jasa berbayar dan tidak berbayar, maka sekarang  diantara jasa tidak berbayarpun kini terjadi persaingan sengit.

Rujukan:satu,dua, tiga,empat,lima