Mohon tunggu...
Intan Rosmadewi
Intan Rosmadewi Mohon Tunggu... Guru SMP - Pengajar

Pengajar, Kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain ; sesungguhnya adalah kebaikan untuk diri kita sendiri QS. Isra' ( 17 ) : 7

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bunga Kemuning Menghancurkan Pakcoy di Cijapati (Musibah Indah UKM Petani Organik)

8 Desember 2018   23:45 Diperbarui: 10 Desember 2018   15:37 277
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Taburan guguran bunga kemuning (pict:dok.fxmuchtar)

Sebagai pelaku UKM  dengan label petani sayuran organik  jauh dari rumah tinggal,  memiliki romantisme tersendiri ketika jalan tempuh menuju Cijapati masih rusak berat,  dari rumah di Bandung Utara Fx. harus menempuh sekitar 2,5 jam.  Jarak tempuh masih lumayan masih bisa ditanggulangi dengan tanpa berat hati karena dibiasakan akan tetapi terkait jalan yang berbatu dan jika musim hujan   mendadak jadi sungai rasanya layak berdo'a kenceng sama Gusti Allah agar bisa berjumpa Kang Emil  untuk curhat  dan beliau  segera meninjau Cijapati  plus  memohon untuk  memperbaiki infrastruktur  menuju kebun sehingga   pemasaran sayur - sayuran organik   instan  sampai kepada konsumen. 

pict.dok.ZahraFadlillahSantoso
pict.dok.ZahraFadlillahSantoso
pict:dok.ZahraFadlillahSantoso
pict:dok.ZahraFadlillahSantoso
Sesungguhnya jalan utama sudah mengalami perbaikan sebagaimana dilaporkan  oleh  news.detik.com  ketika jalan tersebut menjadi jalur alternatif menuju Garut saat kendaraan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Jalur Cijapati ini merupakan jalan provinsi yang sejak 2017 lalu sudah dilakukan perbaikan, termasuk marka-marka jalan. Tinggal melengkapi PJU, ada beberapa yang padam. Namun secara umum jalur alternatif Cijapati siap digunakan sebagai jalur arus mudik dan arus balik,"   penjelasannya dari sini

Maka keluhan utama  Fx.   yang sering  penulis pantau lewat status face book menjadi tantangan dahsyat bagi petani sayuran organik  yang baru saja terjun dalam arena Usaha Kecil Menengah.

Meskipun  tantangan demi tantangan akan terasa sangat klise jika kemudian kembali dipaparkan di sini bahwa  aspek beratnya permodalan, pemasaran hasil panen dan tentu saja butuh system  dan pengetahuan plus pengalaman untuk menjalankan usaha ini sebagaimana yang ditulis dalam artikel  Fx  berikut ini.

Ecospiritual Al Musthafa Hanya Mimpi  ?

Perjuangan ini butuh dukungan semua fihak,  salah satunya dalam benak penulis adalah ada kolaborasi harmonis dengan fihak JNE yang memiliki program lengkap diataranya :

Divisi Ekspres JNE melayani kiriman paket dan dokumen peka waktu  tujuan dalam negeri melalui lebih dari 1.500  titik layanan eksklusif dari penjemputan hingga pengantaran yang tersebar di seluruh Indonesia.  Layanan ini memanfaatkan moda transportasi tercepat yang tersedia dan melayani beragam jenis layanan sesuai kebutuhan pelanggan.

Bisakah ?   Pengiriman paket berupa sayuran segar satu hari sampai pada pelanggan  dan saling memahami kebutuhan akan pelayanan pengantaran dengan kebutuhan kondisi yang ad

Penulis merasa yakin bahwa  pengalaman JNE melayani semua pelanggan yang ada di Indonesia plus  citra yang cukup baik (positif),   paling tidak data ini menjadi  patokan berharga bagi para pelaku,  bahwa   UKM  berkontribusi cukup signifikan  bagi kemajuan perekonomian nasional mencapai           61, 41 %  dari PDB  dan 97 %  dari total kerja tenaga nasional terserap pada UKM.   Maka untuk keberlangsungan pertanian sayuran organik yang tengah berjalan   dan berlokasi di Desa Mandalasari Cikancung Kabupaten Bandung,  menyerap sekitar 9 orang tenaga kerja  butuh dukungan semua fihak termasuk JNE wilayah Jawa - Barat.

Ada tiga puluh jenis tanaman sayuran organik yang telah di pasarkan hampir satu tahun lebih,  dengan cara mensuplai ke beberapa Panti Asuhan dan Pondok Pesantren,  termasuk para pelanggan yang berorientasi pada konsumsi sayuran   baik di Kota Bandung 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun