Mohon tunggu...
Roselina Tjiptadinata
Roselina Tjiptadinata Mohon Tunggu... Perencana Keuangan - Bendahara Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alami

ikip Padang lahir di Solok,Sumatera Barat 18 Juli 1943

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Inilah Tulisan Saya yang Ke-1000

9 Desember 2021   04:44 Diperbarui: 9 Desember 2021   05:03 389 71 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Mulai Aktif Menulis Sejak 2 Tahun Lalu 

Bagi orang lain 1000 artikel boleh jadi tidak ada apa apanya. Tapi seperti kata peribahasa: "Jangan membandingkan pencapaian diri dengan kesuksesan orang lain, karena hanya akan menjadikan diri orang yang tidak tahu bersyukur". Karena itu bagi saya pribadi berhasil menuangkan 1000 artikel di Kompasiana sungguh merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri. Yang menghadirkan rasa syukur tak terhingga kepada Tuhan. 

Saya sudah beberapa tahun bergabung dengan Kompasiana. Tapi menulis kapan-kapan saya mau saja. Tak lebih dari dua kali seminggu saya menayangkan tulisan. Sering suami menanya kenapa tidak menulis, saya jawab lagi malas.

Semenjak tahun 2013 pada bulan Januari tanggal 12 saya bergabung di Kompasiana. Tulisan yang  berkesan untuk saya serta memotivasi untuk menulis lagi  adalah ketika tulisan saya:

 "Penduduk Australia tidak punya KTP"

Mendapat tempat di Artikel Utama, yang saya tayangkan pada 24 Mei 2013. Untuk pertama kali saya mendapatkan predikat artikel Utama tersebut. 

Kemudian setelah beberapa kali predikat utama saya juga mendapatkan tulisan saya mengenai  "Italia Negeri Seribu Terowongan" yang mana mendapat predikat Featured Articles selama 1 bulan terpajang terus. Mulai 31 Juli 2018 sampai 31 Agustus 2018 masih terpajang di laman Kompasiana  

Tulisan keseribu

Bagi saya untuk mencapai tulisan 1000 ini memang tidaklah mudah, karena itu hal ini  sangat membahagiakan saya. Mungkin bagi orang lain tidaklah demikian karena bagi ada Kompasianer yang satu tahun saja bisa seribu artikel. 

Masalah lain adalah passion saya menulis adalah cuplikan perjalanan hidup, karena untuk menuliskannya cukup dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Saya tidak mampu menulis sesuatu yang tidak saya alami, apalagi kalau disuruh menulis puisi, sejujurnya saya tidak mampu karena latar belakang pendidikan saya sejak masih di SMP ke SMA hingga lulus IKIP hanya mengenal ilmu ukur dan Aljabar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan