Mohon tunggu...
Ropiyadi ALBA
Ropiyadi ALBA Mohon Tunggu... Saya adalah orang yang selalu berusaha menjadi Pembelajar

Lahir dan dibesarkan di pinggiran Ibu Kota

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Perjalanan Panjang Berliku Seorang Pembelajar (Part 2)

29 Februari 2020   17:47 Diperbarui: 29 Februari 2020   18:46 40 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perjalanan Panjang Berliku Seorang Pembelajar (Part 2)
Twitter.com

Sejak ibunya tiada, semangat Royan untuk menjadi seorang guru tetap terpatri di dalam dada, walaupun ibunya tidak merestui keinginannya untuk kuliah di perguruan tinggi hingga akhir hayatnya. Sudah dua tahun ia kuliah di Universitas Negeri Jakarta (dahulu IKIP Jakarta), namun IPKnya hanya dua koma dan mata kuliah yang lulus masih di bawah rata-rata. Hal ini bisa terjadi karena Royan lebih banyak membaca buku-buku Matematika dan Fisika sebagai bekalnya untuk mengajar les private, ketimbang membaca buku-buku Biologi sesuai dengan program studi yang ia jalani. Ia juga sering menghabiskan waktunya di kampus untuk membaca buku di perpustakaan, dan tidak jarang ia juga sering menyempatkan diri membaca buku-buku tentang sosial, sejarah, dan keagamaan.

Royan adalah orang pertama -di antara teman kampus seangkatannya-yang sudah mempunyai pengalaman mengajar di sebuah SMP swasta di tahun kedua kuliahnya. Royan hanya sebentar mengajar di SMP, kemudian memasuki tahun ketiga ia mencoba mengajar di sebuah SMK swasta. Ketika di SMP maupun di SMK, mata pelajaran yang diampu adalah Matematika, bukan Biologi sebagaimana jurusan kuliahnya. SMK tempat ia mengajar adalah kelompok Bisnis dan Manajemen. Untuk mempersiapkan pembelajaran, Royan lebih banyak belajar secara otodidak, terutama terkait materi Matematika keuangan dan ekonomi. Maklum banyak materi Matematika yang ia tidak dapatkan di bangku kuliah. 

Sudah menjadi hal yang umum, kalau SMK kelompok Bisnis dan Manajemen lebih banyak didominasi oleh peserta didik Putri. Di sinilah sisi-sisi moral dan etika Royan terusik. Sebagai guru muda yang belum sarjana, Royan sering mendapat godaan dari para siswinya. Dengan bekal nilai-nilai moral yang ia dapatkan dari guru-gurunya, ia merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Di satu sisi ia memang bercita-cita ingin menjadi guru walaupun orang sering mengatakan gaji guru itu kecil. Di lain sisi ternyata menjadi guru juga ada ujiannya berupa sikap dari sebagian siswi yang suka menggoda.

Bagaimana sikap selanjutnya yang ditempuh Royan? Apakah ia mampu menyelesaikan kuliahnya?..tunggu bagian selanjutnya. (Bersambung...)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x