Romario pangaribuan
Romario pangaribuan Swasta

Words kill, words give life, They're either poison or fruits- You choose. Proverbs 18:21

Selanjutnya

Tutup

Novel

"Smiling Duck Part 1"

2 Juli 2018   16:12 Diperbarui: 2 Juli 2018   16:27 355 1 1
"Smiling Duck Part 1"
koleksi pribadi

Dashh,,, braaakkkk

Pukulan dan hantaman membuat anak kurus berkacamata dengan kaos kuning bergaris putihtersungkur ke lantai. Wajahnya yang menahan nyeri kesakitan terlihat jelas diantara kerumunan teman sebayanya yang tertawa lepas saat melepaskan pukulan demi pukulan dengan canda tawa lepas, seakan tidak menyadari kesakitan yang ditasakan anak itu.

Dengan nafas terengah-engah anak lelaki itu berusaha untuk berdiri dengan dibantu dua tangan kecilnya yang menapak lantai. Belum lagi ia berdiri sempurna dengan kaki yang teseok-seok mencari tumpuan, tulang kering kaki kanannya dengan tiba-tiba di injak dengan kuat oleh salah satu anak kerumunan anak-anak yang berkumpul di pojok koridor sekolah yang sepi itu.

Arghhhhhhh....... Raungan keras muncul dari mulut kecil anak berkacamata dengan tubuh kurus itu. Sontak kerumunan anak-anak yang ramai tertawa tadi menjadi panik dan wajah Mereka memerah saat melihat Tulang kering anak berkacamata itu tidak lagi lurus dan tak lagi bisa di gerakan, mereka sadar bahwa kaki kanan anak tersebut patah akibat Injakan keras yang di layangkan tadi.

Koridor yang penuh tawa dan raungan kesakitan, menjadi sepi. Hanya tangisan tersedu anak berkacamata yang terus memegang kaki kanannya. Sesekali ia berusaha memaksa badanya untuk berdiri tetapi tidak berhasil dan malah berakhir dengan rintih kesakitan. Dengan pasrah, anak itu Membaringkan badannya di Lantai koridor sekolah dengan berteriak pelan meminta pertolongan sambil memegang wajahnya yang lebam karena hantaman. Kedua kelopak matanya mulai turun, ia berusaha agar kedua matanya tidak menutup, namun setelah menit demi menit berusaha kelopak mata yang mungil itu dengan sendirinya menutup. Suara rintih kesakitan dan tangisan sedu hilang dengan cepat dari koridor sekolah, sepi menyelimuti seturut dengan matahari yang terus meneggelamkan diri.

------20 tahun kemudian---------

Klik...klak...klik...klak...

Keybord komputer terdengar cepat dan jelas dari sebuah kamar berukuran 5 x 6 meter. Seorang lelaki dewasa sibuk berselancar ria di dunia maya, dua bola matanya tajam menatap monitor dan sesekali memperbaiki kacamata frame hitamnya yang kadang menurun. Tangan kananya terluhat lihai memegang kursor hitam berlambangkan bebek mainan berwarna kuning. Pagi itu ia melihat berbagai informasi media massa yang memberitakan pembunuhan berantai di kotanya, Sam-Block. Kota kecil yang bersih dan hidup damai sejak puluhan tahun lalu. Berita itu pembunuhan berantai itu, memang menjadi pembahasan viral di Sam-Block beberapa bulan terakhir sejak ditemukan kematian misterius pada seorang akuntan, pengacara, dan supir truk makanan beku.

Lelaki yang berada di depan komputer itu adalah Billy, anak kecil yang dua puluh tahun lalu mengalami bully di sekolahnya sendiri. Ia memutuskan untuk tidak lagi bersekolah karena mengalami trauma sejak mengalami kelumpuhan permanen di bagian kaki kananya. Baru 3 tahun ini, Billy bisa melupakan traumanya, ia kini memilih untuk tinggal sendiri di sebuah kos sederhana di pinggiran kota Sam-Block dan mendirikan perkumpulan kaum difabilitas di dunia maya yang disebut dengan "Smiling Duck".

Billy yang mengalami lumpuh akibat kerusakan di tulang kaki kananya, berhasil mengumpulkan dana yang besar untuk di donasikan kepada kaum-kaum cacat yang bermukim di Sam-Block melalui Smiling Duck. Perkumpulan Smiling Duck juga terus mengalami peningkatan pamor setelah menjadi donatur terbesar bagi para korban gempa bumi yang cacat akibat tertimpa puing bangunan 2 bulan lalu. 

Bulan ini dengan penuh semangat, Billy mengajak semua anggota Smiling Duck yang hanya di jumpainya di dunia maya untuk kembali membuat pertemuan resmi di salah satu restoran di tengah kota sam blok, untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang kelanjutan program charity yang diusung oleh Billy. Undangan tersebut mendapat respon dari hampir setengah anggota Smiling Duck yang berjumlah 20 orang tetap.

Tak lama setelah sibuk di depan komputernya, Billy berdiri dan berbaring di kasurnya dengan memapah tongkat dari alumunium yang membantunya berdiri. Tak lama setelahnya, saat berbaring di kasur dan menghadap langit- langit kamarnya, Billy menepuk tangannya dua kali lalu muncul hologram online di atas langit-langit kamarnya yang merespon dan siap menerima perintah dari Billy. Lalu dengan nada santai Billy berkata "pembunuhan Sam-Block" dan hologram itu merespon dengan melakukan pencarian internet tentang setiap kata kunci mengenai kejadian pembunuhan di Sam-Block.

Dengan suaranya, Billy memberi perintah untuk membuka berita tentang pembunuhan seorang akuntan di salah satu bank negara terkemuka yang berlokasi di Sam-Block, dari berita tersebut diketahui bahwa kronologi kematian terjadi saat akuntan tersebut berlibur bersama keluarganya di tempat bermain. Menurut saksi, saat itu sang akuntan sedang sibuk mengawasi anaknya yang bermain, lalu mendapatkan telpon dari nomor tak dikenal, dan tiba-tiba dengan panik berlari mengejar anaknya tanpa sebab. Saat itulah, tiba-tiba sang akuntan tersandung dan terjatuh lalu secara mengejutkan tidak bernyawa. Sampai saat sebab kematian sang akuntan pun belum dapat di klarifikasi oleh pihak berwajib di Sam-Block , sehingga reputasi kepolisian menurun karena gagalnya mengindentifikasi korban.

lalu billy juga mencari tau tentang kronologis kematian pengacara dengan hologram online tersebut. Berita menjelaskan bahwa kematian pengacara itu terjadi sesaat setelah berlangsungnya pengadilan yang memutuskan bahwa salah satu politikus termasyur di Sam-Block terbukti tidak bersalah atas tuduhan korupsi. saat persidangan telah selesai Pengacara yang berhasil memenangkan dugaan korupsi politikus tersebut bersalaman dan berpelukan dengan terdakwa lalu secara tiba-tiba terlihat panik saat melihat ke arah jendela dan lari dengan segera melalu pintu di belakang meja persidangan. 30 menit sesudahnya, pengacara itu di dapat tewas terbujur kaku mengenaskan di dalam Gudang belakang pengadilan, mulutnya mengeluarkan busa putih dan kulitnya membiru. Gudang itupun sama sekali tidak berantakan dan tidak meninggalkan jejak dari tersangka pembunuh dan sampai saat ini kejadian tersebut sangat menghebohkan dunia peradilan dan masayarakan Sam-Block yang terkenal dengan kota yang damai dan aman.

Saat membaca berita tersebut, raut wajah billy sangat datar dan di kepalanya penuh dengan tanda tannya, dengan rasa penasaran yang belum sirna Ia kembali memberikan perintah kepada hologram online itu untuk mencari tentang kematian orang ke tiga yaitu supir truk makanan beku. Belum hologram itu mencari, billy tersentak dengan bunyi suara notifikasi email dari komputernya. 

Tidak beranjak dari kasurnya, billy yang masih terbaring mengambil smartphone miliknya yang berada persis di sebelah kanan kasurnya . Ia lalu mengecek email yang masuk tersebut dengan smartphone miliknya dan ternyata konfirmasi dari anggota Smiling Duck yang menyepakati bahwa pertemuan anggota Smiling Duck disepakati untuk di majukan menjadi malam ini di restoran yang sama saat mereka melakukan pertemuan tahun lalu.

Billy segera mengkonfirmasi notifikasi itu, dan mulai bersiap untuk hadir dalam pertemuan Smiling Duck nanti malam. Billy mencoba bangun dari kasurnya dan kembali menepuk dua tangannya sehingga hologram yang berada di langit-langit kamarnya itu mati secara otomatis dan berita tentang pembunuhan supir truck itu tak sempat lagi dibaca. Dengan penih semangat, billy menuju kamar mandi dengan bersiul sembari membuka kaus putih yang sedari pagi digunakannya.

Pada waktu yang telah di tentukan, billy adalah orang pertama yang hadir di restoran sesaat sebelum para anggota Smiling Duck berkumpul. Ia menunggu dengan senyum lebar dan menatap keadaan di dalam restoran yang menghadap ke bibir pantai tersebut, sembari memperbaiki dasi dan jas hitam miliknya. Tak lama, dari arah pintu masuk terlihat seseorang bertubuh kecil dan berkumis lebat masuk dengan kursi roda yang didorong oleh pria berbadan besar dan penuh tato. Billy bergegas berdiri unutk menyambut orang yang semakin mendekat ke meja dimana billy duduk itu. 

Ia langsung tersenyum dengan memaikan jari-jarinya yang membentuk kalimat kepada orang tersebut, lalu dengan senyum lebar orang tersebut pun tertawa dan membalas dengan gerakan jari tangan yang cepat dengan pola yang berbeda. Billy dan orang tersebut berpelukan kecil dan mengambil alih kursi roda tersebut dari tangan pria besar tadi. Mereka berdua larut dalam obrolan hangat sembari meunggu para angora smilind duck lainnya.

sampai dengan 30 menit berlalu, 20 anggota tetap Smiling Duck berkumpul dan duduk melingkar dalam satu meja yang sudah dipesan. Billy berdiri ditengah dan menyambut semua anggota yang datang, ia memberikan rasa terimakasih kepada para anggota yang sampai saat ini eksis untuk membantu Smiling Duck dalam program charity di Sam-Block. Dalam meja tersebut terlihat sangat jelas bahwa anggota Smiling Duck adalah orang-orang yang mengalami cacat fisik tetapi rasa kasihan tidak ada pada tampilan mereka karena dibalut jas hitam dengan motif garis yang sama. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2