Mohon tunggu...
roizul hamm
roizul hamm Mohon Tunggu... Penulis - Santri dan mahasiswa Bangkalan

Pemuda iseng dari madura... Suka banget menulis. Suka humor juga. hari tanpa tertawa itu adalah hari yang terbuang.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Tidur, Pilihan Terbaik Saat Mati Lampu

28 Mei 2020   20:48 Diperbarui: 28 Mei 2020   20:51 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ada hal yang paling tidak saya sukai jika sedang berada di rumah.

Singkatnya, saya itu selama 9 tahun ini berada di salah satu pesantren di Bangkalan, letaknya tak jauh dari alun-alun kota, artinya kehidupan dan suasananya jauh berbeda dengan kampung saya dirumah.

Untuk liburan, setiap tahun kita para santri dapat 2x jatah liburan.

Ramadhan dan maulid.

Menyambung dari awal bahwa ada hal yang paling tidak saya sukai pada waktu liburan ini, walaupun saya sudah dirumah, jika sudah hujan, mati lampu dan sinyal tiba-tiba hilang maka liburan ini seakan lebih baik dipercepat saja.

Oke, mungkin ini hanya keluhan satu orang saja yang tak akan berpengaruh walaupun bisa saja yang akan membaca adalah orang-orang yabg bekerja di PLN.

PLN setempat.

Tapi ini perwakilan suara rakyat di desaku, bahwa tolonglah beri solusi. Saya yang masih pemuda terkadang membenarkan kata-kata nenekku yang nyeloteh tak karuan ketika mati lampu hanya karena gerimis turun. Celotehannya akan lebih tidak karuan lagi saat didepan rumah lewat petugas PLN setempat untuk memperbaiki kerusakan ini dan 5 menit kemudian mas-mas petugas itupun kembali pulang.

Dengan harapan listrik kembali menyala kita(saya dan nenek) menunggu. Anehnya listrikpun menyala besok paginya.

Artinya setiap kali gerimis dimalam hari, listrik pasti padam, dan akan menyala dipagi hari,

Bukankah petugas sudah memperbaiki?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun