Choirul Huda
Choirul Huda wiraswasta

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Freddie Mercury, Queen, dan 5 September

5 September 2013   06:01 Diperbarui: 24 Juni 2015   08:20 1406 4 5
Freddie Mercury, Queen, dan 5 September
1378353059640331580

[caption id="attachment_263879" align="aligncenter" width="460" caption="Freddie Mercury dengan kostum kebesarannya (Guardian.co.uk)"][/caption] Bagi saya, Guns N' Roses (GNR) merupakan band terbaik sepanjang sejarah. Terutama ketika masih ada duet Axl Rose-Slash yang membuat band itu melejit hingga terjual lebih dari 100 juta copy. "The Most Wanted or Awaited Band in the World" menjadi julukan sahih GNR sepanjang 1987-1996. Dalam kurun waktu hampir satu dekade itu, mereka banyak menelurkan hits "abadi" yang hingga kini masih dikenang pencinta musik rock. Sweet Child O' Mine, Don't Cry, Patience, Paradise City, hingga November Rain yang selalu di-request penggemarnya di radio setiap bulan November. Alasan itu pula yang membuat saya sejak kecil tak tertarik dengan gempuran band rock lainnya selain GNR. Termasuk Nirvana, Metallica, dan Van Hallen yang selalu "dicekoki" saudara, keluarga hingga teman. Bahkan, semasa masih berseragam abu-abu ketika era pentas seni (pensi), hobi saya terhadap GNR tak berubah. Menurut saya, aliran yang saat itu sedang hit, yaitu genre hipmetal dengan Limp Bizkit, Linkin Park, KoRn, atau POD dan juga Oasis, seperti bukan band rock, melainkan sekadar parodi! Hanya, saya juga harus mengakui bahwa di atas langit masih ada langit. Selain GNR, bagi saya ada dua band yang lebih hebat dibanding Axl dan kawan-kawan, yaitu Queen dan The Beatles. Memang, penilaiannya bukan berdasarkan kualitas semata, melainkan faktor kuantitas (album) dan senioritas. Lantaran kedua band tersebut jauh lebih awal berkiprah di blantika musik dibanding GNR. Queen tenar era 1970 hingga 1991 ketika sang vokalis, Freddie Mercury tewas karena HIV - Aids. Sementara, The Beatles 1960 sampai 1970 saat John Lennon memutuskan solo karier. Selain GNR, saya sulit membandingkan siapa yang lebih baik dari Queen atau The Beatles. Sama sulitnya dengan menyebut siapa tim terbaik di dunia, antara Juventus atau Italia, serta Maradona versus Pele, dan memilih antara es krim Conello dengan Magnum. Tapi, jika dikerucutkan antarkedua vokalis, saya cenderung memilih Freddie di atas Lennon. Kecuali kehidupan pribadinya yang mempunyai kelainan seks. Freddie merupakan sosok yang banyak menyimpan misteri sepanjang hidupnya hingga setelah meninggal. Pria kelahiran 5 September 1946 ini mampu membuat hampir pencinta musik terpesona dengan lagu-lagu ciptaannya. Termasuk saya yang hingga kini masih belum mengerti dengan makna sebenarnya dari lagu Bohemian Rhapsody. "Is this real life? Is this just fantasy Caugh in a lanslide No escape from reality" Ya, Bohemian Rhapsody merupakan lagu keempat Queen yang saya kenal setelah We Will Rock You, Love of My Life dan tentu saja We Are The Champions yang kerap terdengar saat tim atau individu menjuarai sebuah turnamen olahraga. Meski mengenalnya paling buncit, namun kandungan  lirik dalam lagu yang dirilis lewat album A Night at the Opera (1975) ini sungguh dahsyat. Mungkin selevel dengan November Rain, Strawberry Field (The Beatles), Smells Like Teen Spirit (Nirvana), dan di atas Nothing Else Matters (Metallica), Jeremy (Pearl Jam), Hotel California (Eagles), serta Stairway to Heaven (Led Zeppelin). Sayangnya, kematian tragis Freddie menjadikan Queen sebagai salah satu dari sedikit band yang kariernya selesai tanpa perpecahan antarpersonel. Meski begitu, Freddie adalah Freddie. Pria asal Inggris keturunan Tanzania (Afrika) dan Persia (Iran) ini tetap menjadi "ratu" di antara musisi lainnya yang pantas digelari "raja" seperti Lennon, Elvis Presley, Jim Morisson, hingga Michael Jackson. Lima bulan setelah Freddie meninggal,Brian May, Roger Taylor, dan John Deacon -rekan-rekannya sesama penggawa Queen- mengadakan konser penghormatan di stadion terbesar Inggris, Wembley. Tidak tanggung-tanggung, konser yang dipadati 72 ribu penonton itu melibatkan lebih dari 30 band dan musisi yang serempak menyebut Freddie sebagai salah satu legenda musik. Mulai dari Elton John, GNR, Metallica, sampai musisi seperti David Bowie. Bahkan, dua tahun lalu raksasa mesin pencarian Google turut memperingati hari kelahiran Freddie yang ke-65 dengan merilis Google Doodle. Yang menarik, sebelum meninggal Freddie dengan gamblang menceritakan asal-usul nama bandnya. Menurutnya, Queen meski kedengarannya anggun memang memiliki konotasi dengan gay. Namun, nama tersebut lebih diingat terkesan lebih membumi dari nama sebelumnya, Smile. Mungkin karena itu, kelak nama Queen mengejawantah dalam diri Freddie yang akhirnya diketahui sebagai seorang homoseksual. Dan, itu pula yang membuat pria bernama asli Farrokh Bulsara, harus meregang nyawa pada 24 November 1991...

*     *     *

Referensi: - Diolah dari berbagai majalah (Haiklip Rock In Rio, 25 Years in Rock!, GNR) - Freddie Mercury Tribute (The Times) - Google Doodle Tribute Queen (The Time) - Freddie Mercury's 65th Birthday (Google) - 100 Greatest Singers of all Time (Rolling Stone)

*     *     *

Sebelumnya: - 5 Konser Rock Legendaris Sepanjang Masa - Menanti Kedatangan Guns N' Roses di Indonesia - Kurt Cobain, Musisi Pemberontak Generasi Muda

*     *     *

- Bandung, 5 September 2013