Mohon tunggu...
Rizqi Fathurrohman
Rizqi Fathurrohman Mohon Tunggu... Belajar dan Bermain

Belajar dari melihat, mempelajari, dan mencoba. Diri yang memiliki motto hidup "Muda berkarya, tua berjaya, mati masuk surga". Mari berbagi dan berdiskusi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Tepis "Insecurity" dengan Memahami Pengelolaan Diri

13 Mei 2020   10:23 Diperbarui: 16 Mei 2020   16:05 452 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tepis "Insecurity" dengan Memahami Pengelolaan Diri
Photo by Tom Pumford on Unsplash (unsplash.com/@tompumford)

Iihh gue kok gini banget ya?
Iiihh kok gue gini aja gabisa?
Kalo bisa kaya dia enak kali ya?
Wihh kok dia bisa gitu ya?
Gue mah apa atuh. cuma remahan rangginang lempem 

Banyak saya temui di media sosial tentang rasa insecure ini. Terutama di kalangan kerabat saya yang aktif bermedia sosial. Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena mungkin semakin banyaknya manusia di dunia ditambah kemajuan teknologi, membuat para remaja semakin ragu untuk kemampuan dirinya dalam berkompetisi.

Saya pun beberapa kali terkena rasa insecurity tersebut. Hal itu terjadi ketika saya berada di masa-masa down. Saat itu saya merasa diri ini kok takut untuk mencoba hal-hal baru, takut untuk mengungkapkan sesuatu, dan saking insecure-nya, saya menitihkan air mata karena tak kuat membayangkan hal-hal itu. 

Namun rasa insecurity itu tak singgah lama-lama, beberapa tindakan saya, membuat saya menegapkan pandangan saya kembali tuk menjalani kehidupan yang nyata ini.

Bagi kalian yang belum tau Insecure itu apa, saya akan menjelaskan menurut pemahaman saya. Jadi insecure itu merupakan sebuah kondisi kita yang mengalami fase down dalam hidup, dan menimbulkan sesuatu perasaan yang tidak aman. Perasaan tidak aman ini membuat diri kita menjadi serba kurang, serba salah, dan menganggap diri kita tidak mampu.

Banyak faktor yang menyebabkan diri seseorang mengalami perasaan insecure. Faktor ini dapat berasal dari diri kita sendiri ataupun dari lingkungan kita. Berikut 5 penyebab insecurity bisa menyerang diri kita

1. Terpengaruh kata-kata negatif orang lain
Sebagai manusia kita pasti pernah di ejek atau di hina. Hal tersebut bisa berdampak negatif dan positif, tinggal dimana kita dapat memposisikan diri kita. Menjadi Negatif, jika kita hanyut dalam perundungan kata-kata negatif orang lain. Dan menjadi positif jika kita memandang kata-kata tersebut sebagai cara tuhan untuk meninggikan derajat kita.

2. Berpikir berlebihan atau Overthinking
Mungkin kita boleh berpikir kalau kita pasti memiliki kekurangan, tapi jangan sampai kita berpikir berlebihan tentang kekurangan kita. Hal tersebut bisa menjadi penyebab diri kita untuk merasa Insecure.

3. Mengingat masa lalu
Peribahasa sunda yang di pahat dalam ikon Bogor mengatakan "Di nu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Jaga" yang memiliki arti, segala hal masa kini adalah pusaka di masa silam, dan ikhtiar hari ini adalah utnuk masa depan. Maka, Jika kita kaitkan dengan masa lalu, anggaplah masa lalu tersebut sebuah batu loncatan kita untuk menjadi jauh lebih baik lagi kedepan.

4. Pengaruh media sosial
Segala aktivitas positif yang dikerjakan orang lain menjadi sebuah keraguan diri kita untuk terus melangkah. Platform Instagram salahsatunya, media sosial ini yang menurut saya paling besar impactnya untuk seorang menjadi merasa insecure. Karena saya juga merasakan hal ini hehehe.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN