Mohon tunggu...
Putra
Putra Mohon Tunggu... Freelancer - UX Designer

Seorang UX Designer namun suka nulis banyak hal

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kekerasan Menjadi Sorotan, Para Pakar Bahas Jangka Panjang

3 Mei 2024   08:32 Diperbarui: 3 Mei 2024   08:34 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Photo by Melanie Wasser on Unsplash

Jakarta, 2 Mei 2024 - Dalam beberapa bulan terakhir, kekerasan, baik fisik maupun verbal, telah menjadi perhatian serius di Indonesia. 

Meningkatnya insiden kekerasan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di sekolah, rumah tangga, dan lingkungan kerja, telah mendorong para pakar untuk mencari solusi jangka panjang yang dapat mengatasi masalah ini.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pemerintah, mendorong berbagai pihak untuk bekerja sama mencari solusi yang efektif.

Para pakar di berbagai bidang, mulai dari psikologi, hukum, hingga pendidikan, telah berkumpul dalam beberapa seminar dan konferensi untuk membahas upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Berikut adalah beberapa solusi jangka panjang yang diusulkan oleh para pakar:

1. Peningkatan Edukasi

Pakar menekankan pentingnya pendidikan sejak dini tentang pentingnya menghormati orang lain dan bagaimana mengelola emosi dengan baik. Program pendidikan anti-kekerasan di sekolah dan masyarakat dapat membantu mengurangi risiko perilaku kekerasan di masa depan.

2. Perkuat Perlindungan Hukum

Pemerintah dan lembaga terkait disarankan untuk memperkuat perlindungan hukum bagi korban kekerasan. Penegakan hukum yang tegas dan adil dapat memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan dan memastikan perlindungan yang lebih baik bagi korban.

3. Akses ke Layanan Kesehatan Mental

Para pakar menyarankan perluasan akses ke layanan kesehatan mental bagi korban dan pelaku kekerasan. Dengan mendapatkan dukungan profesional, baik korban maupun pelaku dapat memperoleh pemahaman dan bantuan yang mereka butuhkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun