Mohon tunggu...
Mochamad Rizki Fitrianto
Mochamad Rizki Fitrianto Mohon Tunggu... Freelancer Writer

Menulislah agar dipahami, bicaralah supaya didengar, dan membacalah untuk mengembangkan diri - Gus Dur

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pak Windoko, Local Heroes URC BPBD Kabupaten Kediri

1 Juni 2020   09:22 Diperbarui: 1 Juni 2020   09:48 14 2 1 Mohon Tunggu...

Pak Win, begitulah beliau akrab disapa, komandan URC (Unit Respon Cepat) BPBD Kabupaten Kediri ini merupakan salah satu personil yang aktif dalam kegiatan satuan gugus tugas Covid 19 kabupaten kediri saat ini, baik dalam kegiatan sosialisasi maupun kegiatan lainya sampai proses pemakaman korban jiwa yang tidak semua orang berani melakukan hal tersebut. 

Beliau akrab disapa dengan URC 01 dalam BPBD Kabupaten Kediri. 01 bukan tentang sebuah nomer akan tetapi juga  tanggung jawab, tanggung jawab dalam sebuah regu, tanggung jawab kepada sesama. Dalam tulisan ini saya ingin membagikan beberapa pengalaman saya terkait sosok beliau.

Awal perjumpaan saya dengan beliau dimulai saat pertengahan tahun 2019, saat dimana saya melakukan studi di BPBD kabupaten kediri terkait dengan tugas akhir saya yang mengangkat tentang tema mitigasi bencana alam disana. Saat melakukan studi disana saya diarahkan untuk menemui beliau. 

Dalam kegiatan saya disana saya sering berdiskusi dengan beliau terkait dengan studi yang saya lakukan, tak jarang dalam diskusi tadi beliau menyampaikan hal-hal diluar konteks kebencanaan, seperti halnya suka duka menjadi tenaga penyelamat yang sering berhadapan dengan bahaya, mengalahkan rasa takut, meninggalkan keluarga saat terjadi bencana alam. 

Seperti halnya saat terjadi bencana letusan gunung kelud pada tahun 2014 silam, saat itu beliau menuturkan betapa pentingnya keberadaan tenaga penyelamat yang harus berkoordinasi dengan cepat dan sigap dengan keterbatasan yang ada saat itu, sebagai informasi saat bencana letusan gunung kelud tahun 2014 lalu keberadaan BPBD sebagai lembaga yang berwenang terhadap upaya mitigasi bencana daerah di kediri belum ada, sehingga saat itu upaya penanggulangan bencana yang ada mengandalkan kemampuan relawan (komunitas maupun penggiat alam) dan TNI-Polri.

Dalam diskusi dengan beliau, beliau juga sempat menuturkan tentang bagaimana tantangan yang dialami oleh tenaga penyelamat tidak hanya berupa tantangan fisik namun juga psikis. 

Dari penuturan beliau saat itu berdasarkan pengalaman yang pernah dialami, pernah dalam satu kegiatan evakuasi penyelamatan korban tenggelam di sungai brantas dimana keadaan korban jiwa yang sudah tidak utuh lagi sehingga membuat enggan pihak yang seharusnya saat itu mengevakuasi enggan untuk melakukan sehingga meminta BPBD kabupaten kediri melalui URC untuk melakukan kegiatan evakuasi, dan dengan niat mulia membantu sesama kegiatan evakuasi tersebut dilakukan meskipun ada tantangan psikis yang dihadapi dan banyak lagi pengalaman terkait dengan kegiatan kemanusiaan lainya.

dokpri
dokpri
Di akhir tulisan ini saya ingin saya ingin menyampaikan bahwa pekerjaan sosial atau tenaga penyelamat merupakan profesi yang mulia, mereka kerap kali berhadapan dengan bahaya, bertaruh nyawa menyelamatkan nyawa, melawan rasa takut dll. Meskipun itu menjadi kewajiban mereka sebagai konsekuensi dari pekerjaan namun diluar itu apresiasi patut diberikan kepada mereka diluar tugas pokok mereka sebagai tenaga kemanusiaan. Keberadaan mereka sering kali terlupa oleh kita, mereka yang ada dalam keadaan bencana alam, meninggalkan kenyamananya demi memberikan kenyamanan kepada orang lain, semoga dalam pengabdianya selalu diberikan keselamatan 

Salam

VIDEO PILIHAN