Mohon tunggu...
Riska Kurnelia Ananda
Riska Kurnelia Ananda Mohon Tunggu... Mahasiswa - KKN Tematik UPI 2021 kelompok 2

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

KKN Tematik UPI 2021: SMA Negeri 1 Damar Kini Mulai Menerapkan Pembelajaran Daring Secara Menyeluruh

27 Juli 2021   17:08 Diperbarui: 27 Juli 2021   17:22 69 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
KKN Tematik UPI 2021: SMA Negeri 1 Damar Kini Mulai Menerapkan Pembelajaran Daring Secara Menyeluruh
Melakukan zoom meeting bersama Pak Lovi salah satu guru SMA Negeri 1 Damar/Dokpri

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Hal ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Banyak sekolah yang sudah lama menerapkan pembelajaran daring pada saat pandemi meskipun beberapa diantaranya pada pelaksanaannya belum terlalu efektif karena persiapan yang dilakukan bisa dibilang 'persiapan dadakan'. Salah satunya adalah SMA Negeri 1 Damar yang terletak di Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan BangkaBelitung. Sekolah ini baru menerapkan pembelajaran full online pada bulan Juli yaitu ada awal tahun ajaran baru 2021/2022.

Penyerahan surat tugas dari Universitas Pendidikan Indonesia kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Damar/Dokpri
Penyerahan surat tugas dari Universitas Pendidikan Indonesia kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Damar/Dokpri

Pada awalnya SMA Negeri 1 Damar melakukan sekolah secara campuran/blanded dikarenakan banyak kendala yang dialami baik pihak sekolah maupun siswa. Faktor penghambat yang utama adalah koneksi atau jaringan. Bisa dibilang daerah tersebut merupakan daerah yang kurang terangkau jaringan sehingga penyebaran jaringannya tidak merata yang menyebabkan siswa kesulitan untuk mengikuti pembelajaran daring.

Sistem media pembelajaran juga menjadi permasalahan bagi sekolah. Pak Lovi merupakan salah satu Guru SMA Negeri. "Untuk media pembelajaran sedang diusahakan dalam 1 website saja, namun kami masih mengalami kesulitan dalam pemerataan jaringan. Kami sudah mengusahakan dengan menyampaikan kepada Pak Camat untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan pemerataan jaringan ini dan sekarang sedang dalam proses" , ujar Pak Lovi.

Melalui pendampingan yang dilakukan kepada 10 siswa di SMA Negeri 1 Damar oleh Riska Kurnelia Ananda mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia yang sedang melakukan KKN Tematik "Membangun Desa Melalui Bidang Pendidikan dan Ekonomi-Permasalahan dalam Implementasi MBKM pada Masa Pandemi COVID-19. 

Riska mendapatkan informasi mengenai kendala siswa dalam mengikuti pembelajaran secara daring. Banyak diantaranya yang mengaku memiliki kendala pada jaringan. Sehingga mereka kesulitan untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu mereka juga mengaku mengalami kendala pada kuota. 

Ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi harganya bagi siswa dan guru guna memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak dan banyak diantara orangtua siswa yang tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet.

Namun, semua permasalahan itu kini sudah mulai teratasi terbukti pada bulan akhir bulan Juli, SMA Negeri 1 Damar mulai meyelenggarakan semua pembelajaran secara daring. Media yang kini digunakan yaitu google classroom, google meet, zoom meeting, whatsapp, dsb. Untuk permasalahan kuota, kini pihak sekolah sedang mengusahakan untuk memberikan fasilitas kuota kepada siswa dan guru. Evaluasi dan inovasi pun terus dilakukan guna meningkatkan keefektifan pembelajaran daring.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN