Rintar Sipahutar
Rintar Sipahutar Guru

"Agama tidak lebih besar dari Tuhan, manusia boleh salah tetapi Tuhan tidak"

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Juventus Sudah Pasti Juara, Seri-A Semakin Tidak Menarik

11 Februari 2019   06:53 Diperbarui: 11 Februari 2019   07:12 209 2 1
Juventus Sudah Pasti Juara, Seri-A Semakin Tidak Menarik
(Foto : sportskeeda)

Salah satu tujuan manajemen Juventus mendatangkan mega bintang Cristiano Ronaldo dari Real Madrid selain berharap meraih trebel (Juara Seri-A, Copa Italia dan Liga Champions), tentu saja untuk meraup perhatian sebanyak-banyaknya pecinta sepakbola dunia agar kembali melirik Liga Seri-A yang sudah terlupakan puluhan tahun yang lalu terutama sejak kasus pengaturan skor Calciopoli.

Tetapi sepertinya harapan tersebut tidak akan terwujud karena kehadiran Ronaldo di Juventus justru membuat persaingan perebutan scudetto di Liga Seri-A semakin tidak kompetitif. Ronaldo membuat kesenjangan antara Juventus dengan para pesaingnya justru semakin lebar bahkan membuat Juventus menjadi tim super power.

Hingga pekan ke-23 atau tersisa 16 pertandingan lagi, Juventus yang berhasil mempecundangi Sassuolo dengan skor 0-3 dini hari tadi semakin mantap memuncaki klasemen sementara. Juventus berhasil mengumpulkan 63 poin dari hasil 20 kali menang, 3 kali seri dan belum terkalahkan sekalipun. Catatan gol Juventus juga terbilang sangat bagus dengan 46 gol memasukkan, 15 kemasukan sehingga surplus 31 gol.

Dengan mengoleksi 63 poin maka Juventus terpaut 11 poin dengan Napoli yang berada di posisi ke-2, 20 poin dengan Inter Milan yang menghuni posisi ketiga, dan 24 poin dengan AC Milan yang menguntit di posisi keempat. Posisi seperti ini dan jika tidak ada kejadian luar biasa di tubuh Juventus maka mustahil rasanya bagi Napoli, Inter dan AC Milan untuk mengejar scudetto.

Dengan demikian peluang Juventus untuk meraih scudetto tahun ini sudah semakin mendekati kata pasti. Dan jika hal itu terjadi maka ini adalah scudetto yang ke-35 untuk si "Nyonya Tua" sejak Seri-A dihelat tahun 1898 yang silam.

Bukan hanya itu, jika Juventus kembali merebut scudetto tahun ini maka ini adalah scudetto yang ke-8 secara berturut-turut sejak 2011. Dan sepertinya dominasi Juventus masih akan bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Peta kekuatan seperti ini tentu saja membuat Seri-A hanya menjadi milik Juventus saja dan tentu saja ini akan membuat Seri-A semakin tidak menarik.

Lalu langkah yang harus dilakukan pengurus Seri-A untuk mengembalikan kejayaan Seri-A seperti pada tahun 90-an? Layak kita tunggu gebrakannya.

Salam olahraga...!

(RS)