Rintar Sipahutar
Rintar Sipahutar Guru

Rintar Sipahutar, S.Pd, Guru Matematika SMP Negeri 1 Lingga Utara, Kepulauan Riau "Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan"

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Hari Ini Tepat 1 Tahun Saya Menulis di Kompasiana, Apa yang Saya Dapatkan?

6 Desember 2018   22:41 Diperbarui: 7 Desember 2018   06:35 229 8 5
Hari Ini Tepat 1 Tahun Saya Menulis di Kompasiana, Apa yang Saya Dapatkan?
(Tangkapan layar/dokpri)

Apa yang sudah saya dapatkan atau apa yang sudah saya berikan?

Hari ini satu tahun yang lalu, tepatnya 6 Desember 2017, secara resmi saya mulai menulis di Kompasiana. Adapun judul tulisan pertama saya adalah: "Falsafah Yahudi dan Falsafah Batak dalam Hal Berbicara", dengan quote: "Orang bodoh mengatakan apa yang diketahuinya sedangkan orang bijak mengetahui apa yang dikatakannya".

Artikel pertama ini saya maksudkan untuk memberikan nasihat dan peringatan kepada diri saya dan pembaca agar selalu berhati-hati dalam berbicara, baik melalui lisan maupun tulisan. Terutama ketika menulis di Kompasiana, agar tidak membuat konten hoaks, ujaran kebencian yang memprovokasi dan juga anti terhadap plagiarisme.

Dan hingga saat ini artikel tersebut telah dibaca sebanyak 1.573 kali. Walaupun tidak mendapatkan rating dan komentar dari pembaca tetapi menurut saya jumlah viewer sebanyak itu adalah suatu pencapaian yang cukup bagus untuk sebuah tulisan pembuka dari seorang pendatang baru.

Jika Anda bertanya apa yang sudah saya dapatkan selama satu tahun bergabung dengan Kompasiana? Saya akan katakan, banyak hal yang telah saya dapatkan, diantaranya:

Pertama, saya telah mendapatkan sebuah wadah yang tepat untuk mengekspresikan ide-ide dalam pikiran saya ke dalam bentuk tulisan. Kompasianalah tempatnya, sebuah blog keroyokan yang kredibel dan sudah memiliki brand tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia.

Kedua, secara sah saya telah tergabung dengan komunitas Kompasianer yang berasal dari berbagai latar belakang: usia, pendidikan, pekerjaan, suku, budaya, agama dan sudut pandang yang berbeda. Dan dari mereka semua, saya belajar banyak hal, mengenai cara-cara menulis yang baik, memberi komentar yang baik, menjaga mood agar tetap semangat menulis, dan sebagainya.

Ketiga adalah, hampir setiap bulan sejak bulan Juni 2018 saya selalu mendapatkan K-reward dari Kompasiana. Walaupun mungkin bagi orang lain jumlahnya tak seberapa, tetapi bagi saya uang sebanyak itu bahkan masih bersisa setelah digunakan untuk membeli kuota internet dan pulsa listrik untuk rumah kami. 

Dan jika Anda kembali bertanya, kira-kira apa yang sudah saya berikan kepada pembaca Kompasiana? Maka saya akan mengatakan, belum seberapa tetapi saya terus belajar dan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Pencapaian saya terlihat dengan jelas dari data statistik yang tertera di akun saya.

Arti data statistik Kompasiana bagi saya

Data statistik yang disediakan Kompasiana di akun saya memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Data statistik itu menurut saya adalah sebuah "rapor", berisi angka-angka dan predikat yang memberi gambaran pencapaian sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi saya.

Data statistik di akun saya menunjukkan bahwa saya sudah terverifikasi "centang hijau". Artinya saya sudah terdaftar dengan data pribadi yang jelas sesuai dengan identitas yang sah, salah satunya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dan saya berharap agar segera mendapatkan "verifikasi biru" untuk tingkat "pengakuan" tingkat kepercayaan yang lebih tinggi.

Hingga saat ini saya telah mengumpulkan 7.932,545 Poin dengan predikat "Taruna", dari hasil: 450 artikel yang terdiri dari 214 merupakan artikel pilihan dan 13 artikel utama, 576.643 viewer, 947 rating dan 1.368 komentar.

Dari data tersebut berarti saya menulis dengan rata-rata 1,23 artikel setiap harinya dengan rata-rata pembaca 1.281,43 untuk setiap artikel. Atau jika diibaratkan bahwa pencapaian keterbacaan setiap artikel adalah 1.000, maka artikel saya masih surplus sekitar 123.643 viewer.

Saya tidak mengatakan bahwa artikel-artikel yang saya tulis tersebut sudah berkualitas tetapi tidak pula saya mau merendahkan artikel-artikel itu untuk alasan kerendahan hati. 

Tetapi satu hal yang pasti, saya akan terus menulis dan menulis sambil terus belajar dan belajar. Dan saya pikir Kompasianalah tempat yang paling tepat bagi saya dan bagi siapa saja yang mempunyai hobi untuk menulis. Suatu saat nanti saya berharap akan menerbitkan sebuah buku.

(RS)