Mohon tunggu...
Rina Sakina
Rina Sakina Mohon Tunggu... Mahasiswa - خير الناس أنفعهم للناس🌹

Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Menyukai Drama/Kpop, Apakah Haram?

8 Mei 2021   23:34 Diperbarui: 22 Juli 2021   11:49 2689
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Namun ada sebuah hadist dari Rasulullah SAW, yang bersabda,“Seseorang akan bersama yang ia cintai dan engkau bersama orang yang kau cintai,” (HR at-Tirmidzi No.2307).Jadi, inti dari Hadist di atas adalah bahwa jika kita bisa menempatkan idola kita dengan baik, dalam arti tidak mengagungkannya apalagi tidak melebihi rasa suka kita kepada Allah SWT dan Rasulnya, maka Rasulullah SAW pun senantiasa menganggap kita sebagai umatnya, karena kita ini kelak diakhirat akan bersama orang yang kita cintai di dunia. Entah itu pasangan kita, keluarga kita, atau orang yang kita kagumi, boleh-boleh saja. 

Namun, karena kita adalah umatnya Rasulullah, alangkah lebih-baiknya jika kita mengutamakan untuk mencintai dan merindukan Rasulullah SAW. Jadi, kita sebagai umatnya Rasul, boleh saja, silahkan tidak apa-apa jika ingin menyukai non muslim, asalkan menyukainya itu hanya untuk urusan dunia saja tanpa menyangkut-pautkan agama, misalkan termotivasi untuk bisa semultitalenta dia (siapa aja bebas(◕‿◕✿).

Cintanya Rasulullah kepada umatnya itu jangan dipertanyakan lagi. Karena Rasulullah itu adalah Rasul yang Rahmatan Lil'Alamin, Beliau-Lah junjungan mulia umat manusia, yang menyebarkan rahmat dan kasih sayangnya sepanjang hidup-Nya. Beliau-Lah kekasih sejati bagi umatnya. Sudah sepantasnya kita sebagai umatnya memprioritaskan dan mengutamakan sunnah dan ajaran (hukum Allah) yang telah beliau sampaikan. Bahkan ketika beliau hendak dicabut nyawa sekalipun, masih sempat-sempatnya beliau memikirkan umatnya, "ummatii...ummatii...ummatii". 

Dan ketika beliau akan dicabut nyawa sekalipun beliau masih saja memikirkan umatnya dengan berkata kepada Malaikat Izrail, "Bagaimana nasib umatku kelak?", lalu beliau juga berkata lagi, "Wahai Izrail, cabutlah semua rasa sakit (pedihnya) rasa dicabut nyawa ini".

Di dalam suatu kitab (kalau tidak salah di dalam kitab Nurudzolam/Kifayatul Awam, boleh di cek yah bagi yang baca artikel ini, hehe) yang pernah Ustadz Saya sampaikan, di sana dikatakan bahwa, "Rasa sakit yang umat Rasul rasakan ini tidak ada apa-apanya dibanding rasa sakit yang beliau rasakan ketika dicabut nyawa (maksudnya rasa sakitnya itu sudah ditimpakan setengahnya kepada baginda Rasul, jadi rasa sakit yang akan kita rasakan nanti ketika dicabut nyawa, ituteh sudah setengahnya rasa sakit dicabut nyawa). Bayangkan? Segitu rela-nya baginda Rasul demi kita (umatnya) SubhaanaAllah (•̩̩̩̩_•̩̩̩̩). 

Coba kurang cinta apalagi Rasul kepada kita? Jadi yuk, lebih banyak sholawatnya, kurangi nontonya. Jadikanlah aktivitas agamis kita menjadi hal yang utama, dibanding aktivitas duniawi yang bisa melalaikan kita kapan saja.

Boleh saja kita menonton, asal jangan saja begini, dengan menyukai korea kita lebih condong ke hal yang negatif, hal itulah yang tidak diperbolehkan. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit saya pun sudah berkurang ke hal yang berbau Korea. Yuk berhijrah dari sekarang apalagi di bulan Ramadhan ini, harus banyakin lagi ngaji-nya, ibadah-nya, berdo'anya, selain amalanya dilipatgandakan, kita juga tak pernah tau umur kita akankah masih bisa bertemu lagi dengan Ramadhan selanjutnya? Wallohu A'lam yah. 

Jadi, yuk produktifin lagi kegiatan kita dari sekarang, jadikanlah Bulan Ramadhan ini jadi ajang untuk berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depanya, walaupun masih sulit, tidak apa-apa, bertahap saja, yang penting kita tetap patuh akan komitmen kita sebagai seorang mukmin.

Jangan julid, jangan memprovokasi, apalagi sampai menyalahkan pihak yang bersangkutan. Karena semua perkara itu punya sisi positif dan negatifnya tersendiri. Namun, sesuaikan saja dengan bagaimana cara kita menyikapi kasus ini. 

Misalnya ajakanya seperti ini, "Yuk para pecinta drama, jangan lupa tadarusnya yah, sedekahnya, muroja'ah dan menghafal quranya. Tetap jadikan kewajiban kita sebagai seorang mukmin itu menjadi hal yang utama, baru setelah itu kalian bisa kok menyempatkan waktu luang untuk menonton, mencari insfirasi untuk berkreasi dan ber-inovasi". 

Mungkin bisa saja kan, bagi seorang penulis, selain menulis, membaca buku dan membaca karya orang lain, salah satu hal yang bisa melahirkan ide adalah dengan menonton. Maka tidak ada salahnya jika kita menggunakanya dalam hal yang positif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun