Mohon tunggu...
RIFAN OKTAVIANUS
RIFAN OKTAVIANUS Mohon Tunggu... -

Desainer grafis lepas yang juga penggiat lingkungan hidup, yang sedang gencar bercerita tentang bahaya sampah plastik.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Perinatologi Untuk Negeri

3 Desember 2018   13:15 Diperbarui: 4 Desember 2018   18:27 2358
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Suster Ruth dan Riani dengan sigap menangani bayi Putri, mereka memasangan alat bantu pernapasan yang selanjutnya dilakukan tindakan sesuai prosedur yaitu memasang infus di kaki, memberikan suntik dan jika perlu memasang selang lambung untuk pemberian asi. 

Foto: Rifan Oktavianus
Foto: Rifan Oktavianus
Setelah selesai, bayi Putri dibungkus dengan cara nesting dengan mengelilingkan kain. Nesting bertujuan untuk membuat bayi terasa seperti di dalam rahim sang ibu. Kini bayi Putri dapat tidur dengan damai.

Foto: Rifan Oktavianus
Foto: Rifan Oktavianus
Pemandangan seperti ini adalah pemandangan sehari-hari pada Unit Perinatologi. Para perawat selalu menangani bayi-bayi dengan penuh cinta layaknya anak mereka sendiri. 

Tidak sedramatis apa yang kita bayangkan terjadi di Ruang UGD, tetapi di Unit Perinatologi para perawat tetap melaksanakan tugasnya dengan profesional, sesuai dengan prosedur yang benar dan pastinya dengan penuh cinta kasih.

Bayi Yohanes sudah berada di dalam inkubator selama dua minggu. Setiap jam, perawat terus memonitor kondisi jabang yang lahir dengan bobot 1.215 gram. 

Suster Mariani dari Tim Nutrisi Laktasi secara telaten memberi susu, mengganti popok, serta memberikan obat-obatan yang diperlukan. Observasi setiap jam terus dilakukan hingga tiga minggu.

Dalam situasi normal, Bayi Yohanes baru bisa pulang ke rumah ketika sudah mencapai berat 1.800 gram dan catatan kondisi lain, seperti: suhu badan stabil tanpa penghangat, sudah bernapas dengan stabil tanpa alat bantu pernapasan dan sudah bisa menghisap tanpa alat bantu selang lambung. 

Lain lagi dengan penanganan yang dilakukan jika berat bayi di bawah 1.000 gram. Bayi akan tinggal lebih lama sampai sekitar dua bulan, karena biasanya bayi mengalami komplikasi dan membutuhkan penanganan yang lebih serius. 

.

.

Program Kerjasama Unit Perinatologi RSUD BIAK dengan UNICEF dan Kementerian Kesehatan RI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun