Mohon tunggu...
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan Mohon Tunggu... Relawan - Fungsionaris DPP Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES)

Orang biasa saja, seorang ayah, sejak tahun 2003 aktif dalam kegiatan community development. Blog : mediawarga.id e-mail : muh_ridwan78@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Politik

Chavez, Ahmadinejad dan Imam Mahdi

9 Maret 2013   06:36 Diperbarui: 24 Juni 2015   17:05 1868
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Iblis itu datang ke sini kemarin," kata Chavez, merujuk pada Bush, yang sehari sebelumnya bicara di podium yang sama. "Dan bau belerangnya masih tercium hingga hari ini."

Berita kematian Presiden Venezuela, Hugo Chavez,  pada Selasa, 05 Maret 2013, menyita perhatian seluruh dunia. Bagi pengikut setia ideologi Chavez, kematiannya adalah kehilangan besar. Chavez dianggap simbol perlawanan terhadap kapitalisme internasional. Program nasionalisasi industri minyak di Venezuela telah memberikan inspirasi dibelahan dunia lain untuk melawan hegemoni  kekuatan pemodal asing yang dimotori oleh Amerika Serikat (AS).

Bagi penganut ideologi sosialis di di Amerika Latin, Timur Tengah, Asia dan Afrika, Chavez bukan hanya Presiden Venezuela, namun Pemimpin internasional. Oleh karenanya, kematian Chavez sangat mengguncang dunia.

Salah satu wilayah yang terguncang  atas kematian Chavez adalah Timur Tengah. Sudah jadi rahasia umum, Chavez sangat dekat dengan dunia Islam, khususnya dengan Iran, Suriah dan Palestina.   Ada kedekatan khusus antara Pemimpin Iran, Ahmadinejad, dan Pemimpin Suriah, Bashar Al-Assad dengan Hugo Chavez. Chavez sejak awal sangat menentang kebijakan diskriminatif  AS terhadap Iran dan Suriah. Chavez juga berdiri paling depan ketika konflik di Gaza Palestina.

Chavez menganggap, semua konflik yang terjadi di Timur Tengah dan dunia adalah permainan AS untuk menguasai sumber-sumber  migas dan kekayaan alam lainnya, tidak semata bermotif politik. Wajar jika Timur Tengah dan dunia menangisi kematian Chavez. Hampir semua Kepala Negara mengucapkan belasungkawa kepada Venezuela. Bahkan AS, musuh bebuyutan Chavez, ikut mengucapkan belasungkawa.

Pemimpin dunia yang sangat terpukul atas kematian Chavez adalah pemimpin Iran, Ahmadinejad. Bahkan dalam situs pribadinya, Ahmadinejad menyamakan Chavez dengan Yesus dan Imam Mahdi, yang akan dibangkitkan kembali pada hari kiamat. Menurut Ahmadinejad, mereka bertiga, akan menyebarkan keadilan di muka bumi saat akhir dunia. Kontan, pernyataan Ahmadinejad tersebut menuai protes dari ulama Syiah di Iran.

"Penggambaran Ahmadinejad tentang Presiden Venezuela tidak pantas bagi kita," ujar salah satu ulama Syiah dan anggota senior dewan ahli Syiah, Ghorbanali Dorri Najafabadi, seperti dilansir Vivanews.com (Sabtu, 09/03/13).

Memang, Ahmadinejad dan Hugo Chavez sudah menjadi simbol perlawanan terhadap hegemoni AS dan sekutunya. Karena punya musuh bersama yaitu AS, maka ada kedekatan secara emosional antara Chavez dan Ahmadinejad.

Kedekatan  Ahmadinejad dengan Chavez terlihat ketika prosesi pemakaman Hugo Chavez di Caracas, Venezuela, pada Jum'at. 8 Maret 2013. Terlihat dalam Foto Ahmadinejad menyentuh dan mencium peti mati Chavez. Menandakan betapa Ahmadinejad sangat kehilangan Chavez. Wajar jika ungkapan belasungkawa di situs pribadinya terkesan sangat emosional.

[caption id="attachment_240919" align="aligncenter" width="663" caption="Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mencium peti mati Chavez (Sumber : Reuters)"][/caption]

Menyamakan Chavez dengan Yesus dan Imam Mahdi secara harfiyah bukan bermaksud menyesatkan keyakinan agama Kristen dan Islam. Tafsir atas pernyataan  Ahmadinejad tersebut menegaskan dunia internasional saat ini sedang merindukan munculnya sosok "Ratu Adil" untuk menegakan keadilan di muka bumi.  Dan menurut pengagumnya, Chavez dianggap simbol dari "Ratu Adil" tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun