Mohon tunggu...
Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Mohon Tunggu... Penulis - Yuditya Hamdani Hamanay

Penulis sains amatir

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Hukum Fisika: Ada Ketertiban Dunia

13 September 2021   05:18 Diperbarui: 13 September 2021   06:15 240 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hukum Fisika: Ada Ketertiban Dunia
source: Institute of Physics

Dalam ilmu sains (pengetahuan alam) dan fisika khususnya, ada yang disebut dengan hukum alam, atau hukum fisika, atau yang seringkali kita dengar, baca atau sebut dengan istilah 'hukum' saja. 

Dalam fisika, kita mengenal yang namanya hukum gravitasi Newton, hukum elektrodinamika Maxwell, hukum Boyle, hukum Ohm, hukum Biot-Savart, dan sebagainya. Lantas, apa pengertian hukum di dalam ilmu sains (fisika)?

Hukum alam (fisika) adalah ekspresi dari suatu pola atau tatanan yang ada di antara fenomena-fenomena alam. Contohnya, hukum Coulomb yang dikemukakan oleh fisikawan Prancis bernama Charles Augustin de Coulomb. 

Hukum Coulomb adalah hukum tentang gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua muatan listrik yang sebanding dengan besarnya masing-masing muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan.

Artinya, jika besar dari salah satu atau dua muatan dinaikkan, maka gaya Coulomb juga akan bertambah, sedangkan jika jarak kedua muatan diperlebar atau diperbesar, maka gaya Coulombnya akan berkurang.

Jadi, ada pola atau keteraturan yang dinyatakan oleh hukum tersebut. Besarnya gaya tidak sembarang atau acak, melainkan bergantung pada besaran fisis yang dapat diukur atau dikontrol. 

Besarnya gaya ini bergantung pada beberapa kuantitas, yaitu besarnya masing-masing muatan dan jarak antar muatan. Selanjutnya, ketergantungan terhadap kuantitas ini tidaklah liar dan tidak berguna, tetapi jinak dan berguna, karena kita dapat menyatakannya secara matematis, menerapkannya dan memanfaatkannya.

Ilmuwan menemukan hukum dengan mencari dan menemukan pola dalam data eksperimen dan pengamatan. 

Dalam menemukan hukum Coulomb misalnya, Coulomb melakukan banyak pengukuran gaya yang dengannya dua buah bola kecil bermuatan saling tarik-menarik atau tolak-menolak satu sama lain. Coulomb mengulangi eksperimennya dengan menggunakan besaran muatan yang berbeda dan jarak pemisahan yang berbeda. 

Dia memperhatikan bahwa setiap kali dia menggandakan besarnya muatan pada satu bola, besarnya gaya juga menjadi berlipat ganda, sedangkan ketika dia mengurangi jarak pemisahan kedua bola bermuatan tersebut menjadi setengah dari nilai jarak semula, maka besarnya gaya menjadi empat kali lipat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan