Mohon tunggu...
Riap Windhu
Riap Windhu Mohon Tunggu... Perempuan yang suka membaca dan menulis

senang membaca dan menulis, cinta bersepeda, suka pada tema lingkungan. Menggemari dunia pemberdayaan masyarakat. Dapat dihubungi di email: rwindhu@gmail.com. Instagram : riapwindhu dan twitter @riapwindhu. Bisa juga di www.rindhuhati.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Jangan Lupakan Gagal Ginjal Kronis yang Timbul Perlahan!

20 Maret 2020   09:21 Diperbarui: 20 Maret 2020   17:26 149 6 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan Lupakan Gagal Ginjal Kronis yang Timbul Perlahan!
Ginjal yang sehat perlu dijaga. (Ilustrasi ginjal: doctor.ndtv.com)

Perempuan itu terbaring di ranjang rumah sakit. Awalnya saya kira sedang terlelap. Namun saat langkah kaki saya semakin mendekat, perempuan itu membuka mata dan tersenyum. Meminta saya duduk dan tanpa diminta segera bercerita. Esok pagi, dia akan mulai menjalani cuci darah pertamanya.

Dari suaranya, mbak Santi, sebut saja begitu, berusaha bersikap tenang. Bertutur lirih, mengaku sudah berserah pada Yang Maha Kuasa, ketika dokter yang menangani penyakitnya menyatakan untuk segera menjalani cuci darah.

"Saya pasrah waktu dokter bilang harus cuci darah," suara perempuan itu agak tersekat. Saya akhirnya memegang punggung tangannya. Sejak kecil saya mengenalnya karena memang jarak rumahnya tak begitu jauh.

Dulu waktu masih anak-anak, ibu seringkali membeli kue-kue basah dan kue kering di toko kue milik orang tua mbak Santi. Saya sangat senang kalau bisa memakan kue ku yang enak atau kue bolu manis yang lembut.

Seingat saya, mbak Santi memang punya postur tubuh yang cukup subur. Saat dewasa, memang tak selalu bertemu karena aktivitas masing-masing. Namun, beberapa tahun belakangan, perempuan itu sering terdengar jatuh sakit. Salah satunya adalah lantaran diabetes yang dideritanya.

Hingga akhirnya, mbak Santi pun harus mulai menjalani cuci darahnya yang pertama. Saya hanya mampu menguatkan hatinya dan mengucapkan doa. Tanpa terasa, cuci darah pertama kalinya itu terus berlanjut hingga kini.

Meskipun tak pernah terpikir dan tak pernah ingin, sudah satu tahun mbak Santi dengan rutinitasnya menjalani cuci darah atau hemodialisis. Prosedur medis yang tujuannya untuk menggantikan fungsi ginjal akibat kerusakan ginjal yang berat.

Minggu-minggu mbak Santi pun akrab dengan jarum, selang dan mesin cuci darah, serta rumah sakit. Entah sampai kapan perempuan ini akan menjalaninya. Meski memerlukan biaya pengobatan mahal, tetap harus dilakukan agar aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya tetap terjaga.

Seorang ibu saat harus menjalani cuci darah di sebuah rumah sakit. (dok,windhu)
Seorang ibu saat harus menjalani cuci darah di sebuah rumah sakit. (dok,windhu)

Penyakit Ginjal Kronis yang Meningkat Jumlahnya

Mendengar 'cuci darah', saat ini seakan sudah tak asing lagi. Semua ini tentunya terkait dengan jumlah penderita gagal ginjal yang kecenderungannya meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut data Institute for Health Metric and Evaluation (IHME), Global Burden Disease 2017, penyakit ginjal bagian dari penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, jantung, kanker leukimia, paru kronik, stroke, talasemia. PTM merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x