Mohon tunggu...
riap windhu
riap windhu Mohon Tunggu... Sales - Perempuan yang suka membaca dan menulis

Menulis untuk kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Menangkap Geliat (Kembalinya) Komik Lokal Indonesia ke Layar Lebar

13 Agustus 2019   00:01 Diperbarui: 13 Agustus 2019   18:33 744
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Instagram/Joko Anwar

Salah satunya adalah Faza Meonk alias Faza Ibnu Ubaidillah yang mengeluarkan karakter 'Si Juki' pada tahun 2011 pada sebuah komik online berjudul DKV4. Juki yang disingkat dari juru hoki digambarkan sebagai seorang pemuda yang nyeleneh, slengean, dan selalu beruntung.

Komik yang semula diperkenalkan melalui instagram dan kemudian dibuat webtoon-nya memperoleh sambutan dari para pembaca. Si Juki akhirnya diadaptasi ke layar lebar. Tanggapan masyarakat Indonesia pada si Juki begitu tinggi.

Bisa memikat ratusan ribu orang untuk menontonnya. Saat Juki di layar lebar, saya pun sempat mengajak para keponakan untuk menontonnya. Antusias yang ditampilkan penonton Indonesia menunjukkan betapa rindunya tayangan layar lebar yang diadaptasi dari sebuah komik yang tengah populer.

Seperti Marvel dan DC Comics

Disukainya karakter Si Juki, diangkat ke layar lebar, dan bisa menarik penonton film bioskop, menurut Faza, hal ini berarti ada peluang untuk memajukan komik Indonesia.

Ya, peluang untuk adaptasi komik lokal Indonesia ke layar lebar sangat dimungkinkan. Sangat terbuka. Apalagi, bila dibandingkan kisah novel yang diangkat ke layar lebar, masih sangat jauh jumlahnya.

Generasi 80-an, 90-an, hingga 2000-an lebih mengenal karakter komik impor dari Marvel dan DC Comics. Sebut saja Film Avengers: Age of Ultron (2015), Ant-Man (2015), Fantastic Four (2015), Deadpool (2016), Batman v Superman: Dawn of Justice (2016), Captain America: Civil War (2016), X-Men: Apocalypse (2016), Suicide Squad (2016), Doctor Strange (2016), Logan (2017), Guardians of the GalaxyVol. 2 (2017), Wonder Woman (2017), Spider-Man: Homecoming (2017), Thor: Ragnarok (2017), Justice League (2017), Black Panther (2018)dan Avenger: Infinity War (2018), Captain Marvel (2019), Avengers End Game (2019).

Saat para superhero ini muncul dalam tayangan layar lebar, mengisi jaringan bioskop di Indonesia, tidak sedikit yang rela harus berepot-repot demi mendapatkan tiketnya

Betapa mempesonanya superhero impor ini. Mampu menawan hati para penonton film di Indonesia. Membuat kehadiran dan kelanjutan kisah superhero ini ditunggu-tunggu dengan tak sabar.

Tak hanya sekedar tontonan saja, karakter fiksi ini mewujud dalam berbagai tampilan benda. Muncul dalam bentuk kaos, tumbler, gantungan kunci, topi, dan berbagai aksesoris lainnya. Memiliki dan menggunakannya menimbulkan rasa senang. 

Namun, semakin banyak menonton sejumlah karakter tokoh superhero garapan Marvel, semakin lama tiba-tiba saya merindu hadirnya tayangan superhero lokal yang bisa merebut para penonton film begitu dahsyat. Saya membayangkan superhero asli Indonesia yang begitu memikat dengan kedigdayaannya. Tayangan superhero dengan garapan visual yang menarik.

Dari Komik, Layar Labar ke Komik

Untunglah, setelah Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir pada akhir tahun 2017, masyarakat Indonesia tidak perlu menunggu waktu lama menunggu kisah komik yang diadaptasi ke layar lebar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun