Mohon tunggu...
Riap Windhu
Riap Windhu Mohon Tunggu... Perempuan yang suka membaca dan menulis

senang membaca dan menulis, cinta bersepeda, suka pada tema lingkungan. Menggemari dunia pemberdayaan masyarakat. Saat ini aktif di sebuah perusahaan asuransi jiwa. Dapat dihubungi di 081287749530. Email: rwindhu@gmail.com. Instagram : riapwindhu dan twitter @riapwindhu. Bisa juga di www.rindhuhati.com

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Menjajal Uji Coba Publik LRT Jakarta, Apa yang Diketahui?

12 Juni 2019   19:10 Diperbarui: 14 Juni 2019   22:17 0 13 8 Mohon Tunggu...
Menjajal Uji Coba Publik LRT Jakarta, Apa yang Diketahui?
Uji Coba Publik Light Rail Transit (LRT) dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Boulevard dilakukan mulai 10 Juni hingga 21 Juni 2019. Pendaftaran cukup dengan mendaftar di website LRT. (dok.windhu)

Rasanya baru sebentar duduk dan menikmati perjalanan kereta Light Rail Transit (LRT), dari Stasiun Velodrome, saat terdengar suara yang mengumumkan sudah memasuki stasiun pemberhentian terakhir di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading.

 "Pintu Terbuka" dan petugas di dalam kereta LRT pun mempersilakan untuk keluar dan mengingatkan sudah tiba di stasiun terakhir. Perjalanan yang sangat singkat. Tidak sampai 13 menit untuk 5 stasiun. Cukup tepat waktu, sebab kata petugasnya, paling lama 2,5 menit antar stasiun.

Tap in dengan tiket Single Joueny Trip di gate untuk masuk ke dalam stasiun Velodrome. (dok.windhu)
Tap in dengan tiket Single Joueny Trip di gate untuk masuk ke dalam stasiun Velodrome. (dok.windhu)
Lima stasiun itu, yakni Stasiun Velodrome, Stasiun Equestrian Stasiun Pulomas, Stasiun Boulevard Selatan, dan Stasiun Boulevard Utara. Uji coba memang hanya pada lima dari enam stasiun LRT. Stasiun Pegangsaan Dua belum bisa digunakan. Namun, cukup bahagia rasanya akhirnya kesampaian menjajal salah satu moda transportasi LRT.

Angkutan umum yang nantinya akan jadi yang terbaru di Jakarta setelah moda Mass Rapid Transpartastion (MRT). "Tidak terasa, ya? Sebentar sekali" ujar Yadi, salah seorang teman, yang kebetulan bertemu di stasiun Boulevard Utara.

Kartu elektronik Single Trip Journey moda transportasi LRT (dok.windhu)
Kartu elektronik Single Trip Journey moda transportasi LRT (dok.windhu)
Selasa, 11 Juni 2019, untuk pertama kalinya saya mencoba LRT Jakarta. Ini merupakan bagian dari rangkaian selama 10 hari uji coba publik kereta LRT pada 11-21 Juni 2019.  PT LRT Jakarta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati fasilitas transportasi publik baru dalam rangka persiapan menuju peresmian operasi komersil LRT Jakarta.

Sebelumnya uji coba juga sudah pernah dilakukan, tapi saat itu lebih banyak untuk komunitas atau kelompok masyarakat yang memang diundang.Kali ini uji coba LRT Jakarta dilaksanakan secara terbuka melalui website PT LRT Jakarta. Seluruh lapisan masyarakat diperkenankan mencoba kesiapan kereta  cepat ringan sebagai solusi kebutuhan transportasi masyarakat Jakarta. 

Jadi, siapapun bisa ikut tanpa dibatasi. Tua atau muda, bahkan anak balita sekalipun. Setiap calon penumpang cukup mendaftar secara online melalui website dan akan mendapat tiket elektronik, yang dikirim lewat email yang didaftarkan. Satu email bisa digunakan untuk mendaftar uji coba berkali-kali.

Setiap LRT terdiri atas dua gerbong kereta (dok.windhu
Setiap LRT terdiri atas dua gerbong kereta (dok.windhu
Untuk Informasi, yang diuji coba publik adalah LRT Jakarta. Bukan LRT Jabodebek. Apa bedanya? LRT Jakarta lokasinya ada di DKI Jakarta. Saat ini masih 6 Stasiun dari Velodrome hingga Pegangsaan Dua dengan panjang jalur 5,8 KM. Untuk uji coba publik, tidak sampai Pegangsaan Dua, hanya sampai Boulevard Utara.

 LRT Jakarta dioperasikan oleh PT LRT Jakarta, anak perusahaan Jakpro yang sahamnya dimiliki oleh Pemprov DKI. Nah LRT Jabodebek nantinya menghubungkan DKI Jakarta, Bekasi, dan wilayah Cibubur. Rute LRT Jabodebek buatan PT INKA yang dioperasikan oleh PT KAI ini nantinya adalah sepanjang 44,3 KM, yakni Harjamukti-Cawang, Jatimulya-Cawang, Dukuh Ats-Cawang dengan jalur.

Stasiun LRT Velodrome (dok.windhu)
Stasiun LRT Velodrome (dok.windhu)
Daftarlah Uji Coba Publik Melalui Website LRT
Saya tiba di Stasiun Velodrome sekitar pukul 17.30. Sebelumnya, saya naik Trans Jakarta dan turun di halte Pemuda Rawamangun. Setelah itu keluar halte dan menyeberang dengan berjalan kaki ke Stasiun Velodrome, yang terletak berseberangan dengan pusat perbelanjaan Arion Plaza

Hari pertama uji coba publik, ternyata tidaklah seramai yang saya bayangkan. Entah karena sudah sore saat saya datang, sudah pernah ada uji coba sebelumnya, atau masih belum sepenuhnya Jakarta pulih dari liburan anak sekolah.

Waktu tempuh LRT cepat sekali. Setiap stasiun setidaknya 2,5 menit (dok.windhu)
Waktu tempuh LRT cepat sekali. Setiap stasiun setidaknya 2,5 menit (dok.windhu)
Jadi, sore itu pendaftaran on the spot juga diterima selain mendaftar melalui website. Kalau yang sudah mendaftar melalui website, tinggal menulis nama, nomor email, nomor pendataran yang terkirim lewat email, dan nomor ponsel, berikut tanda tangan secara manual di buku yang telah disediakan.

Setelah itu, petugas akan memvalidasi dan memberikan kartu elektronik Single Trip Journey secara gratis. Kartu ini berfungsi untuk tap in dan tap out di gate yang sudah tersedia untuk masuk dan keluar stasiun.

Kereta LRT uji coba publik beroperasi sejak pukul 5.30 WIB hingga pukul 23.00 dengan selang waktu antar kereta atau headway 10 menit sekali. Setiap kali pemberangkatan terdiri atas dua gerbong kereta.

Dua LRT (dok,windhu)
Dua LRT (dok,windhu)
LRT 'Display' Buat Foto-foto
Buat saya warga Jakarta, hadirnya sebuah moda transportasi baru seperti LRT tentu saja cukup menyenangkan. Moda transportasi yang terintegrasi dengan Trans Jakarta dan Commuter Line, ataupun angkutan kota yang bisa memudahkan gerak kesana kemari.

Apalagi, Jakarta sangat terkenal sebagai wilayah macet. Moda transportasi yang bisa melaju cepat dalam hitungan menit sudah pasti ditunggu masyarakat Jakarta yang mobilitasnya  tinggi. Nah LRT bisa mencapai kecepatan 90 KM/Jam.

Suasana dalam LRT (dok.windhu)
Suasana dalam LRT (dok.windhu)
Naik LRT dari Stasiun Velodrome, sambutan petugasnya ramah dan cukup bisa untuk ditanya-tanya. Jajaran vending machine terlihat, tapi saat uji coba belum digunakan. Setelah mendapatkan kartu elektronik Single Trip Journey, urusan Tap In lancar.  Sebuah LRT  berwarna dominan putih dan merah, yang terdiri atas dua kereta langsung terlihat.

Ternyata, LRT 'display' dengan dimensi 15m X 2,65 m x 3,68 m dan terdiri atas dua gerbong kereta ini memang sengaja disediakan buat para calon penumpang/penumpang LRT yang ingin berfoto-foto. Tidak hanya berfoto dari luar depan LRT, tapi bisa masuk ke dalam LRT dan mencoba duduk. 

Bidikan kamera ponsel dengan berbagai pose pun dilakukan para penumpang LRT baik dengan pose duduk maupun berdiri. Penyediaan LRT yang memang disediakan untuk dipamerkan ini sangat menyenangkan karena sebagai penumpang, bisa melihat detail dalam kereta LRT seperti apa.

Di dalam LRT (dok.windhu)
Di dalam LRT (dok.windhu)
Bukan sekedar untuk foto-foto saja, tapi bagus untuk memperkaya informasi, sekaligus untuk edukasi. Ada tempat untuk disabilitas dan tempat duduk prioritas yang ditandai dengan stiker di atasnya. Penumpang prioritas adalah wanita hamil, lanjut usia, disabilitas, dan ibu yang membawa bayi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2