Mohon tunggu...
riap windhu
riap windhu Mohon Tunggu... Sales - Perempuan yang suka membaca dan menulis

Menulis untuk kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Salawaku, Sebuah Pencarian Berbalut Keindahan Alam di Pulau Seram

24 Februari 2017   12:45 Diperbarui: 25 Februari 2017   04:00 1077
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sawalaku dan Saras dalam sampan di perairan Pulau Seram yang indah dalam film Salawaku (sumber:trailer filmSalawaku)

Sebagai balas budi, Saras yang semula ingin kembali ke resor liburannya di Pulau Seram, kemudian memutuskan untuk membantu Salawaku mencari Binaiya. Perjalanan keduanya yang berbeda usia dan berbeda latar belakang mengundang senyum.

Saras yang merupakan anak Jakarta berbicara menghadirkan istilah-istilah baru, yang masih asing di telinga Salawaku. Saat melihat pemandangan indah, Saras mengatakan gokil. Begitupun halnya saat menyatakan ingin melihat matahari terbenam dengan mengatakan sunset.

Salawaku tak mengerti dengan gagal paham yang diucapkan Saras. Salawaku heran dengan tingkah Saras yang selalu saja sibuk dengan ponselnya. Selalu mengambil foto di berbagai kesempatan. Baik saat sedang makan maupun di depan kumpulan hewan kerbau.

Panorama alam yang indah Pulau Seram (trailerfilmSalawaku)
Panorama alam yang indah Pulau Seram (trailerfilmSalawaku)
Dalam perjalanan ke Piru, keduanya kemudian bertemu dengan Kawanua (J Flows), anak ketua adat sekaligus kakak angkat Salawaku, yang ditugaskan untuk mencari Sawalaku yang telah mencuri sampan.  Kawanua berjanji akan mengantarkan sampai Piru.

Namun, dalam kebersamaan ketiganya, satu persatu mulai terungkap. Salawaku yang semula percaya menjadi sadar jika Kawanua tidak benar-benar ingin mengantarkan ke Piru untuk bertemu dengan Binaiya. Kawanua pun seakan dengan sengaja berlama-lama agar tak segera sampai di tempat tujuan.

Kebaikan Kawanua pun telah menimbulkan ketertarikan pada Saras. Begitupun halnya dengan Kawanua. Ternyata Saras tak semata-mata sedang melakukan perjalanan liburan di Pula Seram. Perempuan ini ingin melupakan kepedihannya akibat cinta di Jakarta.  

Di sisi lain, Kawanua pun ternyata menyimpan beban cinta sehingga enggan bertemu dengan Binaiya. Lelaki ini ingin menjaga reputasinya sebagai anak ketua adat dan juga menjaga citra kedua orang tuanya meski telah melakukan perbuatan melanggar batas.  

Salawaku, Saras, dan Kawanua dalam adegan (trailerfilmsalawaku)
Salawaku, Saras, dan Kawanua dalam adegan (trailerfilmsalawaku)
Keindahan Pulau Seram

Berlatar belakang keindahan Pulau Seram,Maluku,  sejak awal film Salawaku sudah sangat memikat. Visual pemandangan pantai, laut putih, dan kebeningan air laut yang terllihat hingga ke dasar menjadi sebuah daya pesona alam yang menunjukkan begitu kayanya Indonesia.

Melihat gugusan terumbu karang, gradasi warna air laut berwarna biru, hijau, dan putih, begitu membanggakannya kekayaan alam di Pulau Seram yang memiliki luas 18.625 km2. Siapa pun akan terkagum-kagum melihat ikan-ikan indah yang berseliweran di dalam lautan. Biota laut yang terjaga.

Satu hal yang terbayang adalah betapa asyiknya bila melakukan kegiatan menyelam, snorkeling, maupun bersampan di tengah lautan yang menakjubkan.Inilah salah satu film Indonesia yang benar-benar mempromosikan kekayaan alam Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun