Mohon tunggu...
YUSRIANA SIREGAR PAHU
YUSRIANA SIREGAR PAHU Mohon Tunggu... Guru - GURU BAHASA INDONESIA DI MTSN KOTA PADANG PANJANG

Nama : Yusriana, S.Pd, Lahir: Sontang Lama, Pasaman. pada Minggu, 25 Mei 1975, beragama Islam. S1-FKIP UMSB. Hobi: Menulis, membaca, menyanyi, baca puisi, dan memasak.Kategori tulisan paling disukai artikel edukasi, cerpen, puisi, dan Topik Pilihan Kompasiana.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Demam K-POP Apa Masih Zaman?

1 Oktober 2022   17:57 Diperbarui: 1 Oktober 2022   17:59 889
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mam dan Gen Alpha berdialog: hellosehat.com

Selain itu, musik k-pop juga memiliki sisi positif dalam menambah pengetahuan, khususnya pelajar tentang budaya dan bahasa Korea yang tidak mudah untuk dipelajari.

Namun,  cukup mengkhawatirkan manakala melihatgen Z dan Alpha selaku generasi bangsa seakan lebih tertarik pada kebudayaan Korea. Tentu ini akan mengikis rasa cinta tanah air mereka perlahan-lahan.

Demam k-pop yang merajai dunia musik di kalangan gen Indonesia, membuat para mereka lebih tertarik dengan musik Korea daripada musik asli Indonesia. Padahal, Indonesia juga memiliki musik yang tak kalah kerennya. Seperti musik dangdut, keroncong dan pop-rock.

Musik k-pop malah dianggap membawa pengaruh buruk bagi para pelajar Indonesia karena banyak remaja berstatus pelajar yang rela membuang banyak uang dan waktu belajarnya untuk menonton artis idola mereka. Rasa cinta dan bangga terhadap kebudayaan nasionalpun luntur.

Ada satu teman, membawa anaknya menonton k-pop ke Jakarta. 4 hari anaknya berlibur demi menonton konser yang diadakan selama 2 hari di Ibu Kota tersebut. Anak beliau betul-betul kecanduan dan fanatik k-pop hingga lalai belajar dan tak naik kelas.

Nah, lebih banyak positifnyakah menjadi k-popers atau banyak negatifnya? Tentu berpulang pada Ayah Bunda selaku pembimbing anak. Anak dilahirkan suci seperti kertas putih. Orang tualah yang mewarnai kertas itu sesuai pembimbingan dan pengasuhan.

Solusi

Adapun upaya tepat yang perlu dilakukan orang tua selaku anggota masyarakat dalam menghadapi tantangan demam k-pop sebagai akibat global tersebut adalah:

1. Revitalisasi budaya 

Revitalisasi budaya merupakan suatu usaha berupa proses menghidupkan kembali unsur-unsur maupun nilai-nilai budaya yang sudah mati atau lenyap karena ditinggalkan orang tua sebagai komponen masyarakat.

Melakukan revitalisasi berarti kita memperbaiki kembali budaya-budaya masyarakat agar kembali digemari dan diminati oleh gen Z dan Alpha. Upaya revitalisasi menjadi solusi yang tepat dan bijaksana dalam mengatasi kencangnya arus globalisasi dalam diri pelajar yang sedang demam k-pop.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun