Mohon tunggu...
Nalar Keropos
Nalar Keropos Mohon Tunggu... Penulis - Dianggap Introvert tapi sering merasa Ekstrovert

Suci yang tidak bersih adalah kertas tanpa coretan kata-kata

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Sebuah Pencerahan yang Berawal dari Seekor Nyamuk

2 Juli 2020   23:04 Diperbarui: 2 Juli 2020   23:07 138
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Ada semacam proses memilah-milah darah yang akan disedotnya. Darah yang berbau asam, seperti asam laktat dan asam urat, serta darah yang berbau kolesterol adalah makanan yang dianggap bergizi bagi mereka.

Artinya bahwa nyamuk juga punya peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Dengan membiarkannya sesekali (jangan berlebihan) untuk menghisap darah kita, tidak ubahnya kita telah mengeluarkan racun-racun yang ada di dalam tubuh.

Melalui hisapan nyamuk kolesterol yang ada di dalam tubuh kita bisa keluar. Salah satu jenis kolesterol adalah LDL (Low Density Lipoprotein). Keberadaan LDL yang berlebihan dalam darah bisa menyebabkan terjadinya pengerasan terhadap pembuluh darah.

Setelah mengetahui informasi yang demikian begitu mengejutkannya, saya merasa ingin mengirimkan pesan khusus kepada nyamuk-nyamuk lainnya yang belum sempat menjadi korban kebiadaban saya. "Muk, mulai dari sekarang saya akan berjanji untuk membiarkan kalian sesekali menghisap darah saya."

Hikmah memang ada di mana-mana, bahkan pada seekor nyamuk sekalipun, serangga yang dianggap sebagai pembawa penyakit. Yang dulunya saya memusuhinya dan membunuhnya setiap kali hendak untuk menghisap darah saya, sekarang saya mulai membiarkannya untuk sesekali menikmatinya.

Sehingga mulai dari sekarang juga kita harus belajar melihat sesuatu dengan lebih bijaksana lagi. Berhenti untuk mengedepankan stigma-stigma negatif dalam memandang setiap eksistensi yang ada di alam semesta ini.

Jangan karena sesuatu itu dianggap buruk oleh banyak orang sehingga kita pun juga ikut-ikutan sepenuhnya menganggapnya demikian. Seperti nyamuk yang bagi banyak orang dianggap sebagai pembawa penyakit, siapa sangka ternyata menyimpan manfaat yang tersembunyi.

Saya teringat tentang sebuah kisah seorang mantan narapidana yang ingin kembali menjerumuskan dirinya ke dalam penjara. Pastinya tidak satupun ada orang yang bahkan sedetikpun ingin menginjakkan kakinya di dalam penjara.

Penjara sebagaimana yang umumnya kita pahami adalah tempat pengurungan para penjahat. Tempat di mana kita tidak bisa lagi menikmati udara yang segar di luaran sana.

Namun, anggapan demikian sepertinya tidak berlaku bagi Pras. Baginya penjara sudah dianggapnya sebagai tempat untuk mengaktualisasikan jiwanya. Diceritakan bahwa setelah Pras bebas dari penjara, pria asal Magelang ini dengan sengaja kembali melakukan pencurian. Pras dengan yakinnya mengaku di hadapan Polisi telah mencuri sebuah HP.

"Saya bisa beribadah lebih khusuk di dalam penjara, saya merasa lebih dekat dengan Allah." Jelas Pras setelah ditanya oleh Polisi atas alasannya melakukan pencurian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun