Mohon tunggu...
Zakiah Hanim
Zakiah Hanim Mohon Tunggu... melangkah menujuMu -

bukan siapa siapa

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

ASEAN Gathering di Chile

23 Maret 2011   13:22 Diperbarui: 26 Juni 2015   07:31 297
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Para duta besar dan KUAI Negara Asean di Chile, Dubes RI bersama Ibu

Sabtu (19/3) , dua hari sebelum kedatangan presiden obama ke chile, para petinggi negara perwakilan asean di chile (dubes dan KUAI) mengadakan pertemuan atau semacam kumpul-kumpul (gathering). Tidak ada hubungan kedatangan presiden obama dan pertemuan masyarakat asean dimaksud. Ada lima negara Asean yang punya perwakilan diplomatik di chile,  yaitu indonesia, thailand, malaysia, filipina dan vietnam.

[caption id="attachment_97013" align="aligncenter" width="300" caption="Dubes Philipina untuk Chile memukul gong tanda Asean Gathering dibuka"]

1300885050658943818
1300885050658943818
[/caption]

Gathering bertempat di KBRI Santiago, dibuka dengan pukulan gong oleh dubes philipina atau dubes asean yang  paling  senior  di chile. Pengunjung yang hadir,  disamping para keluarga  negara perwakilan,  adalah pebisnis lokal yang telah berbisnis atau berminat untuk berbisnis dengan indonesia,  masyarakat chile peserta kursus bahasa indonesia, sekolah indonesia lo espejo,  perwakilan pemerintah setempat dan pejabat Kemenlu chile.

Gathering menampilkan  produk  kerajinan tangan atau handicraft  dari  negara asean, seperti lukisan, patung,   asesories terbuat dari batik, gantungan kunci, lukisan,  wayang,  baju batik,  kosmetik dan produk spa,  tas dan keranjang terbuat dari rotan,   asesories rambut, wayang, T shirt bergambar bendera,   dan bahan promosi lain. Di antara yang dipamerkan, beberapa produk kerajinan tangan Indonesia juga dijual dengan harga  "promosi", dan nampak beberapa duta besar, masyarakat  asean dan  chile membeli  handicraf indonesia yang bernuansa batik.

Disamping handicraft juga ada pameran gastronomi makanan khas  tiap negara asean. Indonesia tampil dengan demo yang simple  yaitu membuat sate ayam. Sate ayam  menjadi makanan favorit yang digemari pengunjung yang hadir, juga  ada martabak, tahu isi dan kue nastar jumbo. Thailand demo masakan pakthai (dengan bahan utama kwetiau) malaysia membuat  laksa sarawak,  lontong siram  sambel kacang,  onde-onde dan pastel. Vietnam membawa masakan bernama pancit (sejenis bihun atau soun goreng).

Thailand terbilang negara yang paling tinggi partisipasinya dalam gathering ini, karena  disamping demo masakan, negara ini menampilkan demo thai boxing pria dan wanita yang saat diperagakan membuat penonton "rada ngeri"  karena  penuh adegan  "heroik"   berupa   "perkelahian  atau tinju, tendang dan pukul" ,  Thailand  juga menyajikan permainan biola khas thailand. Malaysia menampilkan lagu "semalam di malaysia", Philipna menyanyikan lagu  negara asalnya. WNI  bersama bapak dan ibu dubes larut  dalam tarian sajojo dan poco-poco beramai-ramai dengan mengajak para pengunjung dari semua negara asean untuk ikut bersajojo dan berpoco-poco. Tarian sajojo dan poco-poco sangat membuat hangat suasana,  walaupun  "langkah dan goyang tarian"  tidak pas  dengan aslinya,  alias "seadanya" karena campur baur dengan mereka yang baru mencoba tarian itu ( seru lhoo...). Setelah bergoyang sajojo dan poco-poco, lagu "indonesia pusaka" dinyanyikan bersama-sama dan cukup membuat saya "merinding" mendengar  lagu itu.

di bawah ini sebagian dari foto gathering dimaksud :

13008856771679558517
13008856771679558517

1300885813533035263
1300885813533035263

1300885910180088146
1300885910180088146

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun